
Malam menjelang Sherliya terbangun dalam dekapan Erlangga di atas sofa usai pergumulan panas mereka
Suasana ruang tamu itu nampak berantakan dengan pakaian dirinya dan Erlangga yang berserakan disana sini
Sherliya meraih kemeja Erlangga yang berada dekat dirinya perlahan ia beranjak agar tak membangunkan Erlangga
Namun karna pergerakannya tanpa sengaja Erlangga pun terbangun
''Sayang, kau terbangun?''
''Hemm...
Sherliya menutupi tubuhnya dengan kemeja Erlangga dan memakainya tanpa mengenakan dalaman, Erlangga tersenyum melihat sang istri dalam balutan kemeja yang nampak kebesaran itu namun malah terkesan seksi baginya
''Kau cantik dengan kemeja itu sayang''
ucapnya
Sherliya nampak gugup ia mengesampingkan rambutnya kebelakang telinga
''Maafkan aku pakai kemejamu habisnya ini yang bisa kuraih ''
Sherliya dengan pelan
''Tidak apa-apa jangan minta maaf, lagi pula milikku adalah milikmu kau terlihat cantik dan seksi''
bisik Erlangga dengan meraih dagu Sherliya dan mengedipkan sebelah matanya
Sherliya membulatkan mata dengan apa yang Erlangga ucapkan dan lakukan pada dirinya
''A-aku ingin makan , perut ku lapar sekali''
Sherliya mengalihkan pembicaraan Erlangga ia sadar kemana arah bicara sang suami jika ia terus menanggapinya maka ia akan berahir dalam kungkungan Erlangga kembali
''Astaga, ini sudah jam berapa?''
Erlangga meraih ponsel miliknya ia terkejut mendapati banyak panggilan dari Pandu juga Robby dan Pak Whang
''Ada apa?''
Sherliya heran melihat wajah Erlangga yang terlihat cemas
''Aku lupa memberitahu Kakek, jika kita tidak pulang ke mansion dia pasti cemas''
tukas Erlangga
__ADS_1
''Oh ya ampun, semua ini karna kau , cepat hubungi Kakek dan bilang kita disini jangan biarkan Kakek Pandu mencemaskan kita, aku akan memasak sesuatu untuk kita makan malam ''
tutur Sherliya
''Sesuai perintahmu Nyonya El''
ujar Erlangga dengan tangan di dahi memberi hormat pada Sherliya
''Ck, dasar suamiku ini rupanya bisa patuh juga rupanya ''
Sherliya tertawa dengan apa yang Erlangga lakukan dan mencubit pipi sang suami saking gemasnya
''Ya ampun , sakit sayang jangan di cubit dong tapi di cium''
Erlangga mengerucutkan bibirnya , Sherliya semakin di buat gemas dengan tingkahnya
''Kau ini, sana cepat telpon Kakek''
Sherliya beranjak untuk pergi kedapur mencari apa yang bisa ia masak untuk makan malamnya
Sementara itu Erlangga segera menghubungi Pandu
''Halo Kek, maaf kami hari ini tak bisa pulang ke mansion sekarang kami di apartement''
ucap Erlangga
''Iya Kek''
''Apa Sherli baik-baik saja ? kalian sudah berdamai?''
cerca Kakek Pandu
''Sudah Kek, Sherli sudah tau semuanya dia juga baik-baik saja itu sebabnya ia menyuruhku menelpon Kakek ia tak ingin Kakek cemas lagi''
ungkap Erlangga
''Syukurlah, kalau semua kesalah pahaman kalian sudah teratasi , jaga istrimu Elang jangan sampai dia menderita lagi karna ulah orang lain''
sahut Pandu
''Baik Kek, jangan cemas aku akan menjaganya dengan baik apapun akan kulakukan demi Sherliya''
ucap Erlangga
''Ya sudah, Kakek tutup telponnya beristirahatlah sudah larut malam''
__ADS_1
''Baik Kek, Kakek juga beristirahatlah sampai jumpa''
Erlangga mengahiri sambungan telponnya dan ia pun beranjak menuju dapur dimana saat ini Sherliya tengah memasak
''Kau masak apa sayang?''
tanyanya
''Sayang, aku membuat Nasi goreng seafood''
sahut Sherliya
Erlangga terkejut mendengar Sherliya menjawab dengan panggilan'' SAYANG'' juga
Erlangga memeluk pinggang Sherliya dari belakang dan mendekapnya erat
''El, apa yang kau lakukan ? aku sedang memasak ''
pekik Sherliya
''Katakan lagi kumohon panggil aku seperti tadi''
''El, apa maksudmu ?''
Sherliya tak mengerti maksud Erlangga , wajah Erlangga berubah sedih saat Sherliya tak mengerti dengan apa yang ia inginkan dan hal itu terlihat jelas oleh sang istri
Sherliya mengelus tangan Erlangga yang melingkar di perutnya sementara satu tangannya ia gunakan untuk membelai wajah Erlangga yang menyusupkan dagunya di ceruk Sherliya
''Suamiku kenapa kau diam? apa ada yang salah dengan kata-kataku ?
tanya Sherliya
''Tidak, kau tidak salah mungkin aku saja yang salah dengar tadi''
tukas Erlangga
''Sayang apa kau marah ?''
Sherliya membalikan tubuhnya dan kini ia berhadapan dengan Erlangga
''Kau?
Erlangga menatap Sherliya dengan terkejut
''Iya sayang , ini aku sayang
__ADS_1
Sherliya dengan mengedipkan matanya , Erlangga yang awalnya kesal dengannya kini malah tertawa lepas saking bahagianya
''