Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#60


__ADS_3

Erlangga duduk disamping ranjang pasien dimana tubuh Sherliya terbaring ditutupi kain putih


Kesedihan nampak jelas di wajah Erlangga duka dan luka dalam akibat kehilangan sang istri membuat Erlangga terpukul dan terjatuh kedalam lubang kesedihan tanpa dasar


''Kenapa kau pergi begitu cepat tanpa bicara dulu padaku?''


'' Kenapa, apa aku membuat kesalahan hingga kau memutuskan untuk pergi ?''


Erlangga menumpahkan segala rasa sakit hatinya akibat kepergian sang istri


''Jika kau marah padaku kau boleh menghukumku dengan memukulku ataupun dengan mendiamkanku tapi jangan begini , kumohon jangan tinggalkan aku , aku tak bisa hidup tanpamu Sherliya.... kembalilah... kumohon... ''


Erlangga meratapi jasad Sherliya , Arya dan Vincent tak kuasa menahan tangis kesedihan mereka begitu juga dengan Kakek Pandu


Kakek Dirga mengalami syok berat atas kematian Sherliya dan ahirnya di larikan keruang gawat darurat di dampingi asisten pribadinya Pak Wang


Kesedihan dirasakan semua orang kabar kematian Sherliya pun tersebar dengan cepat Jack dan Max merasa menyesal karna mereka gagal melindungi Nona mereka


Devano menghampiri Erlangga yang saat ini masih duduk bersimpuh disamping jasad Sherliya


''Kuatkan dirimu, ikhlaskan kepergiannya agar ia bisa tenang disana, kau tak ingin dia sedih melihatmu seperti inikan?''


Devano menasihati Erlangga bukan tak merasa kehilangan namun ia mencoba untuk menguatkan hatinya demi orang-orang yang ia sayangi


Erlangga beranjak dari duduknya mengusap air matanya yang kini sudah semakin sembab


''Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan mungkin ini bukan saat yang tepat tapi ini pesan terahir dari Sherli untukmu''


ucap Devano dengan berat hati


''Apa maksudmu?''


Erlangga menatap Devano yang kemudian memberikan secarik kertas ke tangannya


''Dokter baru saja memberikannya padaku , bacalah dan ku harap kau bisa melakukannya sesuai permintaan terahir Sherliya''


Devano pergi meninggalkan Erlangga menuju ruangan dimana saat ini Dilla tengah koma


Dilla berhasil selamat namun dalam kondisi koma

__ADS_1


Peluru yang di tembakan para penyerang itu tepat mengenai dada kirinya hingga menyebabkan jantung Dilla mengalami kebocoran dan hampir merenggut nyawanya


Erlangga membuka kertas yang Devano berikan alangkah terkejutnya mendapati tulisan tangan Sherliya


Erlangga mulai membaca pesan yang ditulis Sherliya untuknya


" *El, maafkan aku tak bisa menepati janjiku untuk hidup bersamamu, mungkin Tuhan tak mengizinkan kita untuk hidup bersama selamanya...


"Sayang, setelah kepergianku nanti jangan kau bersedih aku akan marah jika kau sampai bersedih karna aku , kau tau kan aku tak suka melihatmu bersedih...


" Jalani hidupmu dengan bahagia cintaku akan selalu bersamamu menemani mu meski bukan diriku tapi bagian tubuhku akan tetap hidup dalam diri seseorang*...


Erlangga membelalakan matanya saat ia membaca pesan Sherliya


''Bagian tubuh? apa maksudmu sayang?''


Erlangga kembali membaca pesan itu


" Ya El, bagian tubuhku akan tetap hidup dalam diri seseorang , Dilla....


Deg


" Sayang , aku mendonorkan jantungku untuk Dilla , aku tau aku seharusnya meminta izinmu dahulu namun aku tak mempunyai banyak waktu maafkan aku...


" El, jaga Dilla untukku sayangi dia dan cintailah dia seperti kau mencintaiku kumohon nikahilah Dilla demi aku ini adalah permintaan pertama dan terahirku padamu suamiku ....


" Cintaku selalu untukmu walaupun aku telah tiada sekalipun maafkan aku ....


"I love you Erlangga Adhibrata suamiku....


Seketika rahang Erlangga mengeras ia menatap jasad Sherliya yang seputih kapas namun tetap terlihat cantik muncul amarah dalam diri Erlangga


''Kau memintaku menikahi wanita lain ? kau sungguh keterlaluan Sherliya Prameswari, sampai kapanpun aku tak akan menikahi Dilla''


Erlangga beranjak meninggalkan ruangan, Arya dan Vincent yang terkejut melihat Erlangga yang pergi begitu saja dengan wajah penuh amarah terlihat kebingungan


''Ada apa dengannya ?''


Vincent heran namun sesaat kemudian ia melihat gulungan kertas yang Erlangga buang ke lantai dengan cepat Vincent meraih kertas tersebut

__ADS_1


Arya pun ikut melihat kertas di tangan Vincent


''Ini kan tulisan tangan Sherli''


''Mana coba kulihat''


Arya meraih kertas dari tangan Vincent dan mulai membacanya


''Kau benar ini memang tulisan Sherli...


''Apa yang dia tulis?''


tanya Vincent namun sesaat kemudian Arya berhenti membaca pesan tersebut


Vincent melihat raut wajah Arya berubah sedih ia pun meraih kertas itu dan membaca seluruh isi pesan tersebut


''Ar... ini ???''


''Pesan terahir Sherli untuk Erlangga dan Dilla''


Arya memotong apa yang akan Vincent katakan,entah ia harus apa saat ini kesal namun juga bingung hancur sudah mimpi dan harapannya untuk bisa bersama dengan Dilla gadis yang ia cintai


''Ini hanya, pesan Sherliya untuk Erlangga, dan Dilla saat ini ia tengah Koma, kau tau kan jika yang Dilla sukai itu kau bukan Erlangga''


ucap Vincent


''Vint, tapi jantung Sherliya ada dalam diri Dilla saat ini dan ini adalah keinginan terahirnya''


tukas Arya


''Meskipun begitu apa kita harus melakukannya? apa Dilla juga mau menikah dengan Erlangga?''


ingat yang Erlangga cintai hanya Sherli, dan Dilla mencintaimu ''


Arya terdiam dengan penuturan Vincent entah apa yang akan terjadi ke depannya


Namun saat ini yang ia inginkan hanya kesembuhan Dilla saja


'

__ADS_1


__ADS_2