
''Tapi Sher, aku tak bisa mempertaruhkan keselamatanmu demi mereka''
tukas Dilla
Sherliya mencoba menghubungi Jack dan Max melalui earpheone yang terpasang di telinga Jack dan Max
dengan ponselnya
''Nona jangan mencemaskan kami terus saja jalan''
Jack mencoba untuk tetap fokus dan menghindari serangan-serangan kedua mobil hitam yang menghimpit kiri dan kanan mobilnya
''Apa kalian yakin , aku tak bisa pergi begitu saja meninggalkan kalian''
Sherliya dengan cemas
''Cepat pergi Nona, Nona Dilla akan melindungi anda''
Max dengan nada keras
Dilla mempercepat laju mobilnya meninggalkan Max dan Jack
Max dan Jack membanting stir mobil hingga berhenti di tepian jalan dengan cara memutar membuat kedua mobil yang menghimpit tadi terkejut dan terdorong ke sisi kanan dan kiri
Jack dan Max keluar dari mobil dengan senjata lengkap di tangan mereka
Begitu juga orang-orang dari kedua mobil hitam tampak sekitar sepuluh orang dengan postur tubuh tinggi tegap kini mengelilingi keduanya lengkap dengan senjata ditangan mereka masing-masing
''Apakah ini ahir dari kisah kita Max?''
Jack melirik ke arah saudaranya itu
''Mungkin saja, tapi aku tak ingin matiku penasaran dan sia-sia Jack''
jawab Max dengan senyum di wajahnya
''Katakan dimana wanita yang kalian kawal?''
tanya salah satu dari mereka yang bertindak sebagai pimpinan
''Wanita? wanita yang mana ? kami hanya berdua dan wanita yang kalian cari sudah pergi sejak tadi''
Max dengan tersenyum meremehkan
''Kurang ajar kalian menipu kami rupanya''
''Kalian saja yang bodoh''
ejek Jack
''Brengsek, habisi saja mereka''
sang pimpinan mengeluarkan perintahnya
Jack dan Max dengan cepat memutar tubuh menghindari serangan tembakan peluru
''Sial mereka lebih banyak dari kita''
Jack bersembunyi di balik mobil begitu juga dengan Max yang berada tak jauh dari Max
''Jack, hati -hati kita harus bisa menghadang mereka aku yakin Tuan Muda akan segera datang kemari, aku sudah memberitahu titik lokasi kita dan Nona ''
titah Max
''Ok''
__ADS_1
Dorrr
Dorrr
Dorr
Suara peluru terdengar dari segala arah mobil Sherliya , Jack dan Max harus berjibaku menghindari hujan peluru yang mengarah
''Kalian habisi mereka dan sebagian dari kalian ikut aku , aku yakin mobil tadi adalah mobil wanita itu''
titah pimpinan mereka
''Baik Tuan''
Sang pimpinan bersama lima orang dari mereka bergegas memasuki mobil kembali untuk mengejar Sherliya dan Dilla sementara empat orang yang lain berusaha menghadang Jack dan Max
''Mereka pergi untuk mengejar Nona kita harus cepat''
ucap Max
''Baiklah kita ahiri saja''
sahut Jack
keduanya keluar dari balik mobil dan menembakan peluru dari senjata masing-masing
Tak berapa lama ke empat orang itu jatuh tersungkur bersimbah darah
Jack dan Max segera melajukan mobil untuk mengejar mobil yang akan menyerang Nona Muda mereka
Sementara itu Robby yang mendapatkan kabar dari Jack dan Max bergegas memberitahu Erlangga
''Shittt, rupanya mereka lebih cepat dari perkiraanku''
''Robby, lacak dimana saat ini lokasi istriku dan Dilla dan perintahkan orang-orang kita untuk ke lokasi begitu kau mendapatkan lokasinya''
titah Erlangga
''Baik Tuan''
Erlangga bergegas keluar dari kantor di ikuti Robby dengan tergesa-gesa
''Tuan biar saya yang menyetir''
Robby meraih kunci dari tangan Erlangga ia khawatir Tuan Mudanya itu tak akan bisa fokus dalam menyetir mengingat kondisi Erlangga yang sedang cemas
Mau tidak mau Erlangga mengikuti apa yang Robby lakukan
Dengan kecepatan tinggi Robby membawa Erlangga untuk mencari Sherliya
''Dev, Sherliya dan Dilla saat ini dalam bahaya aku dalam perjalanan , kita bertemu di lokasi yang aku kirimkan untukmu''
Erlangga mengirimkan pesan kepada Devano
Dengan cepat Devano membuka pesan yang dikirimkan Erlangga
''Damn''
Devano bergegas meninggalkan ruang meting yang tengah ia hadiri
''Kalian cansel meting kali ini, Pak Min ikut aku''
titah Devano
''Baik Tuan''
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️
Semantara itu saat ini Sherliya dan Dilla sudah terkepung mobil yang Dilla kendarai di hadang dari arah berlawanan hingga terpaksa Dilla menghentikan laju mobilnya
''Sial, brengsek kalian semua''
geram Dilla
''Dilla, bagaimana ini ? aku takut ''
Sherliya panik
''Jangan takut aku akan melindungimu, aku akan melawan mereka , kau diam disini jangan keluar dari mobil apapun yang terjadi''
titah Dilla
''Tidak , mereka sangat berbahaya kau tak mungkin bisa menghadapi mereka sendirian''
cemas Sherliya
''Kau lupa siapa aku Sher?''
''Tidak, tetap saja aku cemas, kita hadapi mereka bersama''
kekeh Sherliya
''Tapi,...
''Tidak ada tapi-tapian kau selamat aku juga selamat kau mati aku juga mati''
tukas Sherliya
''Baiklah jika kau bersikeras , ayo kita hadapi mereka , aku tak tau bagaimana ahirnya tapi kelihatannya Jack dan Max tidak mampu melawan mereka''
Dilla kemudian melepas sabuk pengaman di pinggangnya begitu juga dengan Sherliya
Kedua wanita cantik itu pun keluar dari mobil dan todongan senjata kini tepat di hadapan keduanya
''Angkat tangan kalian jika kalian ingin selamat''
ucap pemimpin mereka
''Apa mau kalian?''
Dilla menatap tajam sang pimpinan penyerang itu
''Kami diperintahkan untuk menghabisi Sherliya ''
''APAA???''
Sherliya dan Dilla syok mendengar penuturan itu
''Siapa yang memberikan kalian perintah untuk menghabisiku?''
tanya Sherliya
''Apa Om Burhan?''
tinpah Dilla
''Jika kau sudah tau kenapa masih bertanya lagi? kalian cepat habisi kedua wanita ini''
Dilla dan Sherliya membelalakan matanya mereka tak percaya dengan apa yang mereka dengar keduanya saling memberi isyarat dan mengangguk perlahan
''Habisi aku jika kalian mampu ''
__ADS_1