
Usai makan malam Sherliya dan Erlangga memutuskan untuk menginap sesuai keinginan Pandu
Saat ini Sherliya tengah bersiap untuk tidur seperti biasa ia membersihkan dirinya terlebih dahulu
Sementara Erlangga tengah menemani Pandu bermain catur karna kebiasaannya jika Erlangga pulang maka Pandu selalu ingin ditemani main catur selama ini tak ada yang bisa mengalahkan bermain catur kecuali sang cucu meski Dirga sekalipun ia selalu menang
''Elang, apa kau sudah memberitahu istrimu tentang siapa dirimu?''
''belum Kek, Sherli belum ingat siapa diriku''
''kenapa kau tak memberitahunya saja?''
''tidak Kek, biar dia mengetahuinya sendiri aku yakin setelah ia menyadari perasaannya ia akan mengenaliku suatu saat nanti''
ucap Erlangga
''Anak muda sekarang terlalu berbelit-belit , ya sudah itu hakmu ''
tukas Pandu
''Skak mat Kek, sudah malam aku mau tidur , Kakek juga beristirahatlah ''
Erlangga sembari beranjak
''Hey.... bagaimana mungkin skak mat?'' kau pasti membodohi Kakek, jelas-jelas Kakek akan menang kenapa bisa jadi begini?''
Pandu kesal lagi-lagi ia harus kalah
Erlangga tersenyum senang melihat sang Kakek begitu kesal
''Kek, walaupun Kakek mencoba mengalihkan perhatianku tapi fokusku tidak aka teralihkan''
tukas Erlangga dan berlalu meninggalkan Pandu sendirian menahan rasa kesalnya
''Bocah itu, kenapa aku bisa selalu kalah darinya ?''
Pandu yang kesal pun bergegas meninggalkan ruang santai itu untuk beristirahat sesuai apa yang dikatakan Erlangga tadi.
__ADS_1
Erlangga memasuki kamar tidurnya dilihatnya Sherliya sudah tertidur lelap di kecupnya kening sang istri dan ia pun ikut berbaring di samping Sherliya dengan memeluk pinggang Sherliya dari belakang kebiasaan barunya yang amat ia sukai
Seolah menemukan tempat ternyamannya Sherliya membalikan tubuhnya dan menyusupkan wajahnya kedalam pelukan Erlangga
Erlangga tersenyum tipis dengan hal itu, iapun memeluk erat sang istri dan menciumi puncak kepala Sherliya dengan penuh rasa sayangnya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Pagi hari di mansion Adhibrata , Sherliya bangun pagi-pagi sekali ia ingin menyiapkan sarapan untuk Pandu dan juga Erlangga
Dibantu para pelayan Sherliya menyiapkan makanan kesukaan Pandu dan Erlangga
Para pelayan nampak kagum dengan sikap Sherliya yang ramah dan juga periang jauh dari dugaan awal mereka yang mengira Sherliya akan bersikap sombong ataupun angkuh seperti kebanyakan wanita kaya
''Nona, biar kami saja yang menyajikan semua makanannya Nona tinggal memberikan kami perintah''
tukas salah satu pelayan
''Tidak apa-apa, aku suka melakukannya lagi pula ini ku lakukan untuk suami dan Kakek mertuaku sendiri kalian jangan mencemaskan aku''
sahut Sherliya
''Kalian selesaikan menata makanannya , aku memanggil suamiku dulu dan juga Kakek ''
titah Sherliya
''Baik Nona''
Sherliya bergegas menuju kamar Erlangga dengan membawa secangkir kopi hitam kesukaan sang suami di pagi hari
Saat ia dilantai atas ia berpapasan dengan Pandu dan Pak Whang, yang baru saja keluar dari kamar mereka masing-masing
''Kakek, sarapan sudah siap, Kakek duluan saja Sherli mau membangunkan El dulu''
ucap Sherliya
''Baiklah, Kakek tunggu di meja makan untuk sarapan''
__ADS_1
Pandu dengan senyum mengembang di wajahnya di ikuti Pak Whang menuju ruang makan
Sherliya membuka pintu kamar dan menaruh cangkir kopi yang ia bawa di meja nakas , aroma dari kopi membuat Erlangga mengernyit mencium aroma kopi
''El, bangun ini sudah hampir pukul tujuh , bukannya kau harus ke kantor?''
Sherliya mencoba membangunkan Erlangga
''Emmhhh... sebentar lagi , aku masih ingin tidur''
gumam Erlangga
''Tidak El, Kakek sedang menunggu kita untuk sarapan , ayo bangun''
titah Sherliya
''Haissshh... baiklah , aku bangun tapi ada syaratnya ''
''Syarat? apa itu El?''
''Cium aku dulu baru aku akan bangun''
ucap Erlangga
''El...
''Ya , Apa???''
Sherliya membulatkan matanya tak menyangka dengan sikap Erlangga yang berubah manja terhadap dirinya mau tak mau Sherliya ahirnya mengalah dan mencium Erlangga sesuai permintaannya
Dimulai dari kening, pipi dan bibir Erlangga sesuai intruksi sang suami yang menunjuk bagian -bagian wajahnya satu persatu
''Cups... sudahkan? sekarang kau mandi dulu , aku sudah menyiapkan pakaianmu dan juga kopi untukmu ''
tutur Sherliya
''Siap Nyonya El''
__ADS_1
Erlangga dengan penuh semangat ia beranjak untuk membersihkan dirinya