Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#8


__ADS_3

Setelah merasa cukup menumpahkan perasaannya yang selama ini membuatnya tertekan Sherliya ahirnya bisa merasa lega


Vincent menemaninya berbelanja keperluannya mulai dari makanan dan beberapa pakaian.


menjelang tengah malam Sherliya kembali ke apartement dengan bantuan Vincent yang membawakan beberapa tas belanjaannya


usai berbelanja dan merapikan semua belanjaannya Sherliya memutuskan untuk beristirahat rasa lelah dan juga banyaknya masalah yang ia hadapi membuat Sherliya terlelap begitu saja


********


Ditempat lain Arya yang baru saja kembali ke rumah di buat terkejut saat mendapati sang Papa tengah menghancurkan seisi rumah yang telah di dekorasi untuk pernikahannya


Arya menghampiri semua orang yang nampak ketakutan dengan amarah sang Tuan


''Pah, ada apa ini?''


Arya pura-pura bertanya


''Arya, darimana saja kau seharian ini? apa kau tidak tau jika keluarga kita sekarang harus menanggung malu semua orang menggunjingkan keluarga kita''


ucap sang Mama


''apa maksud Mama?''


''Arya, gadis yang akan Papamu nikahi telah melarikan diri dan sampai sekarang kami belum bisa menemukan kemana gadis itu kabur''


timpah istri ketiga Tuan Tama


''Apa??? bagaimana mungkin bukankah selama ini Papa menjaga ketat gadis itu ? seperti yang Mamah katakan padaku tadi siang''


Arya berusaha untuk tetap tenang , Tuan Tama yang duduk di kursi menatap semua orang dengan tatapan kosong sia-sia sudah penantiannya selama 3 tahun menunggu gadis yang ia harapkan akan menjadi miliknya sirna sudah


''Arya, sebaiknya kau pergi ke kamarmu beristirahat jangan ikut campur urusan Papa ''


titah Tuan Tama


''baik Pah''


Arya beranjak menuju kamarnya namun baru saja ia melangkah sang Mama menghentikan langkahnya


''Arya kau belum menjawab pertanyaan Mama, darimana kau seharian ini?''


''Mah, aku keluar dengan teman-temanku kami pergi ke kota untuk bersenang-senang kenapa Mamah sekarang banyak bertanya?


'' bukankah hal biasa jika aku tak ada di rumah ''


kesal Arya


''biarkan dia kau jangan menghalanginya terus ini sudah malam dia harus beristirahat , Arya cepat kau pergi ke kamarmu jangan hiraukan Mama mu''


bentak Tuan Tama


Arya pun segera ke kamarnya sementara sang Mama nampak kesal dengan jawaban dan kata-kata sang suami yang selalu membela putra kesayangannya itu.


Wiryo dan Nilam segera menghubungi Burhan dan memberitahukan perihal tentang Sherliya melalui panggilan telpon


Burhan 📲 ''kalian benar-benar tak berguna''


Wiryo 📲''maafkan kami Tuan, kami tak menyangka jika


Sherli akan berhasil kabur kali ini''

__ADS_1


Burhan 📲'' dasar bodoh''


Burhan menutup panggilannya secara sepihak Wiryo dan Nilam saling menatap dengan penuh kekesalan


''sial, gadis itu berhasil kabur kita rugi besar Tuan Tama meminta kita mengembalikan semua uangnya, belum lagi Burhan ''


Wirya mengacak rambutnya sendiri kesal


''tak ada cara lain kita harus segera menemukan Sherli bagaimanapun caranya ''


timpah Nilam


''tapi kemana kita harus mencarinya?''


Wiryo semakin prustasi


''kemanapun kita akan bisa menemukannya dia pasti pergi ke kota ''


ucap Nilam


''kau benar besok kita pergi ke kota untuk mencarinya''


Nilam mengiyakan apa yang suaminya itu katakan keduanya semakin bersemangat untuk mencari Sherliya harta dan kemewahan membuat keduanya menjadi sosok yang berhati kejam,di tambah rasa kesal, amarah dan rasa malu membuat mereka menjadi gelap mata


Keesokan harinya Sherliya memutuskan untuk mencari pekerjaan ia tak mungkin diam saja tanpa berbuat apa-apa


dengan bantuan Arya tentunya


sebuah pesan masuk ke ponselnya


(Sher, Vincent akan mengantarmu ke Cafe milikku mulai saat ini kaulah yang akan mengelolanya, jangan menolak aku tau kau akan menolak anggap saja kau bekerja mulai hari ini padaku ... jaga dirimu Kakak belum bisa menemui untuk saat ini")


Sherliya membaca pesan Arya dengan perasaan haru begitu banyak yang telah pria itu lakukan untuknya


''baiklah Kak, aku akan mulai bekerja hari ini sesuai yang kau inginkan''


gumam Sherliya


dengan penuh semangat gadis itu mulai bersiap-siap untuk pergi Sherliya berganti pakaiannya dengan pakaian gaun sederhana yang semalam ia beli tak lupa ia merias dirinya seperlunya saja


tak lama ia pun telah siap dan segera pergi menemui Vincent yang telah menunggunya di area parkiran


''woowww, kau cantik sekali Sher, apa kau sudah siap?''


sambut Vincent


''sudah, ayo kita berangkat sekarang''


ucap Sherliya dengan tersenyum tipis


''masuklah, aku akan mengantarmu ke Cafe''


titah Vincent


''ini mobil siapa Vin?''


tanya Sherliya melihat kearah mobil yang cukup mewah tepat disamping Vincent


''ya mobilkulah masa punya orang, sudah jangan banyak tanya kita harus segera kesana ''


jawab Vincent

__ADS_1


''iya ... iya kau rupanya sudah menjadi orang sukses sekarang ''


Sherliya membuka pintu mobil dan duduk di samping Vincent yang mulai mengendarai mobilnya perlahan menuju Cafe


''semua ini berkat Arya yang telah banyak membantuku selama ini dia bukan hanya sahabat tapi juga sudah seperti saudara bagiku''


ucap Vincent


''kau benar Vin, aku juga berhutang budi padanya entah dengan apa aku bisa membalas semua yang telah ia lakukan untukku''


lirih Sherliya


''yakinlah akan ada saatnya Sher''


timpah Vincent


tak berapa lama mereka pun sampai di Cafe milik Arya sebuah Cafe yang cukup ramai di kunjungi pelanggan



Sherliya dan Vincent di sambut beberapa karyawan Cafe yang berdiri berjejer menyambut mereka dengan ramah


''Tuan Vincent selamat datang ''


''terima kasih untuk penyambutannya , kenalkan ini Nona Sherli dia yang akan mengelola Cafe mulai saat ini atas perintah Tuan Arya kuharap kalian bisa membantunya selama dia mengelola Cafe nantinya ''


titah Vincent


''baik Tuan Vincent, dengan senang hati kami akan membantu Nona ''


ucap para karyawan serempak


''terima kasih untuk semuanya tolong bantuannya dan semoga kalian tidak keberatan dengan keberadaan saya disini''


ucap Sherliya


''jangan bicara seperti itu Nona, kami senang mempunyai atasan sebaik dan secantik Nona Sherli selamat datang dan selamat bergabung''


Sherliya begitu senang karna semua orang mau menerimanya dengan baik , Vincent menunjukan ruangan yang akan di tempati Sherliya untuk bekerja


''Vin, kau tau begitu banyak tentang Cafe ini apa jangan-jangan kau yang selama ini mengelola Cafe ini?


tanya Sherliya


''begitulah, berkat kau aku tak akan kerepotan lagi dan aku bisa fokus mengelola apartement''


tutur Vincent


''ini semua kejutan yang luar biasa Vin, kau dan Kak Arya sudah banyak membantuku terima kasih ''


ucap Sherliya


''jangan berterima kasih terus mulai sekarang kau harus bisa membuktikan pada kami kalau kau bisa menjadi gadis yang kuat dan tangguh jangan bersedih lagi''


tulus Vincent


''hm.. aku janji aku tak akan mengecewakan kalian ''


Sherliya dengan penuh semangat


Vincent dan Sherliya pun berpelukan saling memberikan semangat satu sama lain.

__ADS_1


Sherliya Prameswari



__ADS_2