Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#11


__ADS_3

Sherliya dan pemuda disampingnya larut dalam tatapan masing-masing hingga asisten pribadi sang Tuan Muda mengeluarkan suaranya


''Nona kita sudah sampai di Cafe anda''


''ah... i-iya maaf ''


Sherliya nampak gugup tanpa terasa rupanya mobil yang membawanya sudah sampai di Cafe iapun berusaha untuk segera turun


''tunggu, siapa namamu Nona ?''


tanya pria disampingnya dan replex menarik tangan Sherliya


Sherliya menatap sang pria dan berusaha menarik tangannya


''maaf, aku tak sengaja menarik tanganmu''


ucapnya dengan melepaskan tangan Sherliya


''namaku Sherli, Tuan Muda''


ucap Sherli


''hanya itu? nama keluargamu ?''


Sherliya terdiam mendengar pertanyaan sang Tuan Muda ia tak ingin orang lain tau siapa dirinya karna mungkin ia akan di anggap mengada-ngada mengingat situasinya saat ini


sang Tuan Muda melihat Sherliya yang terdiam terlihat dengan jelas kesedihan di wajahnya


''tidak apa-apa jika kau tak ingin memberitahuku, apa kau benar-benar lupa padaku ?


ucap sang Tuan Muda


Sherliya menoleh ke arah Tuan Muda itu ia mulai mengingat-ngingat wajah sang Tuan Muda itu beberapa saat dan bayangan saat malam ia melarikan diri bersama Arya ia menabrak seseorang di restoran melintas begitu saja


''Kau, pria yang menolongku malam itu saat di restoran?''


tanya Sherliya


''benar, rupanya kau masih mengingatku ''


''tentu saja Tuan Muda, aku tak akan melupakan orang-orang yang sudah menolongku termasuk anda Tuan Muda''


tutur Sherliya


''Erlangga , namaku Erlangga Adhibrata panggil saja namaku jangan pakai embel-embel Tuan Muda''


ucap sang Tuan Muda


asisten pribadi yang mendengar kata-kata sang Tuan nampak semakin terkejut dengan semua yang ia dengar barusan


''baiklah jika kau tak keberatan , aku akan memanggilmu dengan Kak El bagaimana?''


tanya Sherliya


''cukup bagus aku suka mendengarnya ''

__ADS_1


tukas Erlangga


''ya sudah, terimakasih sudah mengantarku sampai jumpa lagi lain waktu ''


Sherliya ahirnya turun dari mobil Erlangga dan berpamitan


Erlangga membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan pada gadis itu


''sampai jumpa lagi Sher''


pamitnya


Sherliya melambaikan tangan dengan senyum tipis di bibirnya


''sampai jumpa''


mobil sport mewah itupun berlalu meninggalkan Sherliya yang beranjak masuk menuju Cafe


''kau kemana saja lama sekali ?


tiba-tiba suara Arya mengejutkan Sherliya


''maaf , Kak tadi aku mengunjungi makam kedua orang tuaku setelah lama hari ini aku baru bisa mengunjungi mereka lagi ''


ungkap Sherliya


''kenapa kau tak bilang? Kakak terus menghubungi ponselmu tapi tak tersambung apa ponselmu mati Kakak sangat mengkhawtirkanmu ''


tukas Arya


''iya Kak, ponselku mati ''


Arya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah Sherliya


''dasar kau ini ''


Arya mengguyar rambut Sherliya dengan gemas , sementara Sherliya memeluk dirinya senang


''aku merindukan Kak Arya, kukira Kakak tak akan datang kemari''


ucap Sherli


''tentu saja Kakak pasti datang, mungkin hanya sesekali kau tau kan Kakak harus membantu Papa dulu di desa dengan semua pekerjaan dan urusan disana ''


ungkap Arya yang menarik tangan Sherliya kembali keruangan kerja Sherliya merasa tak enak hati dengan semua orang yang menatapnya juga para karyawan


''oh iya Kak, bagaimana siatuasi disana? apa mereka masih mencariku?''


tanya Sherliya sembari duduk di sofa


''begitulah Papa masih ingin menjadikanmu istrinya dan kedua orangtuamu juga kedengar ikut mencarimu juga karna ancaman Papa untuk mengembalikan semua uang yang telah mereka ambil''


jelas Arya


''mereka bukan orang tua ku Kak''

__ADS_1


''APA???


Arya menatap Sherliya tak percaya dengan apa yang ia dengar


Sherliya ahirnya menceritakan semua yang terjadi pada dirinya juga siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana ia bisa sampai ke tangan Wiryo dan Nilam hingga menjadi pengantin untuk Tuan Tama


Arya begitu terkejut mendengar semua penuturan Sherliya ia tak menyangka jika perjalanan Sherliya begitu rumit dan penuh penderitaan


Sherliya sengaja menceritakan semuanya pada Arya karna ia yakin Arya bisa dipercaya setelah semua yang Arya lakukan untuknya selama ini untuk dirinya


''shiittt, demi harta mereka tega membuangmu , Sherliya kau harus bangkit jangan mau ditindas lagi dengarkan Kakak , kakak akan mendukungmu apapun yang akan kau lakukan ''


ucap Arya


''terima kasih Kak, aku tau Kakak akan selalu mendukungku setelah semua orang yang memanfaatkan ku selama ini kau datang sebagai penolongku kau ... kau adalah dewa penolong untukku Kak... hikss.. hikss


isak Sherliya


Arya menghampiri Sherliya dan memeluknya tangis Sherliya pecah sudah dan ia terisak dalam pelukan Arya


''hari ini aku ke pemakamam Papa dan Mama a-aku sangat merindukan mereka Kak, kenapa saat kecelakaan itu aku tidak mati saja bersama mereka ...


''kenapa aku harus hidup dengan tuduhan aku yang melenyapkan mereka dan dianggap pembawa sial oleh Kakekku sendiri... kenapa ... kenapa Kak.... hiks... hikss''


Sherliya semakin tersedu di pelukan Arya sementara pria itu tak bisa berbuat apapun ia membiarkan Sherliya menangis dalam pelukannya


''semua yang terjadi adalah takdir Tuhan, Sher kau harus kuat dan tegar menghadapi semuanya Kakak yakin suatu hari nanti akan ada kebahagiaan yang menantimu ''


ucap Arya mencoba menenangkan


''apa Kakak yakin?


tanya Sherliya


''kau harus yakin, karna tak selamanya langit akan gelap pasti cahaya akan datang menyinari begitu juga dengan hidupmu kau harus yakin dan kau harus bisa membuktikan kau bukan anak pembawa sial ataupun penyebab kematian kedua orang tuamu ''


''tapi bagaimana caranya Kak?''


''kau bisa memulainya dengan menjadi orang sukses , kau mulai dengan Cafe buktikan kau mampu dan bisa jangan biarkan orang lain menindasmu terus menerus dan jangan berikan kesempatan orang terus menghinamu ''


tutur Arya


''kau benar Kak, aku harus bisa membuktikan siapa diriku yang sebenarnya aku tak akan membiarkan kematian kedua orang tuaku sia-sia dan orang-orang itu bebas begitu saja ''


Sherliya mengusap air matanya dengan penuh semangat ia akan berjuang dan membalas semua yang telah ia alami selama ini dengan bantuan Arya tentunya


''mulai saat ini tak ada lagi Sherliya yang lemah mulai saat ini aku akan berusaha untuk kuat dan tegar demi orangtuaku dan aku harus melindungi Kakek dari kekejaman Om Burhan dan Tante Miranda juga Yola''


tekad Sherliya , Arya mengangguk memberikan dukungannya pada gadis itu


''Kakak yakin kau bisa ''



Arya Wiratama

__ADS_1


__ADS_2