Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#16


__ADS_3

Erlangga membawa Sherliya ke ruangan di khusus dimana biasa Arnas bekerja mendesain gaun-gaunnya


''El, apa yang kau lakukan ? lepaskan tanganku kau membawaku kemana?''


Sherliya mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Erlangga


Erlangga melepaskan tangan Sherliya namun dengan satu tarikan ia malah menarik gadis itu kedalam pelukannya dengan satu tangan memeluk pinggangnya erat dan satu tangannya mengelus wajah Sherliya


''Sher, kau tau? kau membuatku tak bisa jauh darimu entah apa yang terjadi denganku yang jelas aku tak bisa jauh lagi darimu ''


bisik Erlangga dengan menatap sendu Sherliya tangannya terulur mengelus wajah dan bibir gadis dalam pelukannya itu


''El...


lirih Sherliya , ia pun menatap Erlangga dengan tatapan yang sama dan tanpa basa basi lagi Erlangga langsung ******* bibir Sherliya di kecapnya dan diabsen seluruh isi mulut Sherliya yang kini terasa bagai candu baginya


Sherliya meremas jas yang Erlangga gunakan ia pun kini perlahan membalas semua yang Erlangga lakukan di bibirnya membiarkan nalurinya untuk menjajahnya menikmati rasa yang baru pertama ia rasakan itu


''emmh....''


suara lenguhan itu keluar begitu saja dari mulut Sherliya saat Erlangga mulai liar dengan permainannya tangan sang Tuan Muda mulai meremas punggung Sherliya yang terbuka karna gaun pengantin yang Sherliya kenakan memang model terbuka


''El... aaahh...


******* Sherliya semakin terdengar saat Erlangga mulai menjelajahi leher jenjangnya memberikan rasa geli dan juga nikmat yang semakin membuat suasana memanas Erlangga semakin terpacu saat Sherliya memanggil namanya dan meremas rambutnya kala ia mulai menikmati kedua aset Sherliya yang menyembul keluar akibat ulahnya begitu putih dan berisi Erlangga semakin berhasrat untuk menikmatinya


Erlangga mendudukan Sherliya dimeja kerja Arnas pria itu semakin menggila menikmati keindahan tubuh Sherliya yang kini hampir setengah telanjang di hadapan Erlangga


''El... aahh...


Sherliya semakin tak terkendali menikmati semua sentuhan Erlangga , pria itu menciumi dan seluruh dadanya dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan Erlangga kembali mendaratkan ciumannya di bibir Sherliya


''maafkan aku sayang... aku khilap ''


Erlangga memadukan keningnya ke kening Sherliya ia juga merapikan kembali gaun Sherliya dan rambutnya yang berantakan akibat ulahnya


Sherliya menatap Erlangga dengan lirih ia menangkup wajah pria itu dan mengelus wajahnya


''tidak apa -apa aku juga sama denganmu , mungkin jika kau tak berhenti aku yang tak akan bisa mengendalikan diriku sendiri''


ucap Sherliya


''besok aku akan menikahimu , aku tak bisa menunggu lagi lebih lama''


tukas Erlangga


''baiklah sesuai keinginanmu El, tapi ....

__ADS_1


Sherliya terdiam


Erlangga menatap Sherliya


''jangan khawatirkan keluargamu aku tak akan benar-benar melakukannya , aku tau bagaimanapun kau pasti mencemaskan Kakekmu itu aku tak ingin membuat wanitaku bersedih ''


tutur Erlangga


''sungguh El?''


Sherliya melompat kedalam pelukan Erlangga spontan ia lakukan saking senangnya


''untukmu apapun akan ku lakukan asal kau bahagia''


tulus Erlangga


''terima kasih ''


Sherliya memeluk Erlangga dengan bahagia, begitu juga Erlangga yang menciumi puncak kepala Sherliya entah apa yang ia rasakan untuk gadis itu namun yang ia yakinni ia harus melindungi dan mempertahankan wanita yang perlahan mengisi hatinya itu


********


Di sisi lain perusahaan Prameswari tiba-tiba mendapatkan surat peringatan yang dikirimkan Erlangga melalui Robby sang asisten


Burhan membelalakan matanya tak percaya dengan surat peringatan yang ia terima itu amarah langsung mengusai dirinya saat ia tahu jika itu karna ulah Yola sang putri yang telah berani menghina calon istri Erlangga dihadapan umum


''Yola''


Burhan memanggil-manggil nama Yola dengan berteriak-teriak membuat semua orang di rumah itu keluar dan terkejut dengan teriakan Burhan


''suamiku ada apa kenapa kau berteriak -teriak ? dan kenapa kau terlihat marah seperti ini?''


cerca Miranda sang istri


''dimana anak sialanmu itu?''


geram Burhan


''kau kenapa ? dia juga anakmu bukan hanya anakku''


Miranda kesal dengan jawaban Burhan


''jangan membuatku semakin kesal , dimana anak itu ?''


''aku disini Pah, ada apa sih teriak -teriak seperti di hutan saja''


sahut Yola

__ADS_1


Burhan yang sedang dibakar amarah semakin kesal dengan ucapan sang putri


''dasar anak tidak tau di untung , kau lihat akibat ulahmu investor terbesar perusahaan kita menarik semua sahamnya dan memberikan peringatan karna ulahmu yang telah berani menghina calon istrinya di hadapan umum apa kau sudah gila hah.... ''


bentak Burhan


Miranda menutup mulutnya terkejut dengan penuturan Burhan pantas saja suaminya itu begitu emosi


''Yola, apa yang Papamu katakan ini ? sebenarnya apa yang kau lakukan ?''


timpah Miranda


''ma-maafkan Yola Pah , Yola tidak sengaja Yola tidak tau jika wanita sialan itu calon istrinya Tuan Erlangga ''


tukas Yola


''kau benar-benar tidak berguna , kau hanya bisa menyusahkan orangtuamu saja dan sekarang karna ulah mu perusahaan rugi besar''


Burhan semakin geram


''kau bukannya kau ajari anakmu untuk mendekati Erlangga setelah aku dengan susah payah menjalin kerjasama dengannya , tapi malah putrimu itu hancurkan sia-sia saja usahaku selama ini benar- benar tak berguna kenapa aku memiliki putri sebodoh dirimu ?''


kesal Burhan ia pun melempar surat peringatan ditangannya ke wajah Yola


''kau lihat karna ulahmu Papamu berani membentakku dasar kau ini selalu bikin masalah menyusahkan orang tua saja benar apa yang Papamu katakan kau memang anak yang tidak berguna''


timpah Miranda


Yola semakin kesal dan geram dengan ucapan kedua orangtuanya dendamnya semakin menjadi kepada Sherliya dengan mengepalkan tangannya Yola merobek surat di tangannya


''aku membencimu wanita miskin... aku akan membalas semua yang telah kau lakukan padaku aku membencimu tunggu pembalasanku''


Yola dengan berteriak dan melempar semua kertas ia robek ke udara


Kakek Dirga yang mendengar dan melihat keributan itu hanya bisa menarik napas panjang bersama asisten pribadinya


''entah kapan rumah ini akan mendapatkan kedamaian kembali ? dimana cucuku sekarang Pak Whang? aku tak tau dimana dan apakah dia membenciku atau tidak karna semua yang kulakukan padanya di masa lalu''


lirih Kakek Dirga


''anda jangan terlalu banyak berpikir Tuan, saya yakin Nona muda baik-baik saja''


jawab Pak Whang


''semoga saja apa yang kau katakan itu benar Pak Whang semoga saja''


Kakek Dirga dengan kembali memasuki kamar pribadinya terlihat jelas di wajah pria tua itu kerinduan untuk sang cucu yang telah ia sia-siakan selama ini

__ADS_1


__ADS_2