
''Apa kabarmu Dirga sudah lama kita tak bertemu?''
Kakek Pandu menyapa Kakek Dirga
''Sudah lama kita tak bertemu rupanya kau semakin sehat dan berumur panjang''
ucap Kakek Dirga
''Tentu saja, semua berkat Sherliya yang mengurusku selama ini bukankah aku sangat beruntung ? dan kata gadis pembawa sial itu tidak pantas kau berikan pada cucu kesayanganku''
sinis Kakek Pandu
Kakek Dirga tersenyum tipis dalam hati ia begitu senang karna Sherliya bersama orang-orang yang tepat
''Begitukah ? bagus kalau begitu setidaknya aku bisa tenang dan tak di hantui lagi rasa bersalah pada putraku Fatan dan menantuku Larasati''
gumam Kakek Dirga
''Elang, bawa Sherliya kita pulang sekarang sudah cukup pestanya''
titah Kakek Pandu
''Baik Kek, sayang ayo kita pulang''
tukas Erlangga
Sherliya mengangguk dan mengikuti Erlangga juga Kakek Pandu setelah berpamitan pada Devano dan Dilla
''Kakek Dirga , pesta ulang tahun kacau karna ulah Kakek dan juga anak angkat Kakek itu aku benar-benar kecewa denganmu Kek, kau selalu buta untuk melihat kebenaran yang ada di depan matamu''
Dilla dengan perasaan kesal dan kecewanya
''Dilla''
Devano menarik tangan Dilla agar adiknya itu tak keterlaluan mengingat temperamennya
''Kak Dev, jangan mencoba untuk menghentikanku mengatakan kebenarannya aku kecewa padamu Kek aku sangat kecewa aku membencimu sama seperti Sherliya membencimu''
''Dilla, dengarkan Kakak sudah hentikan sia-sia kau bersikeras memberitahu Kakek hatinya sudah tertutup dengan kebencian yang orang-orang itu tanamkan''
Devano melirik Burhan istri dan putrinya dengan tatapan penuh kebencian
''Kau berani pada kami?''
Yola menatap Devano dan Dilla tak terima dengan perkataan sang Tuan rumah
''Tentu saja untuk kalian memang siapa lagi? di sini yang menginginkan milik orang lain dengan menghalalkan segala cara yang memalukan''
sinis Dilla
__ADS_1
''Kau, tutup mulut kotormu itu ''
teriak Yola
''Kau berani menghina adikku, pengawal usir mereka semua dari mansionku''
titah Devano
''Baik Tuan Muda''
''Yola apa yang kau lakukan ? kau buat kedua orangtuamu dalam masalah''
bentak Miranda
''Tapi dia menghina kita duluan Mah''
Yola tak terima dengan apa yang Miranda ucapkan kesal dan amarah mengusai dirinya
''Kakek maaf tapi sepertinya kami tak bisa menerima tamu yang menghina kami silahkan kalian untuk pergi dari mansionku''
tegas Devano
Kakek Dirga mengerti akan sikap Devano dan Dilla yang kecewa akan sikapnya ia pun segera meninggalkan kediaman Devano di ikuti Burhan , Miranda dan Yola
''Kalian benar-benar membuatku malu ''
bentak Kakek Dirga
Begitu juga dengan Miranda dan Yola keduanya merasa malu dengan kejadian barusan semua orang kini tau semua kebusukan mereka dan siapa cucu Prameswari tanpa di sengaja terungkap sudah kehadapan publik
Di acara pesta ada beberapa wartawan merekam semua kejadian di pesta dan sudah di pastikan akan menjadi berita utama esok
☘️☘️☘️☘️☘️
Dilla merasa kecewa dengan sikap Kakek Dirga pun memilih untuk menghentikan pesta
Devano tak bisa lagi berkata-kata akan sikap keras adiknya itu
Arya dan Vincent pun yang melihat semua kejadian itu turut kecewa dan mengerti apa yang saat ini Dilla rasakan
Dilla duduk di pinggir kolam renang dengan menatap bintang-bintang dilangit
''Ar, sebaiknya kau bicara dengannya''
ucap Vincent
''Aku tunggu di depan kita pulang saja''
Vincent pun beranjak , sementara Arya berjalan ke arah Dilla
__ADS_1
''Kau masih disini?''
tanya Dilla saat Arya duduk disampingnya
''Hemm... aku akan pulang sebentar lagi Vincent sudah menunggu di depan''
jawab Arya
''Kalau begitu pulang sana jangan buat Vincent menunggu''
''Aku ingin bicara denganmu dulu, melihatmu seperti ini aku jadi cemas''
tukas Arya
Dilla menatap Arya dengan intens dan tersenyum tipis ia merasa senang dengan ucapan Arya
''Aku tidak apa-apa aku hanya kecewa dengan sikap Kakek Dirga , entah seberapa kecewanya Sherliya dulu dan sekarang aku mencemaskannya''
tutur Dilla
''Aku tau, aku juga memikirkannya tapi untuk saat ini berbeda dulu Sherli sendirian tapi sekarang dia ada Erlangga juga Kakek Pandu di sisinya kau lihat bagaimana dia tadi kan?''
Arya menatap Dilla dengan lembut dengan tatapan penuh arti dan menenangkan saat Dilla balas menatapnya
''Kau benar Ar... mungkin aku terlalu berlebihan tapi aku sangat menyayangi Sherliya di satu-satunya sahabat yang ku miliki''
''Aku tau, sudah jangan cemas lagi ini hari ulang tahunmu kan? jangan bersedih atau aku akan cemas sepanjang malam''
tukas Arya
Dilla terdiam dengan wajah memerah saat Arya berkata demikian
''A-apa maksudmu Ar?''
Dilla gugup
''Aku tau kau mengerti maksudku Dilla , aku pulang dulu cepat masuk sudah larut malam''
Arya menghindari tatapan Dilla
''Baiklah, sampai jumpa lagi''
Dilla bangkit dari duduknya bersamaan dengan Arya keduanya berjalan bersamaan dan berpisah di pintu masuk mansion
Hal itu tak luput dari pandangan Devano yang mengulas senyum tipis di bibir indahnya
''Adikku rupanya sudah dewasa''
gumam Devano
__ADS_1
Devano Anggarafaza