
Sherliya bergegas melajukan mobilnya sepanjang perjalanan air mata tak hentinya membasahi wajahnya pertemuannya dengan Kakek Dirga membuat luka hati Sherliya kembali menganga
Tak berapa lama Sherliya pun sampai di apartement dengan cepat ia memarkirkan mobilnya dan mengeluarkan semua belanjaannya dan kembali mengunci mobilnya
Sherliya menaruh semua belanjaannya di dapur begitu ia masuk ke apartement ia pun membereskan semua belanjaannya ke dalam lemari pendingin ia tak ingin larut dalam kesedihannya dan mencoba untuk melupakan semua yang terjadi
ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Erlangga ataupun semua orang
setelah selesai dengan menaruh semua belanjaannya Sherliya mengambil piring dan menikmati nasi goreng yang tadi ia beli
meskipun dengan perasaan sesak yang kini menghimpit dadanya ia berusaha menekan perasaannya saat mengingat pertemuannya dengan Kakek Dirga
air mata masih saja menetes di pipinya walaupun berusaha ia tepis rasa sakit dihatinya terlalu dalam melukai perasaan sayang nya terhadap sang Kakek iapun kembali menangis di meja makan
''Kakek... kenapa Kakek tega memperlakukan aku begitu kejam... hikss... hiksss... ''
Sherliya menangis sendirian di apartement mewah itu memecah kesunyian malam entah kemana Erlangga namun waktu hampir jam sepuluh malam suaminya itu belum menunjukan akan pulang semakin membuat dirinya merasa terpuruk dimalam pertamanya hanya kesedihan yang menemaninya
beberapa saat kemudian Sherliya beranjak dari duduknya dan hanya memakan nasi goreng itu sebagian rasa laparnya hilang sudah berganti dengan kesedihan yang dirasakannya
Sherliya memilih untuk kekamar ia mencuci wajahnya dan terlihat dengan jelas kedua matanya sembab karna terlalu banyak menangis begitu ia melihat pantulan wajahnya di cermin
begitu selesai Sherliya merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan tak lama iapun terlelap begitu saja rasa lelah dan kesedihan yang ia rasakan membuatnya ingin segera beristirahat melupakan semua masalah yang kini dihadapinya
Beberapa saat kemudian Erlangga datang ia memasuki apartement pukul sebelas malam
pria itu menuju dapur dan melihat isi lemari pendinginnya yang terlihat penuh dengan berbagai keperluan makanan untuk beberapa waktu
ia tersenyum simpul dan meraih kaleng minuman ringan untuk melepaskan dahaganya
iapun berjalan menuju meja makan dimana nasi goreng Sherliya masih ada disana yang hanya dimakan sebagian oleh sang istri
Erlangga mencoba mencicipi makanan tersebut namun tak berapa lama ia memuntahkan kembali nasi goreng yang terasa membakar mulutnya
''kenapa ia memesan makanan begitu pedas begini ? pantas ia tak memakannya ''
gumam Erlangga sembari menenggak minumannya kembali rasa pedas benar-benar membakar mulutnya selama ini pria itu memang tak menyukai makanan pedas
__ADS_1
Erlangga berjalan menuju kamar , saat ia masuk ke kamar ia membuka jas yang kenakan dan melemparnya entah kemana ia juga menaruh ponsel dan membuka sepatu yang ia kenakan
Erlangga menghampiri Sherliya yang tidur meringkuk di ranjang miliknya dengan gaun tidur nya memperlihatkan paha putih dan juga dadanya yang terpampang jelas dimata Erlangga membuatnya beberapa kali menelan salivanya sendiri
Erlangga meraih selimut untuk menyelimuti Sherliya, Erlangga terkejut saat mendapati wajah sembab sang istri dan air mata masih membasahi sudut mata Sherliya perlahan tangan Erlangga terulur untuk mengusap air mata itu
''kau pasti menangis terus dari tadi''
gumam Erlangga
pria itu membenahi rambut Sherliya yang jatuh menutupi wajahnya ditatapnya sang istri yang terlihat begitu cantik meskipun dalam keadaan tidur
Erlangga larut dalam pesona Sherliya hingga tanpa sadar ia mengusap bibir sang istri dan mendaratkan ciumannya di bibir Sherliya yang selalu membuatnya kecanduan
''andai kau tau apa yang kurasakan saat ini sayang, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu''
bisik Erlangga
tak ingin tidur Sherliya terusik iapun memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu
beberapa saat kemudian Erlangga telah selesai membersihkan diri dan memutuskan untuk beristirahat
Erlangga membaringkan tubuhnya di samping Sherliya sekilas ia mengecup kening sang istri yang kini tidur dengan posisi terlentang
Erlangga perlahan memejamkan matanya dan tak lama iapun terlelap di samping Sherliya yang kini memeluknya dengan erat seolah menemukan kenyamanan wanita itu membenamkan wajahnya dalam dekapan Erlangga tanpa sadar.
☘️☘️☘️☘️☘️
Sinar matahari menyinari sepasang suami istri yang terlelap saling berpelukan
Erlangga membuka matanya terlebih dahulu dan sejenak ia terkejut mendapati Sherliya tidur memeluk dirinya
Erlangga tak bisa bergerak leluasa saat ini bagian tubuh dirinya dan Sherliya menempel satu sama lain apa lagi Sherliya memeluknya erat bagaikan guling
Erlangga melirik ke dada Sherliya yang menempel di dada bidangnya ia hanya bisa menarik napas berat melihat kedua bukit kembar itu seperti memanggil-manggil dirinya untuk ia sentuh
pikiran -pikiran liar memenuhi otak Erlangga nafasnya kian terasa berat apalagi dibawah sana sudah meronta-ronta membuat Erlangga semakin tersiksa
__ADS_1
''shitttt, kenapa kau mengujiku begitu berat sayang?'
Erlangga mengumpat dalam diamnya perlahan ia melepaskan pelukan Sherliya pada tubuhnya sejenak sang istri menggeliat namun masih betah dalam tidurnya Erlangga mendudukan dirinya dan menatap sang istri
ia pun membelai wajah Sherliya dengan tatapan penuh cinta
''bagaimana kau bisa begitu pulas setelah menyiksaku semalaman ?''
gumamnya
Erlangga menunduk dalam mulai menciumi bibir Sherliya awalnya ia hanya ingin mencium Sherliya sekilas namun lama kelamaan ia tak bisa mengendalikan dirinya dan ciuman itu pun semakin menuntut
Erlangga menciumi bibir Sherliya dengan intens ia ******* dan menyesap bibir mungil itu dengan penuh hasrat hingga ia pun turun ke leher jenjang Sherliya dan meninggalkan jejak kepemilikan
tubuh Sherliya menggeliat dengan sentuhan Erlangga seolah ia berada dalam mimpi indah yang membuat dirinya tak ingin terbangun dan menikmati semua sentuhan -sentuhan yang Erlangga lakukan
''emmhhh... aaahhh.... ''
lenguhan Sherliya lolos begitu saja dari bibirnya saat Erlangga kini tengah menikmati kedua gunung kembarnya dengan penuh kelembutan
mendegar ******* Sherliya , Erlangga semakin bersemangat melanjutkan permainannya ia menyesap dan menjilati puncak gunung kembar Sherliya dengan penuh nafsu
Sherliya meremas sprei tempat tidur saat sentuhan Erlangga semakin membuatnya tak terkendali
" benarkah ini mimpi? tidak mimpi ini terlalu nyata jika ini mimpi ahh... siapa ... siapa yang menyentuhku? El.... apa itu kau... El.... "
Sherliya membuka matanya perlahan ia terkesiap mendapati Erlangga tengah mengungkung dirinya dan mencumbunya
Erlangga menatap Sherliya begitu ia mendengar Sherliya memanggil namanya
''sayang... aku...
kata-kata Erlangga terhenti begitu saja saat Sherliya menangkup wajahnya dan memagut bibirnya penuh kelembutan
''apa ini artinya aku bisa melanjutkannya?''
tanya Erlangga
__ADS_1
Sherliya menatap mata Erlangga yang berkabut penuh damba dengan yakin Sherliya mengangguk perlahan tanda setuju