
Sesuai dengan apa yang di rencanakannya Wiryo dan Nilam pergi ke kediaman Prameswari
Pagi -pagi sekali keduanya di sambut pelayan rumah
''Maaf siapa kalian?''
tanya pelayan rumah
''Tolong beritahu Tuan Burhan jika Wiryo dan Nilam ingin bertemu''
''Baik Tuan, silahkan masuk dan tunggu diruang tamu''
ucap sang pelayan
Wiryo dan Nilam mengikuti arah yang ditunjuk pelayan dan duduk di sofa sepasang suami istri itu menatap sekeliling ruangan yang nampak mewah
Dibeberapa sudut terdapat foto keluarga Prameswari menghiasi dinding
''Suamiku bukankah ini Sherli?''
Nilam menunjuk salah satu foto
Wiryo mengikuti arah pandang sang istri dan tersenyum penuh arti
''Kau benar istriku dia Sherliya, sepertinya rencana kita akan berhasil''
ucap Wiryo
''Siapa kalian ?''
tiba-tiba suara bariton seseorang mengejutkan suami istri itu
''Ka-kami ingin bertemu Tuan Burhan, Tuan saya Nilam dan ini suami saya Wiryo''
Nilam dengan terbata-bata
''Tuan Burhan sedang sarapan kalian, tunggulah sebentar''
ucap pria paruh baya yang tak lain adalah asisten pribadi Dirga
''Baik Tuan, kami akan menunggunya ''
Nilam dan Wiryo kembali duduk di sofa, sementara itu sang asisten pergi untuk melangkah kedalam ruangan yang lain namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Burhan
''Apa yang kalian lakukan disini? beraninya kalian datang ke rumahku''
Burhan terlihat kesal di ikuti Miranda dan juga Yola di belakangnya
''Pah, siapa mereka ? ''
__ADS_1
tanya Miranda
''Tuan, maafkan kami jika kedatangan kami membuat anda terkejut kami kemari karna ada sesuatu yang ingin kami sampaikan''
ucap Wiryo tenang
''Apa itu?''
Burhan , Miranda dan Yola duduk berhadapan dengan suami istri itu
''Ini tentang keponakan anda Tuan''
kembali Wiryo membuka suara
Burhan melihat kesana kemari, takut ada yang datang atau mendengar apa yang mereka bicarakan , asisten Dirga yang bersembunyi di belakang pintu terkejut mendengar nama Nona Mudanya di sebut ia pun memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan itu
''Katakan apa itu, jangan bertele-tele aku tak punya banyak waktu''
ucap Burhan
'' Tuan sesuai perintahmu kami telah mengawasi dan menjaga keponakanmu selama tiga tahun terahir, tapi sekarang kami tak bisa menemukannya jadi kami memutuskan untuk kembali ke desa''
tutur Wiryo
''Lantas ada urusan apa kalian datang kemari, jika kalian memutuskan untuk kembali?''
''Nyonya, kami hanya ingin meminta hak kami suamimu sudah memerintahkan kami mengawasi dan menjaga keponakan kalian kami hanya meminta ganti rugi atas apa yang telah kami lakukan selama menjaga keponakan kalian''
timpah Nilam
''Jadi kalian ingin uang begitu?''
Burhan menatap tajam Wiryo dan Nilam
''Apa kalian tidak berpikir dulu sebelum datang kemari? kalian pikir aku akan memberikan kalian uang begitu saja tugas yang ku berikan pada kalian saja tidak kalian lakukan dengan benar''
geram Burhan
''Apa Tuan, ingin menolak permintaan kami ? baiklah kami akan memintanya pada Tuan Dirga dia pasti mau memberikannya ''
ancam Wiryo
''Kalian mengancamku? kalian pikir aku takut pada ancaman kalian''
Burhan beranjak dari sofa
''Kami bukan mengancam , kami hanya akan mengatakan yang sebenarnya jika kau yang telah menyingkirkan orangtua Sherli dan kau juga telah membuat hidup gadis tak berdosa menderita selama ini''
tukas Nilam tak kalah sengit
__ADS_1
''Silahkan kalian lakukan , aku yakin tidak ada orang yang akan mempercayai omongan kalian dengan mudah aku akan menjebloskan kalian kedalam penjara dengan tuduhan penculikan keponakanku dan memaksanya untuk menikahi pria tua sebagai penebus hutang ''
''Lagi pula kalian tak mempunyai bukti atas semua ucapan kalian sementara aku dengan mudah bisa melenyapkan kalian berdua ''
Burhan dengan tegas dan penuh ancaman membuat Wiryo dan Nilam tak bisa berkutik
''Cepat tinggalkan rumahku dan jangan pernah kalian menginjak rumah ini lagi jika kalian masih menyayangi nyawa kalian''
Burhan balik mengancam
Wiryo dan Nilam terpaksa menuruti perintah Burhan yang tak main-main dengan cepat keduanya pergi meninggalkan kediaman Prameswari
''Pah, apa kau akan membiarkan mereka pergi begitu saja, bagaimana jika mereka buka mulut seperti ancaman mereka tadi?''
tanya Miranda cemas
''Iya Pah, apa yang Mama katakan benar lebih baik kita singkirkan mereka sebelum mereka membuat ulah lagi beruntung tidak ada yang tau kedatangan mereka''
timpah Yola
Burhan segera maraih ponselnya dari dalam saku celananya dan menghubungi anak buahnya
''Kalian , singkirkan Wiryo dan Nilam secepatnya dan jangan sampai meninggalkan jejak ''
titah Burhan
''Kalian yang memintaku melakukan ini''
gumam Burhan
Miranda dan Yola tersenyum lega karna masalah mereka sudah teratasi , tanpa sadar apa yang mereka lakukan di dengar asisten Tuan Dirga
Diam-diam sang asisten segera menuju ruangan Tuan Dirga untuk memberitahukan semuanya
''Tuan Besar''
panggil sang asisten
''Ada apa? kau kelihatan cemas wajahmu juga pucat apa ada sesuatu yang terjadi?''
tanya Dirga
''Tuan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan,tapi tidak disini sebaiknya kita keluar rumah seperti biasanya agar tidak ada orang yang akan curiga''
ucap sang asisten
''Baiklah kau atur saja''
Dirga paham apa maksud sang asisten, ini pasti ada hubungannya dengan sang cucu
__ADS_1