Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#32


__ADS_3

''Nona maafkan saya, saya tidak tau jika Tuan Muda sedang ada tamu''


Robby menunduk dihadapan Sherliya yang menatapnya tajam


''Suami???''


gumam Nadia yang kemudian bangun dari lantai dan merapikan pakaiannya


Sherliya berjalan menghampiri Erlangga dan Nadia dan menaruh paperbag yang ia bawa di meja sofa ruang kerja mewah itu


''Benar Nona SUAMI,yang kau peluk barusan itu suamiku ''


Sherliya yang kini berdiri dihadapan Nadia


''Tidak, itu tidak mungkin Elang belum menikah kau pasti bohong dia tunanganku ''


Nadia mencoba menyangkal


Sherliya memejamkan matanya saat ia mendengar pengakuan Nadia jika wanita itu tunangan suaminya sakit itulah yang kini Sherliya rasakan sesak dan perasaan kesal menjadi satu


( tunangan? apa itu artinya kau membohongiku El? lalu apa arti pernikahan dan kata- kata cintamu untukku apa semua itu juga bagian dari kebohonganmu El?)


batin Sherliya ia menatap Erlangga yang menatapnya diam tak berani menatapnya kembali


Robby dan Pak Whang tak kalah terkejutnya dengan apa yang Nadia katakan


''Maaf Nona , aku tak tau jika kau tunangan dari suamiku yang aku tau suamiku hanya mencintaiku sampai-sampai aku buta dan lupa tak mencari tau siapa dirinya''


ucap Sherliya


''Sekarang kau sudah tau jadi lepaskan dia dan biarkan kami untuk kembali bersama''


Nadia yang merasa jika ada yang tak beres antara Erlangga dan Sherliya


''Nadia''


Bentak Erlangga, membuat semua orang terkejut terutama Nadia


''Aku sudah menyuruhmu pergi tapi kau keras kepala, dengarkan aku baik-baik Sherliya istriku hanya dia yang aku cintai saat ini , esok dan selamanya kau hanya bagian dari masalaluku yang tak pernah aku inginkan''

__ADS_1


Erlangga dengan tegas


Nadia terkesiap dengan apa yang dikatakan Erlangga begitu juga Sherliya dan yang lainnya


''Elang, kau tak bisa melakukan hal ini padaku aku tau kau pasti bohong , aku tau kau masih mencintaiku''


Nadia mencoba menyentuh tangan Erlangga namun di tepis dengan kasar oleh Erlangga


Sherliya melihat interaksi keduanya hanya bisa terdiam dan larut dalam pemikiran juga perasaannya sendiri yang saat ini teras menyesakan dada


''Robby, kau usir wanita ini dan jangan biarkan wanita ini untuk menginjakkan kaki di kantorku lagi ''


titah Erlangga


''Baik Tuan Muda''


Nadia menolak semua kebenaran yang ada ,harapannya untuk bisa bersama Erlangga hilang sudah Robby mempersilahkan Nadia untuk keluar dari ruangan itu secara baik-baik


''Nona, saya harap anda keluar dengan baik-baik sebelum saya bertindak kasar''


Robby seperti biasa ia akan bersikap dingin pada siapapun tanpa pandang bulu


Nadia yang melihat tatapan Robby pun tak bisa berbuat apapun untuk sementara ia akan mengalah dan pergi tapi ia tetap dengan tekadnya untuk mendapatkan kembali Erlangga apapun caranya


Dengan dongkol Nadia pergi meninggalkan ruangan Erlangga di ikuti Pak Whang dan Robby membiarkan Sherliya dan Erlangga berdua


Erlangga mendekati Sherliya yang masih berdiri di hadapannya namun tak ingin menatapnya


''Apa kau marah?''


tanya Erlangga ragu-ragu


''Apa aku punya hak untuk itu El? ''


jawab Sherliya


''Tentu saja kau punya hak kau istriku''


''Istrimu? tapi aku tidak tau apa-apa tentang suamiku sendiri, maaf aku tidak berhak untuk itu aku hanya sebatas istri di atas kertas bukan?''

__ADS_1


Sherliya merasa kesal dan tak tau harus bersikap bagaimana yang kini ia rasakan hanya sakit hati dan kecewa pada suaminya itu


Erlangga tertegun dengan penuturan Sherliya namun di balik semua itu ia yakin jika saat ini istrinya itu tengah cemburu


''Sayang, kenapa kau berpikir begitu ? itu tidak benar kau istriku, istri sah ku orang yang aku cintai, bukankah tadi pagi kau bilang ingin hidup bersamaku selamanya?''


ucap Erlangga


Sherliya menatap jengah pada Erlangga yang nampak santai dan bersikap terkesan santai


''Kau, kau malah terlihat santai dengan semua yang terjadi?kau tau kau sangat keterlaluan El?''


kesal Sherliya


''Aku harus apa ? aku hanya senang melihat istriku sedang cemburu itu artinya kau sudah jatuh cinta padaku Nona Prameswari''


Erlangga dengan percaya diri


''Tidak, kau salah aku tidak cemburu aku, aku hanya kesal saja kau telah membohongiku kau bilang cinta padaku dan menikahiku sementara kau sudah punya tunangan kau pembohong El''


Sherliya mencoba mengalihkan rasa sakit hatinya dan menolak jika ia tengah cemburu saat ini


Erlangga terdiam ia sadar jika ia telah membuat Sherliya merasa dibohongi namun ia tak tanpa sengaja membuat Sherliya terluka dengan diamnya


''Sayang, maafkan aku , aku tidak bermaksud membohongimu ''


''Sudahlah El, jangan di bahas lagi aku sadar siapa diriku maaf aku sudah mengganggu waktu mu ''


Sherliya beranjak melangkahkan kaki meninggalkan ruangan Erlangga


''Sayang , kumohon jangan pergi''


Erlangga menahan tangan Sherliya


''Lepaskan tanganku El, tolong biarkan aku sendiri ''


Sherliya mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Erlangga


Erlangga melihat air mata menetes di wajah Sherliya terpaksa ia melepaskan pergelangan tangan sang istri dan membiarkannya pergi

__ADS_1


Erlangga terdiam merutuki apa yang terjadi ditatapnya paperbag yang tadi Sherliya bawa dan perlahan dibukanya yang berisi makanan yang Sherliya masak untuknya Erlangga semakin merasa bersalah pada Sherliya


Dengan cepat Erlangga meraih kunci mobil dan keluar ruangan untuk mengejar Sherliya dengan cara apapun ia harus mendapatkan maaf dan kepercayaan Sherliya kembali


__ADS_2