
Erlangga membawa Sherliya kembali ke apartement setelah kesalah pahamannya bersama sang istri terselesaikan
''Ceklek''
Pintu apartement pun terbuka Sherliya masuk ia menaruh tasnya di meja sofa namun tak lama Erlangga memeluknya erat dari belakang
''Sayang aku merindukanmu ''
bisik Erlangga ditelinga sang istri
Sherliya tersenyum dengan tersipu ia memeluk tangan Erlangga yang melingkari tubuhnya , Erlangga mengecup pipi Sherliya dengan penuh kemesraan dan membalik tubuh sang agar berhadapan dengan nya
Keduanya saling menatap Erlangga kembali memagut bibir penuh candu sang istri kali ini dengan penuh hasrat menggebu
''Sayang aku menginginkanmu ''
lirih Erlangga
Sherliya menjatuhkan dirinya dalam pelukan Erlangga dengan perasaan bahagia yang memenuhi hatinya ia membenamkan wajahnya di dada Erlangga dengan mengangguk pelan akan permintaaannya
Erlangga tersenyum senang ia mengecup puncak kepala Sherliya dan dengan kedua tangannya ia menurunkan retsleting di punggung sang istri hingga gaun tanpa lengan yang Sherliya kenakan lolos begitu saja ke lantai
Menampilkan tubuh indah sang istri dalam balutan bra dan daleman warna senada
''El''
Sherliya terkesiap saat Erlangga menggendongnya dan membaringkannya di sofa ruangan mewah apartement itu di tatapnya Sherliya dengan mata berkabut nafsu Sherliya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karna malu
Erlangga tersenyum gemas melihat tingkah Sherliya yang masih malu-malu di hadapannya Erlangga meraih ponsel miliknya dan mematikan seluruh akses CCTV di ruangan dan mengunci otomatis pintu apartement ia tak ingin kegiatannya bersama sang istri terganggu
Erlangga melapas jas di tubuhnya dan menaruhnya disofa
kemudian mengungkung tubuh Sherliya
__ADS_1
''Sayang lihat aku ''
Sherliya membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya di tatapnya Erlangga suami tampannya itu seolah menghipnotisnya Sherliya menangkup wajah Erlangga dan menatapnya penuh pemujaan
''Aku suamimu, aku milikmu pemilik hati dan jiwamu begitupun kau sayang, kau memiliki hak yang sama sepertiku kau mengerti?''
ucap Erlangga yang kembali memagut bibir Sherliya
''Aku mengerti El, emmmhhh....
Sherliya yang kini memagut bibir Erlangga entah apa yang terjadi namun ia merasakan dirinya seolah ingin menikmati semua yang ada pada diri sang suami
Sherliya mencium bibir Erlangga, kemudian mata , hidung , kening dan pipi suami tampannya itu Erlangga memejamkan matanya menikmati semua sentuhan Sherliya yang membuat jiwanya meronta dan mendamba
Dalam kungkungan Erlangga , Sherliya mulai mengeluarkan suara-suara yang tak bisa ia tahan saat dengan intens Erlangga mulai menjelajahi setiap inci tubuhnya
Sherliya meremas rambut Erlangga yang kini tengah mencumbu leher jenjangnya hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana
Erlangga kemudian turun hingga ke tempat favoritnya yaitu kedua gunung kembar Sherliya yang sudah mengencang sedari tadi karna sentuhannya
desah Sherliya
Erlangga begitu bernafsu ia meremas dan menyesap dan menjilati puncak gunung itu dengan rakusnya sejenak ia berhenti saat Sherliya memanggilnya ''SAYANG'' namun tak lama ia kembali melanjutkannya dengan bahagia dan senang
''El... aaaahhh....
Sherliya semakin tak kuasa menahan rasa nikmat yang menderanya saat ini, Erlangga tau benar bagaimana memperlakukannya hingga membuat Sherliya melayang dan terbuai dalam kenikmatan
Saat ini Erlangga tengah bermain di pusat inti milik sang istri di belai dan kecupnya dengan penuh kelembutan Erlangga membuka kedua kaki indah sang istri menyingkir
kan kain penutupnya dan ia mulai mengecap dan menjilatinya dengan lidahnya membuat Sherliya semakin kalang kabut
''El... aaaahhh.... aaaaahhh''
__ADS_1
Sherliya meremas rambut Erlangga tak tahan lagi dengan semua sentuhan yang suaminya itu berikan
''Sayang, kau sungguh nikmat ''
Erlangga mengusap bibirnya
''El, aku sudah tak tahan lagi kumohon berikan aku kenikmatan itu lagi''
lirih Sherliya dengan sendu
''Tentu saja sayang dengan senang hati aku akan memberikannya ''
Sherliya membuka kancing kemeja Erlangga dengan penuh nafsu ia juga membuka sabuk yang melilit di tubuh kekar sang suami tak lupa ia juga memberikan kecupan dan sentuhannya disetiap otot -otot Erlangga
Erlangga membiarkan Sherliya menguasai dirinya kini keduanya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun Sherliya tengah berjongkok menikmati senjata keperkasaan Erlangga
''Sayang... aaakkkhhh.... aaahhkkk''
erang Erlangga sembari memegangi rambut indah sang istri
''El''
Pekik Sherliya saat Erlangga mendudukannya dalam pangkuannya
''Aahhhh.... El... emmhhh...
racau Sherliya
''Bagaimana apa kau suka sayang ?''aaaakkkhhh''
Erlangga dengan memeluk pinggang Sherliya yang kini bermain dengan liar dalam pangkuannya
''Hemm... aku suka.... ''
__ADS_1
Sherliya kembali memagut bibir Erlangga keduanya larut dalam gelora kenikmatan saling memberi dan ingin saling memberikan kepuasan entah berapa lama keduanya bercinta dan berpacu menuju puncak kenikmatan hari itu di apartement mewah Erlangga