Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#15


__ADS_3

Sherliya mencoba beberapa gaun pengantin yang di siapkan Arnas dan Elsa langsung sesuai perintah Erlangga sementara pria itu menunggunya di sofa yang tersedia diruangan itu


''wah... Nona Sherli... kau sangat cantik dengan gaun ini kau memiliki tubuh yang indah dan kulitmu juga sangat lembut dan sebening kapas eke jadi iri lo sama yey... ''


ucap Arnas kagum dengan tampilan Sherliya yang nampak memukau dan anggun dalam gaun pengantin rancangannya begitu juga dengan Elsa


''benar Nona, kau sangat cantik pantas Tuan Muda begitu mencintaimu ''


''sungguhkah ?''


Sherliya bertanya pada Elsa dengan wajah memerah namun juga terlihat rona bahagia menghiasi wajahnya


''semua orang bisa dengan jelas melihat bagaimana Tuan Muda mencintaimu kau sangat beruntung Nona ''


timpah Elsa


''Sherli saja jangan memanggilku Nona , lagi pula kita seumuran''


Sherliya nampak berbinar dengan ucapan Elsa


''mana bisa begitu Nona, kau adalah calon istri Tuan Muda kami sudah seharusnya kami memanggilmu dengan yang sepantasnya''


''ah kau ini , terserah saja tapi aku akan lebih suka dengan panggilan biasa saja dari pada dengan embel-embel Nona Muda rasanya aku tidak nyaman dengan sebutan itu''


keluh Sherliya


Arnas dan Elsa saling pandang , heran dengan Sherliya tak seperti wanita pada umumnya yang ingin selalu di puji dan gila hormat ini berbanding terbalik


''begini saja dihadapan Tuan Muda kami akan memanggilmu Nona Muda sedangkan kalau kita saja cukup panggil nama saja bagaimana ? apa kau tidak keberatan?''


tanya Elsa


''iya aku setuju''


Sherliya tersenyum senang begitu juga Elsa dan Arnas mereka pun melakukan tos bersama


''eke gak tau, yey itu gadis unik tapi juga menarik dan cantik seandainya yey tipe eke , eke mau dong jadi pacar yey, sayangnya tipe eke itu Tuan Muda yang gantengnya kebangetan itu... ''


ucap Arnas


''dasar cowok setengah mateng, mana mau Tuan Muda sama lo, yang jelas-jelas gak jelas cowok bukan cewek apa lagi siapa yang mau''


timpah Elsa


''hei... lo itu gak tau apa eke ini gini-gini masih ting-ting tau belum tau aja lo... mau lo eke sedot baru nyaho lo''


kesal Arnas


''sedat sedot... lo pikir gue apaan ?''berani lo ma gue ? gue banting juga lo''


Elsa sama kesalnya


Sherliya tertawa dengan pertengkaran kedua teman barunya itu , Arnas nampak bergidig ngeri mengingat Elsa yang sedikit tomboy dan juga jago dalam bela diri


''ampun... deh eke ngeri sama lo... main banting aja emang eke apaan ? dasar cewek jadi-jadian eke sumpahin gak ada yang mau sama cewek samson kaya lo''


''apa lo bilang? wah ngelunjak ni bencong... ''


''sudah , jangan ribut lagi El, pasti sedang menungguku saat ini ''


Sherliya melerai pertengkaran Elsa dan Arnas yang semakin memanas

__ADS_1


Elsa dan Arnas pun berhenti berdebat dan kembali fokus membantu Sherliya memakaikan beberapa pernak pernik gaun yang akan Sherliya kenakan


beberapa saat kemudian Sherliya keluar dari ruang ganti di bantu Elsa dan Arnas ia keluar dari ruang ganti namun baru saja tirai terbuka Sherliya di kejutkan dengan kedatangan Yola dan teman-temannya yang juga ikut memilih dan mencoba beberapa gaun


''wah... wah... kejutan teman-teman lihat siapa yang kita temui ?''


sahut Yola


''eh... Yol, bukannya gadis ini pemilik Cafe tempo hari?


''ya benar, gadis yang sudah mempermalukanku tempo hari dan hari ini aku beruntung bisa bertemu dengannya lagi dengan begitu aku bisa membalas apa yang telah ia lakukan padaku''


sinis Yola menatap Sherliya


''apa yang kau inginkan dariku?''


tanya Sherliya menatap tajam Yola


''heh... kau masih saja sombong dasar gadis miskin tak punya etika dan apa ini ? gaun pengantin kau akan menikah? pasti calon suamimu itu buta memilih calon istri sepertimu ''


ejek Yola


tangan Sherliya terkepal mendengar ucapan Yola , Arnas dan Elsa pun ikut geram dengan kata-kata Yola


''aku yakin , calon suamimu itu pasti pria kaya yang buta atau mungkin kau jadi simpanan om-om untuk di jadikan istri kedua mereka mengingat mahalnya gaun yang kau pilih kau pasti menjual dirimu pada mereka ''


''tutup mulut kotormu Yola , kau pikir kau siapa berani menghinaku?''


geram Sherliya


''hahaha... kenapa? kenyataan memang pahit Nona Cafe kau tak mungkin bisa masuk ke butik ini mengingat siapa kau''


kembali Yola mengejek Sherliya


''maaf Nona Yola sebaiknya anda jangan buat keributan disini apa lagi mengganggu klien kami ''


tukas Elsa


''diam kau, kau hanya pelayan disini jangan ikut campur atau aku akan memerintahkan pemilik butik ini untuk memecatmu dasar orang miskin tak tau diri''


bentak Yola


''cukup Yola, hentikan jangan bersikap kekanak-kanakan apa kau tidak malu ?'' dan jangan sesekali kau menghina mereka''


Sherliya mulai habis kesabaran


''owhh ... aku lupa kau juga bagian dari orang -orang miskin tentu saja kau akan membela mereka dasar wanita murahan ''


Yola kembali mengeluarkan kata-kata hinaannya pada Sherliya


''siapa kau berani menghina calon istriku?''


tiba-tiba Erlangga datang kedalam kerumunan keributan itu dimana Sherliya tengah menahan emosinya di apit Arnas dan Elsa semua orang menatap kearah sang Tuan Muda yang menatap tajam ke arah Yola dengan penuh amarah


Yola tersentak tubuhnya mulai gemetar saat ia mendengar ucapan pria yang selama ini ia idam-idamkan dan di puja kaum hawa itu tengah berdiri menatapnya tajam dihadapan semua orang


( calon istri? wanita sialan ini calon istri Tuan Muda Erlangga? tidak ini tidak mungkin aku pasti salah dengar?


batin Yola


Erlangga menghampiri Sherliya dan menariknya ke dalam pelukannya semua orang di buat syok dengan apa yang mereka lihat

__ADS_1


''aku tidak tau jika keluarga Prameswari tidak punya sopan santun dan juga etika sepertimu Nona , kau telah menghina calon istri Erlangga Adhibrata akan ku pastikan kau menyesali semua yang kau lakukan pada calon istriku hari ini''


ucap Erlangga dengan tajam


Yola semakin syok mendengar kata-kata Erlangga ia tak menyangka jika ia akan berhadapan dengan sang Tuan Muda ia pun teringat semua hinaan dan ejekan yang ia lontarkan tadi


''kenapa diam? bukannya kau akan meminta pemilik butik ini untuk memecatku ? ayo lakukan pemilik butik ini ada dihadapanmu dasar siapa yang tak tau malu dan bilang Nona kami murahan bukannya itu kau sendiri?''


Elsa dengan kesalnya


Erlangga mengepalkan kedua tangannya begitu mendengar ucapan Elsa , ia merogoh saku mengambil ponselnya


''Robby, tarik semua investasiku dari perusahaan Prameswari jika perlu hancurkan saja perusahaan itu anggota keluarganya telah berani menghina milikku''


Erlangga langsung memutus secara sepihak panggilannya , Yola membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar begitu juga Sherliya


''El''


Sherliya menatap Erlangga tak percaya jika pria itu dengan mudahnya menghancurkan sesuatu dalam satu perintahnya saja begitu juga Yola, Arnas dan Elsa malah tersenyum puas melihat Yola yang syok dengan wajah pucat pasi


''Tuan Muda ku mohon jangan lakukan hal itu , keluargaku bisa hancur dan mereka akan marah padaku kumohon maafkan aku ''


Yola memohon pada Erlangga


''semua itu karna ulahmu sendiri maka tanggung sendiri akibatnya''


timpah Arnas


''kau telah berani menghina dan menyakiti wanitaku aku tidak akan mengampuni siapapun itu termasuk kau''


tegas Erlangga


''sayang, ku mohon maafkan dia aku tidak apa-apa lagi pula perusahaan itu adalah milik keluargaku juga ku mohon lupakan masalah ini ''


Sherliya berbisik di telinga Erlangga dengan menangkup wajah pria itu berharap bisa meredakan amarah sang Tuan Muda , Erlangga yang untuk pertama kalinya mendengar panggilan sayang dari Sherliya diam terpaku ada sesuatu dalam dirinya yang membuat hatinya berbunga-bunga dan jantungnya bedebar-debar


''Tuan Muda kumohon ampuni aku, dan aku minta maaf atas apa yang kulakukan tadi kumohon ampuni keluargaku jangan hancurkan perusahaan kami''


Yola kembali memohon


Erlangga sedikitpun tak menggubris permohonan Yola ia lebih fokus pada Sherliya di tarik tangan Sherliya meninggalkan ruangan butik itu


''Arnas , Elsa usir mereka dan jangan biarkan mereka menginjak butik ini lagi selesaikan dengan cepat''


titah Erlangga


''baik Tuan Muda''


Erlangga pun berlalu bersama Sherliya , Yola dan teman-temannya di buat malu karna menjadi tontonan semua orang Arnas dan Elsa mengusir mereka dengan kasar


''makanya jangan sombong jadi orang ingat diatas langit masih ada langit Nona ''


celetuk Arnas usai mengusir Yola dan semua temannya dan menutup butik bersama Elsa


''semua ini karna kau Yola, kami menyesal berteman denganmu karnamu keluarga kamipun pasti terancam kau memang keterlaluan ''


ucap salah satu teman Yola


''diam kau... dasar kalian tidak berguna''


Yola semakin geram dan kesal tangannya terkepal dengan kuat

__ADS_1


''awas kau wanita sialan ''


gumam Yola


__ADS_2