Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#4


__ADS_3

Tuan Tama datang kembali kerumah Wiryo dengan keinginannya menjadikan gadis itu istri kelimanya kedatangannya disambut antusias Wiryo dan Nilam karna jika Tuan tanah itu menikahi Sherliya maka otomatis kehidupan mereka pun akan terjamin dan menjadi orang terpandang di desa


Nyonya Nilam membuka gudang tempat Sherliya di kurung sedari kemarin wajah gadis itu tampak pucat pasi semenjak Burhan membawanya kerumah itu belum satu butir nasipun masuk kedalam perutnya bahkan juga minum


Nilam membawa Sherliya kehadapan Tuan Tama yang sedang menunggu mereka di ruang tamu bersama Wiryo dan dua orang kepercayaannya


Tuan Tama nampak tertegun melihat penampilan Sherliya yang terlihat pucat itu


''ada apa dengannya? kenapa dia terlihat pucat ? apa dia sakit?''


cerca Tuan Tama


''ah... dia tak apa-apa Tuan , dia hanya sedikit kecapean saja setelah bekerja''


tukas Nilam seraya mendudukan Sherliya di kursi berhadapan dengan Tuan Tama


''oh begitu rupanya , baiklah kita langsung saja malam ini juga aku akan membawanya ke rumahku ''


ucap Tuan Tama


''apa maksudnya? ka-kalian akan menyerahkan aku pada pria tua itu? tidak... aku tidak mau ''


Sherliya berusaha untuk berontak namun Nilam dan Wiryo menahan tubuhnya


diam-diam Nilam mencubit pinggang Sherliya membuat gadis itu meringis kesakitan


''aaawww... sakit Nyonya''


ringis Sherliya


''Nyonya? bukankah dia putrimu Nilam kenapa dia memanggilmu Nyonya?''


tanya Tuan Tama penasaran


''ah tidak Tuan , anda mungkin salah dengar Sherli putriku dia putri kandungku''


ucap Nilam dengan gusar

__ADS_1


''jangan bertingkah disini gadis sialan atau kau akan mendapat hukuman lagi''


bisik Nilam ditelinga Sherliya


''baiklah Wiryo sekarang semua hutang-hutangmu padaku aku anggap lunas dan sebagai mahar untuk putrimu aku akan memberikan uang 500 juta ku harap uang itu cukup untukmu''


ucap Tuan Tama


Nilam dan Wiryo membelalakan matanya tak percaya dengan uang yang bertumpuk di hadapan mereka dalam sebuah koper besar


Sherliya menggelengkan kepalanya menolak kesepakan itu


''tidak ... aku tak mau ku mohon jangan lakukan itu padaku kumohon ''


Sherliya memohon pada Nilam dan Wiryo namun semua itu tak ada gunanya suami istri itu sudah di butakan dengan uang dan tega menjual dirinya


Sherliya di bawa kedua orang bawahan Tuan Wiryo dengan paksa ke rumah besar miliknya sepanjang perjalanan Sherliya tak hentinya menangis dan berontak namun sia-sia saja


Sherliya di paksa memasuki rumah di desa itu dari sekian rumah , rumah Tuan Tama adalah rumah paling mewah dan terbesar semua orang sangat menakuti Tuan Tama yang terkenal kejam dan tak segan melakukan kekerasan


ke empat istri Tuan Tama nampak terkejut dengan kedatangan suami mereka dengan membawa gadis muda yang terlihat memberontak dalam cengkraman suruhan Tuan Tama


tanya istri pertama


''dia akan kujadikan istri kelimaku ''


ucap Tuan Tama


''APAA???


keempat istri itu serempak terkejut dengan ucapan suami mereka yang nampak tersenyum tenang duduk di sofa besar


''apa belum cukup dengan kau memiliki istri empat? kau masih ingin menikahi dia yang bahkan dia lebih pantas menjadi cucumu ''


ucap istri pertama


''benar apa yang dikatakan Kakak pertama, suamiku apa kau tak bisa menghentikan semua kegilaanmu dengan bermain wanita ?''

__ADS_1


kini istri kedua Tuan Tama ikut menimpali perkataan istri pertamanya


''kalian jangan berani mengaturku, kalian harus sadar akan posisi kalian di rumah ini ''


geram Tuan Tama


''tapi suamiku dia siapa ,darimana kau membawanya?


tanya istri ketiga


''dia putri Wiryo dan Nilam aku menjadikannya penebus hutang kedua orangtuanya, dia masih di bawah umur aku belum bisa menikahinya''


''lalu untuk apa kau membawanya ?


tanya istri keempat yang menatap tajam ke arah Sherliya diantara ke empat istri Tuan Tama ialah yang termuda


''aku akan bersabar menunggu untuk menjadikannya milikku , kalian aku perintahkan untuk menjauhinya dan jangan coba-coba untuk menyakiti dia atau kalian akan aku ceraikan''


titah Tuan Tama


ke empat istrinya nampak terkejut dengan perintah suami mereka itu dan mau tidak mau mereka harus patuh karna tak ingin kehilangan semua fasilatas yang di berikan Tuan Tama selama ini


dari keempat istrinya Tuan Tama hanya memiliki satu orang putra dari istri pertamanya saja


sementara dari ketiga istrinya yang lain ia tak memiliki keturunan karna syarat dari istri pertamanya yang memperbolehkan suaminya menikah berapapun wanita asal tak memiliki lagi keturunan cukup dari dirinya saja


Tuan Tama pun setuju entah berapa wanita yang sudah ia permainkan hanya keempat istrinya saja yang benar-benar ia nikahi dan memiliki status sebagai Nyonya Tama


Sherliya di tempatkan dikamar belakang rumah mewah itu bersama para para pelayan


untuk sementara waktu ia bekerja sebagai pelayan rumah itu


Sherliya bisa bernapas lega karna ia tak langsung dinikahi pria tua itu setidaknya masih ada waktu untuknya mengulur waktu dan bisa melarikan diri jika waktunya sudah tiba


gadis itu menjalani hari-harinya dengan berat beruntung pelayan yang lainnya mau bersahabat dengannya dan menjadi tempat Sherliya untuk berkeluh kesah


tanpa sepengetahuan Tuan Tama terkadang Sherliya selalu mendapatkan siksaan dari ke empat istrinya yang menganggap Sherliya gadis murahan sebagai penebus hutang

__ADS_1


hinaan dan caci maki menjadi keseharian Sherliya dirumah mewah itu terkadang ia juga menjadi sasaran kemarahan bahkan siksaan di tubuhnya pun sudah Sherliya alami ia seolah jatuh dalam jurang penderitaan tanpa ujung entah kapan semua itu akan berahir


__ADS_2