
Waktu berjalan tanpa terasa 3 tahun sudah Sherliya hidup menjalani hari-harinya dalam tekanan dan penderitaan yang ia alami selama tinggal di rumah Tuan Tama penjagaan ketat serta penyiksaan yang ia dapatkan dari keempat istri Tuan Tama sudah menjadi keseharian baginya
di depan Tuan Tama keempat wanita itu akan bersikap manis namun di belakang mereka akan bersikap kasar dan menyiksanya
bukan satu atau dua kali Sherliya mencoba untuk melarikan diri namun semua usahanya selalu berahir dengan kegagalan
penduduk desa akan memberitahu jika Sherliya kabur ataupun penjaga yang akan mencarinya kemanapun dan ahirnya ia akan berahir dengan penyiksaan dan cambukan bahkan mengurungnya di gudang gelap
tidak hanya Tuan Tama , Nilam dan Wiryo juga selalu mengawasinya dan sering mengunjunginya untuk memastikan jika Sherliya tidak melarikan diri
waktu yang ditetapkan Tuan Tama ahirnya datang juga mengingat usia Sherliya yang kini menginjak 18 tahun sesuai kesepakatan ia bisa menikahi gadis itu secara sah dimata hukum agama dan negara
rupanya Tuan Tama benar-benar mengigingkan Sherliya dan bersabar menunggu gadis itu tumbuh dewasa
keempat istrinya nampak kesal melihat persiapan pernikahan suami mereka yang akan di gelar hari ini
sementara itu saat ini Sherliya tengah di dandani oleh MUA yang sengaja Tuan Tama datangkan dari kota khusus untuk merias wanita yang akan ia nikahi itu
untuk sejenak sang MUA nampak tertegun dengan penampilan Sherliya yang masih muda mau menikahi Tuan Tama yang notabene lebih pantas menjadi Kakeknya
namun ia tak mau tau baginya ia hanya menjalankan tugasnya tanpa peduli apapun situasinya
dalam kesibukan mempersiapkan pesta pernikahan itu putra dari istri pertama Tuan Tama pulang setelah beberapa lama kuliah di luar negri
''putraku kau sudah kembali ? Mamah senang kau pulang sayang''
sambut istri pertama Tuan Tama itu
''iya Mah, ada apa ini ? kelihatannya akan ada pesta?
tanya pria tampan itu
''biasa Papamu ingin menikah lagi?''
''apa? menikah lagi ? apa Papa sudah tidak sadar dengan umurnya yang sudah tak lagi muda''
heran sekaligus kesal pemuda itu hanya bisa mengheula napas panjang
''kau tau bagaimana Papamu kan? Mama tak bisa melarangnya''
''siapa wanita itu Mah?
''dia gadis muda lebih pantas menjadi cucu Papamu , Papamu menjadikannya istri menebus hutang kedua orangtuanya ''
timpah istri kedua sang Papa
pemuda itu nampak tertegun saat mendengar penuturan istri-istri sang Papa
''sudahlah Arya sebaiknya kau masuk dan beristirahat kau pasti lelah ''
ucap sang Mama
''iya Mah, Arya masuk dulu, mamah- mamahku Arya pamit ya''
pemuda itu pamit untuk pergi ke kamarnya yang berada dilantai atas.
*********
Acara pernikahan pun tiba Tuan Tama nampak sudah duduk siap dihadapan penghulu dan petugas KUA sementara keempat istrinya duduk dibelakang dirinya
__ADS_1
Wiryo dan Nilam pun turut hadir bersama para tamu undangan
''cepat panggil pengantin wanitanya''
titah pak penghulu
Tuan Tama memerintahkan pelayan untuk segera membawa Sherliya
beberapa saat kemudian pelayan itu datang kembali dengan terpogoh-pogoh
''Tuan, Sherliya kabur.... ''
ucap sang pelayan dengan napas terengah-engah
BRAAAAKKKK
Tuan Tama menggebrak meja di hadapannya membuat semua orang terlonjak kaget
''cepat cari dan tangkap wanita itu, aku tak mau tau hari ini ia harus menjadi milikku tak peduli apapun caranya''
titah Tuan Tama dengan penuh amarah
penjaga dan pelayan mulai sibuk berlari kesana kemari mencari keberadaan Sherliya , keempat istri Tuan Tama terlihat senang atas kejadian itu
''Tuan Tama, kenapa calon istrimu sampai melarikan diri? apa pernikahan ini tanpa persetujuannya ?
tanya petugas KUA
''diam jangan banyak bertanya , kau lakukan saja tugasmu''
bentak Tuan Tama
timpah pak penghulu
''kau berani menceramahiku ? kau pikir kau siapa?
geram Tuan Tama
''maaf sebelumnya tapi saya benar- benar tak bisa menikahkan anda dengan cara seperti ini , saya mohon pamit ''
Pak penghulu pun pamit di ikuti petugas KUA bersamanya Tuan Tama semakin kesal dengan semua itu
sementara itu Sherliya yang berhasil keluar dari rumah besar berlari dengan gaun putih yang ia kenakan
Sherliya diam-diam menyelinap saat semua penjaga dan pelayan sibuk mempersiapkan pesta
ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bisa melarikan diri
Sherliya berhasil melewati pintu belakang rumah secara diam-diam namun karna rasa cemas dan ketakutannya ia tak memperhatikan langkahnya hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang
BRUUKKK
''a-aw... maaf, aku tidak sengaja''
Sherliya saat menabrak tubuh seseorang tanpa sengaja
''hei, kau siapa ? dan kenapa kau seperti pencuri yang ingin melarikan diri''
ucap seseorang itu yang tak lain adalah Arya
__ADS_1
''maaf, Tuan aku benar-benar tak sengaja , aku bukan pencuri aku hanya ingin pergi dari sini kumohon biarkan aku pergi dari sini''
Sherliya melipat kedua tangannya dihapadan Arya, pemuda itu menatap penampilan Sherliya yang mengenakan gaun pengantin dan memohon padanya
("siapa gadis ini ? dan penampilannya seperti pengantin apa jangan- jangan ia gadis yang ingin Papa nikahi ? gadis ini sangat cantik ")
batin Arya
''Tuan... kenapa kau diam saja ? kumohon tolong biarkan aku pergi ''
kembali Sherliya memohon
''apa kau gadis yang akan menikahi Papahku hari ini?''
tanya Arya
Sherliya terkejut mendengar pertanyaan Arya , karna sebelumnya ia belum pernah bertemu dengan pria itu ia hanya tau jika Tuan Tama memiliki putra dari istri pertamanya
''ka-kau putra dari Tuan Tama?''
''iya aku putranya, kau belum menjawab pertanyaanku tadi ?
Sherliya menatap Arya dengan tatapan penuh permohonan agar pria itu mau membantunya namun samar-samar ia mendengar suara para penjaga yang mencarinya
''aku tak punya banyak waktu menjawab pertanyaanmu aku harus pergi dari sini''
Sherliya berusaha untuk pergi namun Arya menahannya dengan menarik tangannya
''ikuti aku''
Sherliya terkejut saat Arya menarik tangannya mau tidak mau Sherliya mengikuti langkah Arya yang membawanya keluar dari rumah mewah itu
Arya membawa Sherliya menuju garasi dan menyuruh Sherliya untuk masuk kedalam mobilnya
gadis itu pun menuruti Arya yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Tuan Tama tanpa ada yang curiga jika ia berada dalam mobil Arya
beberapa saat kemudian setelah di rasa cukup jauh dari rumah Arya menghentikan mobilnya di pinggir jalan Sherliya menatap heran dengan apa yang dilakukan pria itu
''siapa namamu?''
tanya Arya
''a-aku Sherli''
''nama yang cantik secantik wajahmu''
tukas Arya
Sherliya nampak menunduk dengan ucapan Arya , pemuda itu menatap Sherliya dengan penasaran
''katakan bagaimana kau bisa sampai ke tangan Papa? aku dengar dari Mama kau sebagai gadis penebus hutang kedua orang tuamu''
kembali Arya bertanya
Sherliya menatap Arya dengan perasaan bingung dan juga takut , namun saat ia melihat wajah Arya untuk sesaat ia merasa jika pria itu cukup baik berbeda dengan keluarga Tama yang lainnya
''i-itu benar kedua orangtuaku menjualku pada Papamu''
lirih Sherliya
__ADS_1
jawaban Sherliya membuat Arya tertegun namun juga iba dengan nasib gadis cantik dihadapannya itu sekilas ia merasa jika ia harus melindungi gadis itu namun ia juga tau konsekuensinya jika sampai sang Papa tau jika ia yang membawa lari calon istrinya tamatlah riwayatnya