Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#49


__ADS_3

Seperti hari biasanya Sherliya pergi ke kampus di antar Jack dan Max yang kini terang -terangan menjaganya


Semua orang di kampus juga mulai mengetahui siapa Sherliya sebenarnya ada yang sangat menyukainya karna sikap Sherliya yang baik dan mudah bergaul


Namun tak jarang juga yang membencinya karna hampir semua Mahasiswa pria mengagumi dirinya dan sebagian Mahasiswi menjadi cemburu padanya


''Hai Sher''


Sapa Dilla begitu ia memasuki kelas menghampiri Sherliya yang sedang duduk di bangku miliknya


''Hai Dill''


''Siang ini kita ke Cafe Kak Arya yu''


ajak Sherliya


''Ok, aku juga sedang ingin kesana ''


ucap Dilla


''Wah... wah... lihatlah siapa ini ? bukannya kau wanita Cafe itu kenapa kau bisa ada disini?''


Tiba-tiba suara nyaring seseorang yang baru saja masuk ke kelas memecah suasana kelas terlihat beberapa Mahasiswa menoleh ke arah sumber suara


''Yola... aaaaaa.... senangnya kau sudah kembali kuliah kau tau kami sangat merindukanmu''


Sambut beberapa Mahasiswa yang sebagian tak menyukai Sherliya dan Dilla di kelas mereka


''Kau kenal dengan Mahasiswa baru itu?''


tanya Lala teman Yola


''Oh jadi sekarang kau kuliah di sini wanita Cafe?''


Yola menghampiri Sherliya di ikuti kedua sahabatnya Lala dan Sindi


Sherliya hanya menoleh acuh begitu juga dengan Dilla di sebelahnya


''Aku bertanya padamu wanita Cafe sedang apa kau disini ? ini Kampus ternama kau tidak pantas berada di sini tempatmu dijalanan bukan disini''


Yola mengibaskan rambut Sherliya yang terurai , Dilla beranjak dari duduknya


''Apa yang kau lakukan ? kau berani mengganggu sahabatku''


Dilla dengan menatap tajam Yola


''Wath sahabat? sejak kapan kau punya sahabat kutu buku?''


Yola menatap Dilla tak kalah tajamnya


''Sejak dulu, dan itu bukan urusanmu berhenti menganggunya atau kau akan merasakan akibatnya''


tegas Dilla


''Wooowwww.... rupanya kau punya bodiguard sekarang wanita Cafe''


Yola dengan sinis


''Dilla , sudah jangan layani dia , biarkan dia mengonggong sendirian''


Sherliya beranjak dan menarik tangan Dilla untuk meninggalkan kelas

__ADS_1


''Hey, siapa yang kau bilang menggongong? kau berani padaku akan ku balas kalian ''


Yola dengan berteriak


Mahasiswa yang berada di kelaspun melihat kearah Yola dengan bingung dan penuh tanda tanya tak mengira jika mereka saling mengenal


☘️☘️☘️☘️☘️


Cafe Arya


Sherliya dan Dilla kini tengah berada di Cafe , Arya dengan antusias menyambut kedatangan adik angkatnya itu


''Sherli''


Panggil seseorang


''Vincent''


Sherliya melirik ke arah panggilannya dimana Vincent baru saja datang dari arah pantri Cafe


Keduanya saling memeluk beberapa saat melepas rindu setelah beberapa lama tak berjumpa


''Vint, kenalkan ini sahabat kecilku Dilla''


ucap Sherliya memperkenalkan Dilla


''Dilla Nafirafaza''


''Vincent''


Keduanya pun berjabatan tangan, untuk beberapa saat tak lama Arya melepaskan jabatan tangan keduanya


''Jangan lama-lama nanti kau rabies''


''Memang kau kira aku anjing gila apa?''


kesal Vincent


''Bukan ''


''Lalu?''


''Anjing buduk ''


''Arya kau, jangan begitu dong kau menjatuhkan harga diriku dihadapan gadis secantik Dilla''


Vincent tersenyum ke arah Dilla membuat Arya semakin kesal


''Hey kau jangan menggodanya ''


''Memang kenapa? apa kau keberatan Nona Dilla?''


''Tidak , aku tidak keberatan kalian lucu sekali ''


tukas Dilla


''Kau tidak keberatan tapi aku yang keberatan''


''KENAPA???''


Dilla, Sherliya dan Vincent kompak bersamaan menatap kearah Arya yang gelagapan

__ADS_1


''Ah... sudahlah ''


Arya membuang muka dengan kesal dan gugup , Sherliya mengajak Dilla untuk duduk di salah satu meja di ikuti Vincent dan Arya


''Kak, sebenarnya ada apa Kakak memintaku datang kemari?''


tanya Sherliya


Arya dan Vincent pun saling pandang dan mengangguk satu sama lain, Sherliya dan Dilla pun menatap kedua pria di hadapan mereka itu dengan serius


''Papa ada dikota ini Sher''


ucap Arya


''A-apa???


Wajah Sherliya seketika berubah pucat , Dilla menepuk bahunya bingung melihat perubahan sikap sahabatnya itu


''Sher, kau kenapa? siapa yang kalian maksud ada di kota ini?''


tanya Dilla


''Tuan Tama, Papa Arya pria yang ingin menikahi Sherliya sejak dulu''


tutur Vincent


''Wath???''


Dilla membelalakan matanya tak percaya dengan yang ia dengar


Vincent pun menceritakan tentan Tuan Tama pada Dilla tanpa ada yang terlewatkan juga tentang Nilam dan Wiryo sang Kakak


''Jadi kau adik dari pasangan suami istri gila itu ?''


tanya Dilla dengan tatapan penuh kekesalan, Vincent mengangguk pelan


''Ini gila, Sher kenapa hidupmu jadi kacau begini sih Sher?''


kesal Dilla


''Semua karna Paman Burhan''


timpal Sherliya


''Karna harta, Pamanmu bisa begitu kejam lalu kedua Kakakmu juga orangtuamu ?''


Dilla menatap kesal Arya dan Vincent yang memilih untuk diam beberapa saat


''Maafkan aku semua ini ulah kedua Kakakku, kalau saja mereka tak terlibat dengan Burhan mungkin Sherli tidak akan mengalami hal buruk dan di jual pada Tuan Tama''


sesal Vincent


''Maaf atas kesalah orangtua dan keluargaku selama ini Sher Kakak benar-benar tidak tau andaikan Kakak tau lebih awal mungkin semua ini tak akan terjadi padamu''


timpah Arya


''Apa yang kalian katakan ini? justru kalau bukan karna kalian aku tak akan ada sini saat ini , semua karna yang telah kalian berdua lakukan untukku dan aku sangat berterimakasih untuk itu , aku sangat menyayangi kalian ''ucap Sherliya tulus


Dilla tersenyum tipis melihat Sherliya yang selalu bersikap baik sejak dulu


''Aku yang seharusnya minta maaf, ini pasti berat untuk kalian berdua terima kasih kalian sudah menjaga dan menolong sahabatku ''

__ADS_1


Dilla dengan tersenyum tulus


Arya dan Vincent mengangguk bersamaan akan penuturan Dilla


__ADS_2