
Pagi hari menjelang Sherliya seperti biasa ia akan bangun pagi-pagi sekali menyiapkan sarapan dan keperluan untuk Erlangga
Begitu ia selesai dengan menu makanannya segera naik menuju kamar dengan secangkir kopi hitam kesukaan Erlangga
''Sayang, bangunlah ini sudah pagi ''
Sherliya dengan menaruh cangkir kopinya di meja nakas , Erlangga menggeliat saat aroma kopi menyeruak tercium indera penciumannya
''Harum sekali ''
Erlangga duduk bersandar pada dashboard tempat tidur memperlihatkan otot-otot perutnya
Sherliya menghampiri Erlangga dan berdiri tepat dihadapnnya
''Cuppss''
''Morning kiss honey''
Sherliya memberikan kecupannya ke bibir Erlangga , Erlangga tersenyum bahagia dengan semua perhatian dan kasih sayang yang kini Sherliya tunjukan secara terang-terangan
Erlangga memeluk pinggang Sherliya dan menciumi pinggang sang istri
''I love you honey''
ucap Erlangga
''I love you too my husband''
balas Sherliya dengan mengelus rambut Erlangga yang kini membenamkan wajahnya di dada Sherliya yang menggunakan gaun tidur terbuka tanpa lengan dengan belahan dada cukup terbuka
Erlangga asyik membenamkan dirinya di tempat favoritnya itu
''El sayang, hentikan kau harus ke kantor''
tukas Sherliya mencoba menghentikan aksi Erlangga
''Berikan aku energi untuk melalui hari ini sayang''
ucap Erlangga
''Tapi El, kau akan terlambat ke kantor ''
''Sayang, aku pemilik kantornya lagi pula perusahaan tidak akan bangkrut jika aku tak ke kantor atau masuk kesiangan''
''Ya... ya aku lupa siapa suamiku ini''
Sherliya memutar bola matanya , Erlangga menarik Sherliya hingga jatuh di atas tubuhnya kedua tangan Erlangga melingkari dengan erat
''Ayo berikan aku cintamu itu Nyonya El''
lirih Erlangga
Sherliya menatap Erlangga dengan mata saling bertautan ia mengelus wajah sang suami
__ADS_1
''Kau membuatku tak kuasa untuk menolak Tuan El, kau terlalu mempesona untuk di lewatkan begitu saja''
ucap Sherliya
''Jadi???
Erlangga mencium bibir Sherliya sekilas
''Jadi hari ini aku akan membuatmu tak berdaya Tuan El''
Sherliya bangkit dan duduk di atas perut Erlangga ia melepas seluruh gaun di tubuhnya Erlangga di buat terpana dengan apa yang dilakukan sang istri
Sherliya meraih dasi di tepi tempat tidur yang ia siapkan untuk Erlangga pergi ke kantor
Dengan gaya menggoda Sherliya mengikat kedua tangan Erlangga ke atas kepala
''Nikmatilah Tuan El''
Sherliya mulai mencumbu Erlangga di mulai dari leher sang suami seperti yang selalu Erlangga lakukan padanya ia menghisap dan menjilatinya hingga meninggalkan jejak kepemilikannya
Dengan penuh hasrat nalurinya menuntun dirinya untuk memuaskan keinginan Erlangga
''Ahhkkk .... sayaang....
erang Erlangga
Sherliya mencumbu Erlangga hingga seluruh inci tubuh Erlangga tak luput dari kecupan dan cumbuannya
hingga ia kini bermain di puncak keperkasaan Erlangga dengan lihainya ia menikmati seperti ia menikmati lolipop kesukaannya
Sherliya benar- benar membuat Erlangga terbuai dalam permainannya dan meracaukan namanya berkali-kali , setelah puas bermain Sherliya memposisikan dirinya mengungkung tubuh Erlangga
''Aku sangat menikmatinya, kau membuatku menggila Tuan El''
bisik Sherliya
Sherliya kembali mencium bibir Erlangga dengan penuh hasrat menggebu
''Aaaahhh.... eemmmhhhhh''
Sherliya tak kuasa menahan rasa nikmat yang kini mendera bagian bawah tubuhnya saat senjata keperkasaan Erlangga terbenam seluruhnya memasuki dirinya
Perlahan namun pasti Sherliya menggerakan tubuhnya dengan seirama dan menghentak membuat dirinya dan Erlangga meracau terbang ke langit k tujuh
''Yess baby, Faster.... aaahhhkkk.... faster.. aahhhkkk''
''Emmmhhh ... El... aaahhhhh''
Suara ******* keduanya memenuhi kamar apartement di pagi hari
Sherliya benar - benar membuktikan ucapannya untuk memuaskan Erlangga
Erlangga melepas tali yang mengikat tangannya dengan cepat ia membalik permainan
__ADS_1
''Sayang kali ini biarkan aku yang memimpin''
Erlangga membalikan posisi dengan tubuh Sherliya yang bertumpu pada dastboard tempat tidur ia memasuki tubuh sang istri dari belakang
''El... aaaahhh.....
Erlangga memegangi pinggang Sherliya dan menciumi punggung seputih kapas sang istri sesekali tangan Erlangga meremas kedua gunung kembar sang istri membuat Sherliya semakin meracau dan menjeritkan namanya
''Kau suka sayang?''
''Emmmhh... aku suka El... aahhh''
☘️☘️☘️☘️☘️
Jam 9 pagi Erlangga pergi ke kantor dengan penuh semangat setelah mendapatkan asupan energi dari Sherliya
Sementara Sherliya memutuskan untuk kembali tidur karna kelelahan setelah melayani keinginan Erlangga yang seolah tak ada kata lelah jika sudah bercinta
Erlangga memasuki kantor dengan penuh aura bahagia dan senyum yang terus menghiasi wajahnya membuat semua karyawan terheran- heran tak biasanya sang CEO akan bersikap ramah mengingat sikap dinginnya selama ini
Begitu juga dengan Robby yang menatap heran Erlangga
''Tuan Muda, apa anda baik-baik saja?''
''Aku baik Robby, bahkan aku sangat bersemangat hari ini''
sahut Erlangga
''Tuan Muda, kau aneh hari ini''
Robby kebingungan
''Kau akan tau jika kau sudah menikah Robb''
ucap Erlangga kembali sembari memasuki lift khusus untuknya
Robby semakin kebingungan melihat sikap Tuan Mudanya yang terlihat bersemangat dan senyum-senyum seperti itu namun kemudian ia paham saat melihat beberapa tanda merah menghiasi leher sang Tuan Muda
''Sekarang , aku mengerti Tuan Muda''
''Apa yang kau mengerti ?''
tanya Erlangga
''Aku mengerti kenapa kau terlihat bahagia hari ini pasti karna Nona ''
ucap Robby
Erlangga terdiam wajahnya tiba-tiba saja memerah karna sang asisten bisa tau dengan jelas apa yang membuatnya bahagia
''Kau tau?
''Tentu saja , terlihat jelas di wajah anda juga di leher anda Tuan ''
__ADS_1
Erlangga tertegun ia meraba lehernya sendiri dan melihat pantulan dirinya di kaca lift , Robby tertawa dengan tingkah sang Tuan Muda