Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#34


__ADS_3

Erlangga menyusul Sherliya setelah mengetahui jika Sherliya pergi ke Cafe dari GPS di ponsel Sherliya


Erlangga memarkirkan mobilnya di halaman parkir Cafe bersamaan dengan kembalinya Arya


''Tuan Muda, kau disini ?''


tanya Arya heran mendapati Erlangga datang ke Cafenya, Erlangga menghampiri Arya


''Aku mencari Sherliya''


jawab Erlangga


''Sherli disini?''


Arya terkejut mendengar penuturan sang Tuan Muda


''Iya, dia salah paham padaku dan pergi dalam keadaan marah''


tutur Erlangga


Arya tersenyun tipis melihat Tuan Muda dihadapannya itu terlihat kebingungan


''Kelihatannya masalahnya cukup serius jika Sherli sampai pergi begitu saja , apa boleh aku tau apa yang terjadi?''


tukas Arya


Erlangga menarik napas panjang ia pun menceritakan semua yang terjadi di kantornya juga kedatangan Nadia sang mantan tunangan yang membuat Sherliya pergi dengan kesal


''Huhh... cukup berat juga masalahmu bro''


Arya hanya bisa tersenyum iba pada Erlangga yang nampak prustasi


''Seharusnya kau beritahu Sherliya tentang mantan tunanganmu itu , mungkin kau tak akan mengalami ini''


''Kalau aku tau Nadia akan datang, aku pasti memberitahu Sherliya, semua terjadi begitu cepat mana sempat aku memberitahunya lagi pula aku tak menyangka dia akan datang setelah bertahun-tahun berlalu''


Erlangga dengan mengacak rambutnya sendiri kesal sekaligus prustasi


''Ya sudah ayo kita masuk saja dulu , biar ku coba membantumu bicara dengan istrimu''


Arya dan Erlangga berjalan memasuki Cafe , sementara di dalam Cafe Yola dan Nadia masih asyik berbicara tentang rencana Nadia untuk bisa mendapatkan Erlangga kembali


''Oh my god, Yola itu Elang dia datang, dia pasti mengejarku sampai kesini aku tau dia masih mencintaiku ''


Nadia dengan mata berbinar saat ia melihat Erlangga memasuki Cafe bersama Arya, Yola mengikuti arah pandang sahabatnya itu

__ADS_1


''What???''


Yola membulatkan matanya tak percaya jika pria yang Nadia maksud adalah pria yang selama ini ia sukai, Nadia beranjak dan berjalan dengan cepat ke arah Erlangga dan Arya di ikuti Yola


''Elang, aku tau kau masih mencintaiku, buktinya kau datang kemari menemuiku sayang''


Nadia memeluk erat Erlangga di hadapan semua orang Arya dan Yola menatap Erlangga dengan kesal dan juga kebingungan


''Tuan Muda, apa maksud wanita ini ?''


Arya membulatkan matanya pada Erlangga dengan kesal yang tak tau jika wanita itu adalah Nadia yang tadi diceritakan sang Tuan Muda


''Nad, lepaskan Tuan Muda Erlangga ini tempat umum jangan membuat masalah''


tukas Yola kesal sekaligus cemburu


''Arya, dia Nadia''


Erlangga berusaha melepaskan pelukan Nadia yang semakin erat memeluk tubuhnya


''Nadia??? Nadia siapa ?''


Arya mencoba mengingat nama yang sepertinya pernah ia dengar


kesal Erlangga


''Siapa ? mantan tunanganmu ?''


Arya belum sadar situasi


''Iya, dia mantan tunanganku''


kesal Erlangga menahan amarahnya hingga ke ubun-ubun akan sikap Arya


''JADI SEKARANG KAU MENGAKUI DIA TUNANGANMU DIHADAPAN SEMUA ORANG ERLANGGA ADHIBRATA''


Semua orang menoleh ke arah suara itu berasal terutama Erlangga


''Sa-sayang''


lirih Erlangga dihadapan semua orang yang menatap ke arah Sherliya yang berdiri melipat kedua tangan didada dan menatap tajam ke arah Erlangga


''Bisa kau lepaskan suamiku Nadia?''


Sherliya melepaskan pelukan Nadia dengan kasar dari tubuh Erlangga

__ADS_1


Erlangga berdiri di belakang Sherliya yang tengah berdiri berhadapan dengan Nadia


''Jadi kau mengikuti Elang ? kau takut dia kembali padaku ?''


tukas Nadia percaya diri


''Maaf Nona, sebaiknya kau cepat bangun dari mimpimu itu atau kau akan jatuh nantinya karna aku jamin rasanya pasti akan sakit sekali''


Sherliya dengan santai


''Apa maksudmu?''


Nadia merasa ada yang tak beres dengan situasi saat ini Yola mendekati Nadia


''Nad, sebaiknya kita pergi dari sini ''


bisik Yola yang sekilas melirik ke arah Sherliya sekilas


''Tidak, aku tak akan pergi aku akan tetap disini bersama tunanganku, wanita ini yang harus sadar jika Elang hanya milikku baik dulu maupun sekarang meskipun mereka sudah menikah aku yakin jika Elang masih mencintaiku


Nadia dengan yakinnya


''Oh benarkah ??? ''


Sherliya mendekati Nadia dengan tatapan tajamnya ia kemudian berbisik


''Nadia , suamiku datang kemari karna menyusulku dia tau aku disini karna aku Pengelola Cafe ini''


Sherliya dengan senyum penuh percaya diri , berhadapan dengan Nadia yang nampak lemas saat ia mendengar hal yang tak pernah ia kira sebelumnya


''A-apa??? kau pemilik Cafe ini''


Nadia mencoba menahan berat tubuhnya Yola dengan cepat memegangi bahu sahabatnya itu


''Seharusnya kau dengarkan kata-kata sahabatmu itu Nadia , dia sudah memperingatkanmu tadi''


Sherliya menoleh ke arah Yola yang membuang wajahnya tak ingin berurusan dengan Sherliya kembali setelah kejadian tempo hari di Butik


Dengan cepat Yola menarik tangan Nadia untuk pergi meninggalkan Cafe


Arya dan Erlangga menatap kepergian kedua wanita itu dengan bernapas lega


''Kenapa? apa kau keberatan tunanganmu pergi? kejar saja sana''


Sherliya dengan cepat pergi meninggalkan kedua pria itu dan memilih untuk ke ruang kerja Arya

__ADS_1


__ADS_2