
Dan disinilah Sherliya berada bersama Erlangga di KUA atau kantor catatan sipil sesuai keinginan Sherliya yang ingin menikah secara tertutup dan tidak ada seorang pun yang tau hanya Arya dan Vincent juga Robby sebagai saksi pernikahan mereka yang tau
yang terpenting bagi Sherliya SAH dimata hukum dan agama awalnya Erlangga menolak namun Sherliya bersikukuh sebagai syarat untuk menikahinya Erlangga pun setuju
dan ahirnya Erlangga dan Sherliya pun telah resmi menjadi suami istri Erlangga menyematkan cincin di jari manis Sherliya begitu juga sebaliknya Sherliya menyematkan cincin di jari Erlangga kemudian ia mencium tangan sang suami dan Erlangga mengecup keningnya di hadapan semua orang
Robby tak lupa merekam momen bahagia itu dengan kamera ponselnya Arya dan Vincent turut bahagia dan terharu melihat Sherliya menikah semoga Erlangga bisa membahagiakan gadis yang sudah mereka anggap saudara itu
''Sherli, selamat atas pernikahanmu semoga kalian selalu di limpahi dengan kebahagiaan''
ucap Vincent tulus dengan memeluk Sherliya juga Erlangga bergantian
''terima kasih Vin, kau sudah datang selama ini kau selalu membantuku dan menolongku aku sangat menyayangimu seperti saudaraku sendiri'
tutur Sherliya tulus
''aku tau, aku juga sangat menyayangimu Sher, kau bukan hanya teman dan saudara bagiku kau tau itukan?''
timpah Vincent dengan mata mulai berkaca-kaca
Sherliya mengangguk pelan dan tersenyum tipis , giliran Arya yang memberikan ucapan selamat pada gadis itu yang sudah menatapnya dengan air mata
''Kak Arya....
Sherliya menjatuhkan dirinya dalam pelukan Arya yang memeluknya erat, sekilas Erlangga terlihat mendengus kesal namun ia sadar siapa Arya di hati Sherliya
''jangan menangis , hari ini kau harus berbahagia kau sudah menikah jadilah istri yang berbakti pada suamimu dan berbahagialah jangan pernah menangis lagi meskipun itu air mata bahagia kau mengerti?''
''hemmm... iya Kak, aku mengerti terima kasih untuk semua yang Kakak lakukan untukku selama ini meskipun aku sudah menikah jangan lupakan adikmu ini''
lirih Sherliya
''tidak, tentu saja tidak kau adikku selamanya kau akan menjadi adikku ingat itu aku menyayangimu''
ucap Arya
''aku juga menyayangimu Kak''
Sherliya melepas pelukannya dan Arya beralih memeluk Erlangga
''jaga dia dan sayangi dia jangan pernah kau mencoba untuk memyakitinya atau kau akan berhadapan denganku''
Arya dengan sungguh-sungguh
__ADS_1
''jangan khawatir dia adalah bagian dari diriku mana mungkin aku menyakiti diriku sendiri? yakinlah aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri''
tegas Erlangga
''bagus itu yang ku harapkan''
Arya dan Erlangga pun saling berpelukan dan saling meyakinkan
☘️☘️☘️☘️☘️
''sayang, aku harus kembali ke kantor ada yang harus aku kerjakan kau kembali ke apartement bersama Robby dia akan mengantarmu ''
ucap Erlangga saat mereka di luar parkiran kantor catatan sipil
''baiklah, hati -hati di jalan''
ucap Sherliya dengan meraih tangan Erlangga dan menciumnya sejenak Erlangga terkesiap dengan apa yang di lakukan Sherliya dan mematung
Sherliya memasuki mobil yang Robby bukakan untuknya dan Erlangga memasuki mobil sport miliknya sejenak ia duduk di belakang kemudi menyentuh tangannya yang barusan Sherliya kecup senyum mengembang di wajah tampannya
''Sherliya...
gumamnya dan ia pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan maximum setelah memasang sabuk pengamannya dengan perasaan bahagia menyelimuti dirinya
''Nona jika ada sesuatu yang Nona butuhkan segera hubungi saya ''
''terima kasih Robby, tapi untuk saat ini tidak ada yang aku butuhkan, kau boleh pergi''
sahut Sherliya
''baik kalau begitu, saya permisi Nona''
pamit Robby
Sherliya mengunci pintu apartementnya dari dalam ia ingin sendirian untuk saat ini
ia berjalan menuju kamarnya dan tiba-tiba ia duduk bersimpuh memeluk kedua lututnya dan mulai terisak di samping tempat tidur
''Pah, Mah... hari ini aku sudah menikah hikss... hikss... aku bahagia Mah... Pah... ta-tapi.... orang yang aku harapkan hadir disaat hari bahagiaku tidak ada... Kakek... aku sangat merindukan Kakek ... hiks... hiksss
Sherliya terus menangis hingga sesegukan di dalam kamar itu sendirian meluapkan rasa sedihnya tangisnya pun semakin pecah mengisi kesunyian kamar itu
bayangan dan kenangan- kenangannya bersama sang Kakek terus melintas di pikirannya membuat dada Sherliya semakin sesak
__ADS_1
semua kasih sayang dan juga perlakuan sang Kakek yang selalu memanjakan dirinya membuat Sherliya semakin rindu pada sosok sang Kakek
tanpa Sherliya sadari jika di kamar itu terpasang CCTV yang terhubung dengan ponsel Erlangga yang saat ini tengah berada di kantor
fokus pria itu pada pekerjaannya pun terpecah saat ia melihat Sherliya yang tengah bersedih dari layar ponselnya
''kau sangat merindukan Kakek tua itu rupanya''
lirih Erlangga dengan menarik napas panjang, ia dapat merasakn kesedihan yang Sherliya rasakan iapun merasakan sesak melihat air mata Sherliya yang jatuh membasahi wajahnya
''kumohon jangan menagis sayang... ''
kembali Erlangga bergumam pada dirinya sendiri ia mengusap layar ponselnya berkali-kali dan tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk seseorang dari luar
''tokkk''
''tokk''
''tokkk''
''masuklah''
titah Erlangga rupanya Robby yang datang bersama dua orang dibelakangnya dengan membawa sesuatu yang berukuran besar hampir seukuran pintu ruangan itu
''Tuan Muda, aku membawakan sesuatu yang kau perintahkan ''
Erlangga beranjak dari kursinya ia nampak senang dengan kedatangan sang asisten
''cepat buka aku ingin tau bagaimana hasilnya ''
''baik Tuan, kalian cepat pasang foto itu di dinding belakang kursi kerja Tuan Muda''
ucap Robby
kedua orang itupun dengan cepat memasang bingkai foto berukuran jumbo itu di dinding sesuai keinginan sang Tuan Muda
Erlangga tersenyum bahagia dan juga puas akan hasil kerja sang asisten saat melihat foto dirinya bersama Sherliya kini menghiasi ruang kerjanya
''goodjob Robby''
puji Erlangga yang tak sedikitpun berpaling dari bingkai foto dihadapannya itu
__ADS_1
Erlangga Adhibrata & Sherliya Prameswari💕💕💕💕💕