
Kabar Sherliya sebagai ahli waris keluarga Prameswari menjadi trending topik di berbagai media masa baik cetak maupun elektronik
Tuan Tama merobek surat kabar yang ia baca pagi ini dengan kesal
''Semua rencanaku sia-sia saja, tapi aku tak akan menyerah Sherliya harus menjadi milikku apapun yang terjadi''
geram Tuan Tama
Hari ini seperti biasa Sherliya pergi ke kampus dikawal Jack dan Max tentunya
Semua Mahasiswa kampus yang sebagian tak menyukainya kini berubah sikap setelah tau siapa jati diri Sherliya sebenarnya
Selain cucu sah Prameswari ia juga istri dari seorang Erlangga Adhibrata cucu sang pemilik kampus sekaligus pengusaha kaya raya dan ternama
Berbeda dengan Sherliya, justru hal sebaliknya terjadi pada Yola cibiran dan ejekan ia dapatkan dari beberapa Mahasiswa bahkan sahabatnya Lala pun menjauh darinya kini
Yola semakin memupuk kebenciannya terhadap Sherliya semua hal baik selalu jatuh pada diri wanita itu berbeda dengannya yang harus susah payah untuk mendapatkan kemewahan
Dengan amarah yang menggebu Yola menghampiri Sherliya yang baru saja memasuki kelas
''Wanita Cafe sialan, aku sangat membencimu akan ku beri kau pelajaran''
teriak Yola
Semua mahasiswa sontak memandang kearah Yola yang berusaha menyerang Sherliya
Namun hal itu tak sampai terjadi karna ada Jack dan Max yang dengan sigap menangkap Yola
''Lepaskan aku brengsek , kalian menyakitiku aaawww''
Yola meringis kesakitan
''Kau berusaha menyerang Nona Muda maka inilah akibatnya''
ucap Jack dengan memegangi tangan Yola dengan satu tangannya
Semantara Max memegangi tangan Yola yang lainnya
Sherliya menatap Yola dengan tatapan santai senyum tersungging di bibir mungilnya
''Rupanya kejadian semalam tidak membuatmu sadar juga Yola''
''Diam kau wanita Cafe , aku bersumpah aku akan membalas semua yang kau lakukan padaku ''
teriak Yola
''Kau yang diam, berani kau membantak Nona kau pikir siapa dirimu kau hanya parasit ''
bentak Jack
''Lepaskan tangan ku sialan''
ringis Yola
__ADS_1
''Jack , Max kalian usir dia dari kampus ini dan antarkan dimana seharusnya dia berada''
titah Sherliya
''Baik Nona''
''Apa maksudmu ? kau tak bisa mengusirku dari sini kau tidak berhak''
bentak Yola
'' Nona berhak mengusirmu karna dia cucu menantu kesayangan Tuan Pandu ''
kali ini Max yang membentak Yola
Yola tak bisa lagi berkutik dengan kasar Jack dan Max menyeret wanita itu keluar kampus dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur ke jalanan
''Tunggu kalian tak bisa melakukan ini padaku, aku akan membalas kalian ''
kesal Yola
Malu dan kesal menjadi satu saat ini Yola menjadi tontonan semua Mahasiswa
''Silahkan saja kau mau berbuat apapun kami tidak takut kau bukan apa-apa ''
bentak Jack
''Tapi mobilku masih di dalam biarkan aku membawanya''
''Mobilmu ? itu mobil yang kau beli dengan uang Nona kami kau tak berhak memilikinya''
tukas Max dengan kasar menutup pintu gerbang kampus
Yola tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menangis teriakan dan cacian yang ia lakukan hanya sia - sia saja
Yola memutuskan untuk kembali ke kediaman Prameswari
☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di rumah Yola menceritakan semua yang terjadi di kampus pada Miranda
Miranda pun menjadi geram dengan apa yang dikatakan Yola ia merasa jika Sherliya sudah sangat keterlaluan pada putri semata wayangnya itu
''Kali ini Mama tak akan diam lagi dengan penghinaan yang anak itu lakukan ''
ucap Miranda
''Bagaimana kita akan memberinya pelajaran Mah?
''Kita lihat saja nanti, Mama akan mencari cara untuk menyingkirkan dia dan Mama akan membicarakan hal ini dengan Papamu nanti''
tutur Miranda
Pembicaraan Yola dan Miranda pun tanpa disadari di dengar asisten Kakek Dirga dan segera memberitahukannya
__ADS_1
Kakek Dirga yang mendengar laporan sang asisten pun segera menyuruh sang asisten untuk menghubungi Devano untuk mengingatkan Sherliya agar berhati-hati
Devano pun mengerti dengan permintaan Kakek Dirga segera ia memberitahu Erlangga dan Sherliya
''Kenapa semuanya sekarang menjadi tambah rumit saja''lirih Devano
Pria tampan itu memijat keningnya yang tiba-tiba berdenyut membuat nya sedikit pusing
Dikampus usai sesi kuliahnya Sherliya bersiap untuk pulang bersama Dilla di ikuti Jack dan Max
''Nona, Tuan Muda mengatakan anda harus berhati-hati Yola dan Tantemu sedang menyusun rencana untukmu''
tutur Max
Dilla menghentikan langkahnya dan menarik tangan Sherliya cemas
''Max, kapan kau mendapatkan kabar itu?''
tanya Dilla
''Barusan Nona Dilla''
jawab Max
''Sher, sebaiknya kita pulang bersama aku akan mengantarmu ''
ucap Dilla
''Tidak usah Dill, nanti kau terlambat untuk pulang ''
tolak Sherliya
''Jangan membantah ini perintah, firasatku tidak enak aku takut akan terjadi sesuatu padamu biarkan aku mengantarmu pulang ''
''Ya sudah , terserah kau saja''
ucap Sherliya
''Jack , Max kalian tetap di belakang kami dengan mobil Sherliya , biar Sherliya ikut dengan mobilku''
titah Dilla
''Baik Nona''
Sesuai perintah Dilla , Sherliya ikut dengannya di ikuti Jack dan Max dari belakang
Perlahan kedua mobil mewah tersebut keluar area kampus
Waktu menunjukan pukul 2 siang saat mereka berniat untuk pulang namun tiba-tiba dalam perjalanan yang cukup jauh dari pemukiman warga
Mobil Sherliya di himpit dua mobil hitam dan beberapa orang di dalamnya
Sherliya mulai cemas akan keselamatan Jack dan Max, Dilla yang berada di depan berusaha untuk terus mengemudi namun Sherliya meminta untuk berhenti karna mencemaskan kedua pengawalnya
__ADS_1