Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#12


__ADS_3

Setelah bertemu Sherliya , Arya pamit untuk kembali ke desa sementara Sherliya kembali ke apartement karna hari memang sudah larut malam


''baru pulang Sher?''


tanya Vincent saat mereka berpapasan di lobi apartement Sherliya tersenyum mengangguk


''iya Vin, kau juga sudah selesai dengan pekerjaanmu ?''


Sherliya menjawab Vincent dengan pertanyaan kembali


''iya seperti yang kau lihat , ya sudah kau cepat masuk ini sudah larut segeralah beristirahat tidak baik tidur terlalu malam''


ucap Vincent


''ok, bye Vincent''


pamit Sherliya


''bye juga.... ''


Vincent memasuki apartement miliknya begitu juga dengan Sherliya


gadis itu memasuki apartementnya dan langsung menuju kamar untuk membersihkan diri dan beristirahat


***********


Keesokan harinya Sherliya seperti biasa ia pergi ke Cafe untuk memeriksa stok bahan makanan juga beberapa buah dan minuman


''Fachri, sepertinya persediaan kita sudah menipis , kita harus meminta pemasok untuk segera mengirim bahan makanannya''


ucap Sherliya


''iya Nona''


jawab sang karyawan


Sherliya kembali keruangannya untuk kembali bekerja dan menghubungi agen yang biasa memasok bahan keperluan Cafenya


tok... tok....


pintu ruangan Sherliya di ketuk


''ya , masuk saja''


sahut Sherliya


''Nona ada yang ingin bertemu Nona''


tiba -tiba salah satu karyawan masuk keruangan Sherliya


''siapa?''


tanya Sherliya


''katanya ia asisten Tuan Muda Erlangga''


Sherliya beranjak dari kursinya mendengar ucapan karyawannya itu


''suruh dia masuk ''


''baik Nona''


tak berapa lama asisten pribadi itu masuk keruangan Sherliya dan sedikit membungkukan tubuhnya di hadapan Sherliya


''maaf Nona, kedatanganku kemari untuk menyampaikan pesan dari Tuan Muda''


''pesan? pesan apa katakan saja ''


ucap Sherliya


''Nona , Tuan Muda mengundang anda untuk makan malam nanti malam pukul 7 ini alamat restorannya saya harap Nona bisa datang''


kembali pria tampan itu memberikan sebuah alamat untuk Sherliya , gadis itu nampak tampak tertegun meraih secarik kertas dari tangan sang asisten


''apa kau bisa katakan padaku apa yang Tuan Muda inginkan dariku Tuan?

__ADS_1


tanya Sherliya


''saya tak bisa mengatakannya Nona, nanti Nona akan tau sendiri saran saya jika Nona ingin segera mencapai tujuan Nona maka terima saja nantinya apa yang Tuan Muda tawarkan ''


tutur pria itu


Sherliya terkejut mendengar penuturan sang asisten ia menatap pria dihadapannya dengan tajam


''apa maksudmu ? jangan membuatku bingung''


ucap Sherliya


''saya permisi Nona, saya harus segera kembali ''


sang asisten itu pun pergi meninggalkan Sherliya dalam kebingungannya


Sherliya terdiam menatap kertas ditangannya


''apa yang Tuan Muda itu ingin dariku?''


gumam Sherliya


***********


setelah disibukan seharian di Cafe Sherliya memutuskan untuk segera pulang dan membersihkan dirinya bersiap untuk pergi dimana ia akan memenuhi undangan Tuan Muda Erlangga


Sherliya merias dirinya secantik mungkin dan memakai gaun sebatas lutut berwarna orange rambut panjangnya ia biarkan tergerai dengan indah



setelah merasa sudah siap ia segera pergi ke tempat yang sudah di pesan Erlangga


sekitar 30 menit kemudian Sherliya sampai di sebuah restoran mewah ia turun dari mobil yang ia pakai dan memarkirkannya di lobi restoran


Sherliya di sambut karyawan restoran dengan ramah


''selamat malam Nona, ada yang bisa kami bantu ?''


''saya ada janji dengan Tuan Muda Erlangga Adhibrata''


ucap Sherliya


jawab sang karyawan restoran


''terima kasih ''


Sherliya berjalan mengikuti karyawan restoran tersebut menuju meja yang telah di siapkan sebuah ruangan VIP khusus dengan layanan mewah


''silahkan Nona , sebentar lagi Tuan Muda akan datang''


tukas sang karyawan


''baiklah terima kasih ''


Sherliya pun duduk di meja yang sudah tersaji beberapa makanan mewah dan menggoda tak berapa lama Erlangga tiba bersama asisten pribadinya seperti biasa pria itu selalu nampak tampan dan gagah dimanapun


''maaf membuatmu menunggu ''


sapa Erlangga


''selamat malam Tuan Muda, tidak apa saya juga baru sampai''


Sherliya sedikit membungkukan tubuhnya di hadapan pria yang notabene seorang pengusaha terkaya dan ternama hampir di seluruh dunia itu


Erlangga tersenyum melihat Sherliya ia pun duduk dihadapannya sementara sang asisten berdiri tegak di sampingnya


''sudah ku katakan jangan memanggilku dengan sebutan Tuan Muda apa kau lupa?''


tukas Erlangga


Sherliya merasa tak enak hati namun ia juga tak bisa menolak permintaan sang Tuan Muda


''maaf , saya lupa''


Sherliya duduk dengan tertunduk Erlangga yang tersenyum simpul melihat tingkah Sherliya yang kebingungan

__ADS_1


''buat dirimu senyaman mungkin saat bersamaku Sherliya Prameswari jangan tutupi jati dirimu dihadapanku''


ungkap Erlangga


Sherliya terkejut saat Erlangga memanggilnya dengan nama lengkapnya ia menatap sang Tuan Muda dengan tatapan tajam


''bagaimana kau tau nama asliku?''


ucap Sherliya


''kau lupa siapa aku Nona ??? hanya untuk mencari tau siapa dirimu aku tidak perlu repot dalam 1 detik semua sudah ada dalam genggamanku ''


tukas Erlangga


''maaf aku lupa dengan siapa aku berhadapan saat ini , lalu untuk apa kau memintaku datang kemari Tuan Muda?''


Sherliya sedikit kesal dengan penuturan Erlangga


Erlangga tersenyum tipis saat melihat Sherliya kesal ia kemudian memberikan isyarat pada asistennya


''Robby''


titah Erlangga


''baik Tuan ''


sang asisten yang bernama Robby itu pun memberikan sebuah maf kehadapan Sherliya


''Nona ini silahkan Nona lihat isinya ''


Sherliya membuka maf dan membaca isi yang tertulis di maf itu


''apa ini ??? Tuan Muda apa maksud semua ini? dan apa ini kenapa kau memintaku untuk menjadi istrimu ???''


Sherliya begitu terkejut saat ia mengetahui isi maf tersebut


''seperti yang kau baca aku ingin kau menjadi istriku selama 1 tahun kedepan demi mengabulkan keinginan Kakekku yang selalu menginginkan aku menikah dengan wanita asli keturunan indonesia dengan begitu aku tak perlu lagi menemui wanita-wanita yang Kakekku pilihkan untukku selama ini ''


ungkap Erlangga


''tapi El, ini sama saja kau menipu dengan membohongi Kakekmu , tidak aku tidak bisa menipu Kakekmu dia pasti akan kecewa denganmu nanti jika dia tau kau menipunya ''


tolak Sherliya


''itu semua urusanku Nona , El panggilan yang cukup bagus aku suka''


ucap Sherliya


Sherliya menatap jengah pada Erlangga yang hanya tersenyum menanggapi ucapannya


''El, aku tidak sedang bercanda kau tidak tau bagaimana rasanya di kecewakan oleh orang yang kita sayangi''


kembali Sherliya berkata


''itu semua tidak akan terjadi Nona, semua sudah aku atur kau hanya perlu mengikuti semua yang aku perintahkan dan aku akan membantumu mengambil hak mu sebagai cucu Prameswari yang sebenarnya juga mengungkap semua kejahatan keluargamu itu cukup adil bukan ???''


tutur Erlangga dengan tenang , Sherliya terdiam ia nampak berpikir memikirkan semua kata-kata Erlangga tangannya mulai gemetar ia meraih maf di meja kembali terlintas semua yang telah ia lewati karna ulah keluarganya air matanya pun menetes begitu saja membasahi wajahnya


Erlangga menatap Sherliya sejenak ia merasa iba dan ingin menenangkan gadis itu kedalam pelukannya namun urung ia lakukan


''bisakah aku memikirkan nya dulu Tuan Muda?''


tiba-tiba Sherliya berkata , Erlangga menatapnya dan mengangguk


''baiklah pikirkan semuanya dengan tenang, dan yakinlah dengan semua yang aku katakan untukmu aku akan melakukan apa pun ingat itu ''


Erlangga beranjak dari duduknya di ikuti Robby sang asisten


''cukup sudah kau mengeluarkan airmatamu Sherliya Prameswari , air matamu terlalu berharga untuk menangisi mereka saatnya mereka menagis untuk perbuatan yang mereka lakukan padamu ''


Erlangga menunduk di hadapan Sherliya mengusap airmatanya dan perlahan ia mengecup kening Sherliya yang nampak memejamkan matanya meresapi sentuhan tulus pria itu


Robby nampak membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang Tuan Mudanya lakukan untuk pertama kalinya ia melihat Tuan Mudanya bersikap lembut pada seseorang bahkan seorang gadis selama ini sang Tuan Muda terkenal arogan dan juga sangat tidak suka bersentuhan dengan siapapun


(wahhhhh Tuan Muda... apa yang terjadi denganmu ???)

__ADS_1


batin sang asisten


Erlangga pun meninggalkan Sherliya yang terdiam duduk di kursi dengan maf ditangannya


__ADS_2