
Sherliya menatap Erlangga yang menatapnya penuh damba terlihat jelas dimatanya jika sang suami tengah berkabut nafsu
" ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan di satu sisi aku belum yakin dengan perasaanku sendiri di sisi lain dia adalah suamiku sudah seharusnya aku memberikan hak nya aku tak ingin menjadi istri yang durhaka nantinya, berikan aku ketetapan hati untuk menjalani ini semua... "
batin Sherliya
''lakukanlah, ambil hak mu kau suamiku pemilik jiwa dan ragaku , aku istrimu sudah kewajibanku memenuhi keinginanmu''
tutur Sherliya dengan menangkup wajah Erlangga dan mencium bibirnya
Erlangga tersenyum bahagia mendengar penuturan Sherliya tanpa basa basi lagi ia kembali memagut bibir candu sang istri dengan penuh kelembutan
Sherliya mengalungkan kedua tangannya di leher Erlangga dan membalas semua ciuman dan sentuhan Erlangga tak kalah panasnya
Erlangga melepas gaun Sherliya dengan mudahnya hingga menyisakan bra dan penutup inti sang istri dengan warna senada
Sherliya menutup wajahnya dengan kedua tangannya karna malu ditatap seperti itu oleh Erlangga
''jangan menatapku seperti itu aku malu''
Erlangga semakin dibuat gemas dengan tingkah sang istri di tariknya kedua tangan Sherliya dan ia tarik keatas kepala kedua tangan Sherliya terkunci dalam satu genggamannya
Erlangga menciumi kening, mata , hidung , pipi dan bibir Sherliya dengan begitu memuja
''kenapa harus malu ? kau milikku biarkan aku melihat dan menikmati apa yang menjadi milikku''
bisik Erlangga yang kemudian menggigit kecil telinga Sherliya membuat tubuhnya merinding sekaligus geli namun terasa membuai
''El... emmhh...
kembali suara ******* Sherliya lolos begitu saja tanpa bisa di ia tahan saat Erlangga kembali mencumbu leher dan setiap inci tubuh indah sang istri
__ADS_1
Erlangga berhasil melepas semua kain yang menutupi tubuh Sherliya dengan napas yang memburu sang istri nampak terengah dalam buaian dan sentuhan yang Erlangga berikan
''El... ahh...
''dengarkan aku , aku akan melakukannya pelan -pelan ''
Erlangga mulai memposisikan dirinya memulai penyatuan mereka untuk pertama kalinya Erlangga harus bersusah payah untuk bisa menembus pertahanan sang istri Sherliya menjerit menahan sakit yang seolah membelah tubuhnya menjadi dua
''sakiiitt.... El.... hentikan.... ''
Sherliya tanpa sadar mencakar punggung Erlangga dan meremas sprei tempat tidurnya dengan kuat air mata membasahi sudut matanya
''sakit... El... sudah cukup hentikan sakit...
rengeknya
Erlangga menghentikan tubuh bagian bawahnya yang baru sebagian memasuki lembah kenikmatannya di kecupnya air mata yang membasahi wajah Sherliya
bisik Erlangga di telinga Sherliya perlahan ia kembali menggerakan tubuhnya untuk menerobos pertahanan sang istri yang terasa begitu sulit baginya
perlahan namun pasti Erlangga terus memacu tubuhnya di atas tubuh Sherliya hingga sang istri mulai nyaman dan benar saja rasa sakit yang tadi ia rasakan kini berganti dengan rasa nikmat yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata
racauan dan ******* keduanya memenuhi kamar apartement yang menjadi saksi pergumulan panas suami istri itu di pagi hari
''aaahhh.... El....''
''sayang... kau sungguh nikmat aaahhhh''
erang Erlangga ketika mencapai puncak kenikmatannya untuk pertama kalinya hingga ia jatuh di atas tubuh sang istri keringat membasahi pelipis Sherliya , Erlangga mengecup kening sang istri dengan segenap perasaannya
''terima kasih sayang, kau telah membuatku menjadi lelaki sempurna dan suatu kehormatan bagiku kau telah menjaga mahkotamu untukku aku sangat bahagia''
__ADS_1
tulus Erlangga
Sherliya mengangguk pelan dan tersenyum dengan rasa lelah yang menderanya
''aku janji kaulah yang pertama dan terahir untukku aku janji seumur hidupku hanya kaulah wanita yang aku inginkan dan hanya kaulah satu-satunya i love you Sherliya Prameswari ''
ungkap Erlangga
Sherliya menatap kedalam mata Erlangga terlihat jelas kejujuran dan cinta yang begitu besar untuknya dimata sang suami
Sherliya meraih tangan Erlangga dan mengecupnya
''aku tak tau perasaanku saat ini untukmu yang jelas aku merasa nyaman dan aku sangat bahagia saat bersamamu bukan karna kewajiban atau keharusan aku menyerahkan diriku padamu tapi memang aku ingin kau yang memiliki diriku seutuhnya .
''dan aku bahagia bisa membahagiakanmu suamiku ''
tulus Sherliya dengan senyum yang menghiasi wajahnya yang sedikit pucat
Erlangga mengecup kening Sherliya dengan perasaan bahagia yang kini memenuhi hatinya meskipun saat ini Sherliya belum mencintainya namun ia yakin seiring berjalannya waktu Sherliya akan mencintainya
''sayang kau sedikit pucat , apa aku terlalu bersemangat ya ? melakukannya tadi''
Erlangga menatap Sherliya dengan cemas
''aku tidak apa-apa aku hanya kelelahan dan mengantuk ''
tukas Sherliya dengan menggelengkan kepalanya
''kalau begitu tidurlah,aku akan menjagamu''
''terima kasih suamiku''
__ADS_1
Sherliya membenamkan dirinya dalam dekapan Erlangga yang kembali memeluknya erat dan terus menghujaninya dengan kecupan