
Alindya putri gadis 23 tahun itu terpaksa harus menjual rumah peninggalan orangtua nya untuk membiayai kuliah nya dan tinggal diapartemen sendirian ditengah kota ramai semenjak kecelakaan yang menimpa orangtua nya dan merenggut nyawa mereka. Beruntung Alin memiliki Reyhan kekasihnya dan dua sahabat Mira dan Lia yang menyayangi dan slalu ada untuknya membuat Alin tak terlalu terpuruk saat ditinggal kedua orangtuanya dua tahun lalu. Dan kini Alin berhasil menyelesaikan kuliahnya hingga wisuda...
" ma...pa...Alin akhirnya bisa lulus seperti harapan kalian. Semoga mama dan papa tenang disana " ucap Alin didepan makam kedua orangtua nya setelah itu Alin beranjak dan pulang keapartemennya membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya diranjang setelah seharian beraktifitas melepas penat...
Tok...tok...tok... Reyhan yang datang keapartemen Alin namun tak kunjung dibuka juga akhirnya Reyhan pun masuk tanpa mengetuk lagi setelah lama menunggu dan membuka pintu dengan pasword yang Reyhan ketahui...
" sayang bangun " ucap Reyhan membangunkan Alin yang masih tertidur pulas.
" emm sayang " lengkuhan Alin sambil mengerjapkan matanya.
" kamu udah disini aja " sambung Alin.
" ya kan mau jemput kamu buat dinner ngerayain wisuda kamu " ucap Reyhan lembut sambil mencium pipi Alin.
" emang jam berapa sekarang " tanya Alin yang mikir masih sore.
" udah jam 19:10 sayang " ucap Reyhan .
__ADS_1
" ya ampun sayang maaf yah aku ketiduran " ucap Alin .
" yaudah siap- siap gih " tutur Reyhan . Alin pun bergegas mandi dan bersiap. Sementara Reyhan kini duduk disofa sambil memainkan ponselnya. Selesai Alin bersiap mereka pun menuju restoran untuk makan malam bersama merayakan wisuda Alin. Setelahnya mereka masuk mobil dan melajukan kendaraannya dijalan raya.
" kita mau kemana yang " tanya Alin yang bingung karna bukan arah apartemennya.
" mampir ke club bentar yah " ucap Reyhan.
" ngapain? aku gak mau yah ngerayain ditempat kaya gitu kamu bilang kan dinner doang " ucap Alin.
" iya sayang aku cuma mampir bentar doang ko makanya ngajak kamu kalau enggak bisa nyampe pagi " saut Reyhan.
" iya sayang ku " ucap Reyhan sambil mengenggam tangan Alin dan mengecupnya sambil mengemudi kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai diclub malam pukul 22:45. Reyhan pun menggandeng tangan Alin yang terpaksa ikut masuk kedalam...
" Rey " teriak seseorang diujung sana sambil melambai. Reyhan pun terseyum dan menghampirinya.
" udah lama " tanya Reyhan.
__ADS_1
" belum ko " saut Raka.
" whuuii sapa nih " tanya Satria yang melihat Alin.
" ohw kenalin ini Alin cewe gue " ucap Reyhan.
" sayang ini Raka sama Satria sahabat aku " sambung Reyhan mengenalkan mereka. Alin pun menjabat tangan Raka dan Satria bergantian. Satria dan Raka sudah tahu siapa Alin tapi baru ketemu secara langsung. Mereka pun duduk dan mengobrol setelah memesan minum dan Alin hanya jadi pendengar obrolan mereka sambil menikmati orange jus nya karna tak mau minuman berakohol seperti yang dipesan para pria.
" udah yang jangan banyak- banyak aku gak mau kamu mabuk " ucap Alin memperingati Reyhan sebenarnya Alin tak suka melihat Reyhan minum-minuman seperti itu tapi Alin juga tak bisa mengekang Reyhan apalagi masih ada sahabat-sahabatnya.
" tenang aja yang kalau cuma dua gelas gak bakal bikin aku mabuk " saut Reyhan.
" yaudah pulang yuk " ajak Alin yang mulai risih karna semakin malam semakin rame.
" yaudah yuk , sob gue balik dulu yah " ucap Reyhan.
" baru jam 00:45 udah mau pulang aja " saut Satria.
__ADS_1
" gue juga mau balik " ucap Raka.
" yah gak asik kalian masih sore juga " ucap Satria namun tak digubris oleh Raka dan Reyhan yang pergi meninggalkannya. Sampainya diparkiran Reyhan dan Raka pun berpisah masuk mobil masing-masing dan berlalu.