Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 11


__ADS_3

Tak terasa kini sudah seminggu berlalu sejak kejadian naas yang dialami Alin membuat gadis yang tadinya ramah kini jadi pendiam dan irit bicara membuat Lia bingung dengan tingkah sahabatnya itu. Apalagi kini Reyhan yang selalu jadi sosok pelindungnya pun sedang diluar kota dan belum tahu kapan kepulangannya membuat Alin kini semakin menutup diri...


"Lin kantin yuk" ajak Lia.


"Aku nitip aja lagi tanggung nih" ucap Alin yang memilih menyibukan dirinya agar ia bisa melupakan kejadian itu.


"Males ah masa gue makan sendiri terus sih" keluh Lia.


"Tapi ini beneran tanggung Lia" ucap Alin. Lia yang kesal pun pergi meninggalkan Alin begitu saja. Sebenarnya Alin hanya takut jika ia sampai berpapasan dengan Raka makanya Alin memilih untuk tinggal diruangan sendiri untuk menghindari hal itu namun tanpa Alin duga kini Raka malah masuk keruangannya yang sepi membuat Alin jadi takut dan panik kalau-kalau hal itu terulang lagi.


"Tenang Lin ini kantor gak mungkin dia lakuin lakuin itu disini" guman Alin dalam hati agar tetap tenang.


"Alin ada yang mau saya bicarain bisa keluar sebentar ga" ucap Raka yang sudah didepan Alin.


"Maaf pak kalau memang ada perlu bapak langsung bicara aja" ucap Alin yang berusaha setenang mungkin.


"Gak bisa disini, saya janji cuma sebentar aja" ucap Raka yang sudah benar-benar menyesal dan ingin minta maaf namun Alin selalu menghindarinya. Alin pun akhirnya mengangguk karna ia sadar Raka pasti akan membahas masalah itu dan kantor bukan tempat yang tepat.


Kini Alin pun sudah berada dimobil Reyhan sedang melaju entah kemana Alin pun masih ragu dan cemas. Membuat hening saat diperjalanan karena tak ada yang bicara hingga mereka sampai di restoran yang cukup mewah. Reyhan pun mengajak Alin masuk sebuah ruangan dan tak lama pramusaji pun menghampiri mereka dan mencacat pesanan mereka.


"Alin aku minta maaf benar-benar maaf aku yang udah salah nilai kamu dan ngelakuin hal yang gak seharusnya ke kamu" ucap Raka tulus.

__ADS_1


"Bapak cukup lupain masalah itu dan anggap aja tak terjadi apa pun di antara kita" ucap Alin berusaha tetap tegar.


"Gak bisa Lin, aku salah dan aku akan menebus semuanya aku gak bisa lari gitu aja dan pura-pura tak terjadi apapun" ucap Raka.


"Lalu bapak mau gimana? Bapak bisa balikin apa yang sudah bapak ambil?" Tanya Alin yang kesal.


"Aku mungkin gak bisa balikin apa yang sudah aku ambil namun aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku" ucap Raka.


"Maksud bapak?" Bingung Alin.


"Aku akan nikahin kamu" ucap Raka.


***


Kini Alin sudah kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugasnya kembali. Namun baru saja Alin mendudukan tubuhnya ia sudah dihujani banyak pertanyaan oleh Lia membuat Alin bingung harus menjawab apa dan akhirnya Alin memilih menghidupankan kembali komputernya sibuk dengan desain-desain tender yang belum selesai. Lia yang merasa teracuhkan pun kini melangkah dengan kesal ke meja kerjanya, kini ruangan itu pun jadi sunyi senyap akibat Lia yang kesal dan tak mau berbicara dengan Alin yang akhir-akhir ini sering mengacuhkanya hingga jam kerja pun selesai...


"Balik yuk" ajak Alin. Namun kini giliran Lia yang mengacuhkan nya.


"Yaudah kalau gak mau, padahal tadinya gue ingin traktir lo makan bakso" ucap Alin mengoda Lia.


Lia yang memang tak bisa marah dengan Alin pun langsung tergoda.

__ADS_1


Entah mengapa setelah tadi bicara dengan Raka Alin sedikit lega dan meresa tak terbebani lagi dan akan jujur pada Reyhan tentang semuanya setelah Reyhan pulang dari luar kota nanti karena Alin tak ingin membohongi orang yang selama ini sayang padanya dan Alin pun begitu apalagi setelah kedua orang tuanya tiada Reyhan lah yang selalu menjaga dan membuatnya bahagia...


***


Sampainya di apartemen seperti biasa Alin langsung membersihkan diri baru setelah itu ia akan tidur namun belum sempat menutup matanya sang kekasih yang sedang jauh disana menghubunginya.


"Hallo sayang, aku kangen banget nih sama kamu" ucap Reyhan.


"Kangen apanya? Kalau kangen tuh gak mungkin ngilang gak ada kabar" cetus Alin karna Reyhan tak pernah menghubunginya setelah mengirim pesan singkat kalau ia akan keluar kota.


"Bukan gitu yang tapi masalahnya ini tuh beneran gak bisa ditinggal jadi mana sempat aku main ponsel" jelas Reyhan.


"Tapi ko aku hubungin kamu gak bisa?" Tanya Alin.


"Disini tuh emang susah sinyal nya kalau pun ada cuma bentar doang, sekarang aja aku lagi jauh dari penginapan hanya untuk nyari sinyal karna udah kangen banget sama kamu" keluh Reyhan.


"Serius kamu? Kamu balik aja deh aku malah takut kalau nyasar atau mungkin tersesat ini kan udah malam yang mending kamu balik terus istirahat aja deh" ucap Alin yang malah khawatir.


"Yaudah kamu juga tidur yah! Good night sayang semoga mimpiin aku" ucap Reyhan.


"Good night too moga kita bisa ketemu dimimpi dah.." ucap Alin dan memutus panggilan telpnya.

__ADS_1


__ADS_2