Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 43


__ADS_3

Didalam kamar...


Reyhan yang baru selesai membersihkan tubuhnya kini sedang duduk ditepi ranjang dengan fikiran yang masih menerka-nerka tentang yang terjadi dengan Alin dan Raka.


"Jadi beneran Raka yang waktu itu memperkosa Alin, makanya Raka bersedia menikah dengan Alin walau ia tahu Alin sedang mengandung dan bersikap seperti pahlawan untuk menggantikanku" guman Reyhan dalam hatinya.


"Brengsek bener-bener harus gue kasih pelajaran tuh anak" umpat Reyhan sambil mengepalkan tangan erat.


Tok...tok...


"Rey makan dulu yuk temenin mama" ajak mama Dina.


"Iya mah Rey ganti baju dulu" saut Reyhan.


Mama Dina pun turun lebih dulu dan membantu bibi yang sedang menata makanan dimeja makan.


"Maaf ya mah lama" ucap Reyhan yang kini tengah duduk disamping sang mama.


"Iya sayang gak papa" saut mama Dina dan mulai makan dengan hening hanya suara sendok dan piring yang beradu...


***

__ADS_1


Di rumah sakit...


Alin yang yang baru selesai minum obat pun mulai memejamkan matanya dan istirahat masih ditemani oleh mama Sarah dan Raka yang kini sedang duduk disofa yang tak jauh dari Alin. karena Alin masuk ruang rawat VIP yang fasilitasnya lengkap.


"Ka mendingan kamu pulang dulu aja istirahat dirumah biar mama yang jagain Alin" ucap mama Sarah yang tak tega melihat putranya yang dari kemarin memang belum istirahat karena mencari Alin dan kini wajahnya juga penuh memar.


"Raka bisa istirahat disini ko mah, kalau mama cape mendingan mama aja yang  pulang biar Raka yang jagain Alin disini" saut Raka.


"Yaudah mama keluar dulu ya beli makanan kamu juga pasti belum makankan?" Ucap mama Sarah.


Raka hanya mengangguk lalu mama Sarah pun segera beranjak dari kamar rawat Alin dan meninggalkan rumah sakit. Raka yang melihat Alin terlelap pun kini menghampirinya dan ikut berbaring disamping Alin lalu mulai memejamkan matanya sambil memeluk Alin.


"Emm" lengkuh Alin yang mulai bangun setelah hampir satu jam ia tertidur dan terkejut karena ada Raka yang tertidur disampingnya sambil memeluknya. Alin jadi diam tak bergeming karena takut membangunkan Raka yang terlihat sangat pucat dan sedikit kacau tak seperti biasanya dan mama Sarah juga tertidur diatas sofa yang tak jauh dari sana membuat Alin kini mulai memejamkan kembali matanya dan tertidur lagi...


***


"Mau kemana Rey?" Tanya mama Dina.


"Mau ke rumah sakit" saut Reyhan.


"Kamu sakit?" Panik mama Dina lalu reflek memeriksa tubuh Reyhan.

__ADS_1


"Bukan Rey yang sakit mah tapi Alin" jelas Reyhan.


"Alin?" Tanya mama Dina yang memang belum tahu keadaan Alin sejak terakhir kali.


"Yaudah mama ikut ya" sambung mama Dina.


Reyhan pun hanya mengangguk lalu berjalan keluar duluan karena sang mama sedang pergi kekamar untuk mengganti baju dan mengambil tas.


Sampainya dirumah sakit Reyhan pun memarkirkan mobilnya dibasemant rumah sakit lalu segera menuju ke ruang rawat Alin sambil mengandeng sang mama dan tangan satunya membawa buah-buahan yang dibeli mama Dina saat dijalan tadi.


Tok...tok...


Setelah mengetuk pintu kamar rawat Alin Reyhan dan mama Dina pun masuk dan melihat Alin yang tengah disuapi oleh Raka.


"Assalammualaikum" ucap mama Dina.


"Wa'alaikum salam" saut Alin dan Raka bersamaan.


"Alin kamu kenapa nak? Ko bisa sampai masuk rumah sakit" tanya mama Dina khawatir.


"Alin gak papa ko mah maaf ya udah bikin mama jadi khawatir" saut Alin.

__ADS_1


Setelah meletakan buah yang ia bawa Reyhan pun kini duduk disofa sedang sang mama duduk disamping Alin sambil mengobrol dan bertanya kabar. Raka kini menghampiri Reyhan setelah selesai menyuapi Alin dan duduk dengan cangung didepan kursi single yang diduduki Reyhan karena masalah ia dan Reyhan yang belum terselesaikan apalagi kini Reyhan menatapnya dengan tatapan seperti ingin menerkam mangsanya bukannya Raka takut namun ia hanya berusaha untuk menghindari keributan apalagi dengan sahabatnya sendiri.


__ADS_2