
Kini lambat laun Alin pun sudah bisa sedikit melupakan kejadian itu walau kadang samar-samar bayangan kejadian itu masih terlintas dibenaknya namun karena kesibukannya ditambah dengan kehadiran sahabat serta Reyhan yang kini telah kembali membuat Alin tak selalu mengingat kejadian buruk itu...
***
Kini Alin tengah bersiap karena Reyhan akan mengajaknya nonton serta makan malam. Alin pun segera keluar setelah memdapat pesan bahwa Reyhan sudah menunggunya diluar lalu segera menghampiri dan masuk mobil Reyhan kemudian berlalu meninggalkan apartemen Alin. Setelah nonton Alin dan Reyhan pun kini sudah berada disebuah restoran.
"Mau pesen apa yang?" Tanya Reyhan.
"Samain aja sama kamu" saut Alin. Reyhan pun menyebutkan pesanannya pada pramusaji yang sedang berdiri disamping meja kemudian segera berlalu untuk menyiapkan pesanan itu.
"Yang ada yang mau aku omongin" ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Alin.
"Mau ngomong apa kaya nya serius banget" saut Alin yang melihat Reyhan sedikit tegang. Reyhan pun mengambil sesuatu dari saku celananya dan ----
__ADS_1
" will you merri me?" Sambung Reyhan yang sudah berjongkok didepan Alin sambil membuka kotak cincin.
Alin pun seketika menutup mulutnya dengan satu tangannya karena sedikit terkejut akan perbuatan Reyhan dan seketika terlintas saat Alin mengalami kejadian itu dan hendak memberi tahu Reyhan.
"Tapi Yang aku -----" ucap Alin yang terpotong ucapan Reyhan.
"Aku ga mau denger alasan apa pun lagi dari kamu" tegas Reyhan. Membuat Alin tak bisa berkata apa pun dan hanya mengangguk. Reyhan yang mendapat amggukan dari Alin pun tersenyum bahagia dan memangsangkan cincin itu dijari manis Alin kemudian memeluknya erat.
"Iya taruh aja mba" kesal Reyhan yang sedikit terganggu oleh kehadiran pramusaji itu.
"Udah ah lepasin malu tahu" ucap Alin. Reyhan pun akhirnya melepas pelukannya dan segera menikmati makanan yang telah tersaji setelah itu pergi menuju apartemen Alin kembali...
***
__ADS_1
Sampai nya di apartemen Alin pun hendak turun dari mobil Reyhan namun tangannya digenggam oleh tangan Reyhan membuat Alin tak jadi membuka pintu mobil dan menengok kearah Reyhan.
"Ada --- eemmm" ucap Alin terpotong karena Reyhan langsung mencium bibir Alin. Awalnya hanya memcium namun lama-lama ciuman itu berubah jadi hisapan dan gigitan kecil membuat Alin membuka mulutnya dan lidah Reyhan mengexplor mulut Alin. Setelah cukup lama berciuman Alin pun sedikit mendorong dada Reyhan agar sedikit menjauh dan melepas ciuman nya karena Alin yang sudah terengah-engah karena posokan oksigennya yang sudah menipis...
"Aku masuk yah" pamit Alin setelahnya.
"Iya,, aku juga pulang yah masih ada kerjaan soalnya" jelas Reyhan yang tadi mendapat email dari asisten nya.
"Iya hati-hati yah dahhh" ucap Alin sambil melambai dan Reyhan pun segera berlalu. Alin pun masuk dan segera merebahkan tubuhnya setelah membersihkan diri terlebih dahulu dan langsung tertidur pulas...
***
Pagi harinya kini Alin sudah berada dikantor dan sedang membahas tender desain bersama tim nya dengan serius tanpa sadar dari kejauhan ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya dari jauh, iyalah Raka yang masih saja terbebani karna sudah merenggut sesuatu yang berharga dari Alin namun Raka juga tak bisa berbuat apa-apa karena Alin yang sudah bahagia bersama Reyhan namun Raka juga berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga dan melindungi Alin dari jauh sebagai ganti tanggung jawab nya karena Raka juga tahu kalau Alin sudah tak punya siapa-siapa dan hanya sebatang kara.
__ADS_1