
Sore harinya...
Alin yang merasa haus pun beranjak dari tempat tidur menuju dapur untuk mengambil minum dan meneguknya hingga tandas sambil sedikit mengerutkan keningnya karena melihat kulkas yang hanya diisi oleh beberapa botol minuman dan beberapa kaleng minuman bersoda lalu duduk dimeja makan setelah menutup pintu kulkas kembali.
Alin duduk sambil memainkan ponsel nya berchating ria bersama para sahabatnya hingga tak menyadari ada seseorang yang mendekat dan duduk disampingnya...
"Astaga... mas kamu bikin jantungan aja" dengus Alin yang kaget karena kehadiran Raka.
"Makanya jangan kebanyakan bengong" saut Raka.
"Siapa yang bengong?" ucap Alin.
"Kamu laper?" Tanya Raka.
"Belum aku tadi cuma haus aja" saut Alin.
"Kalau mau apa-apa tinggal bilang aja" ucap Raka.
"Iya, oya mas aku masih boleh kerja kan" ucap Alin.
"Bukannya kamu masih cuti?" Tanya Raka bingung.
"Iya maksud aku___" ucap Alin yang sedikit ragu untuk membahas masalah resign.
"Kamu masih bisa kerja selama keadaan kamu baik-baik saja" ucap Raka yang tak ingin terlalu membatasi Alin.
__ADS_1
"Aku baik-baik aja ko walau kalau pagi masih sering mual tapi aku baik-baik saja" ucap Alin sedikit bahagia karena tak harus keluar dan masih bisa tetap bekerja.
Raka yang sekilas melihat senyum Alin pun ikut menyunggingkan sudut bibirnya entah perasaan apa itu yang jelas kini ada sedikit kebahagian tersendiri...
***
Malam harinya entah kenapa kini Alin selalu saja merasa lapar padahal tadi ia sudah makan malam bersama Raka sebelum mereka tidur...
"Mas... bangun mas Raka" ucap Alin yang terpaksa harus membangunkan Raka sambil terus menggoyangankan lengan Raka.
"Eemmm... ada apa?" Lengkuh Raka sambil membuka kedua matanya.
"Aku lapar mas" jelas Alin sedikit ragu.
"Gak bisa mas aku sudah coba dari tadi" ucap Alin.
"Yaudah kamu mau makan apa biar aku pesenin" ucap Raka yang kini sudah memegang ponsel nya untuk memesan lewat aplikasi.
"Aku mau nya makan ditempatnya langsung" ucap Alin spontan.
"Tapi ini masih tengah malam kamu mau makan apa" ucap Raka yang bingung.
"Aku mau makan sate padang" ucap Alin.
"Yaudah aku cuci muka dulu, kamu pakai jaket angin malam gak bagus buat ibu hamil" ucap Raka yang langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya yang masih mengantuk.
__ADS_1
Alin pun menggunakan jaketnya dan mengambilkan sekalian punya Raka lalu memberikannya setelah Raka keluar dari kamar mandi. Setelah itu mereka pun memembus jalan raya yang sudah cukup sepi karena masih dini hari dan terus mencari hingga hampir satu jam mereka pun akhirnya menemukan warung yang masih buka dan masih ada satenya tentu saja.
"Alinn bangun jadi makan disini atau dibawa pulang?" Tanya Raka lembut sambil mengusap pipi Alin yang tertidur.
"Emm...makan sini aja yaudah turun yuk" ucap Alin setelah membuka kedua matanya.
"Makan nya dimobil aja gak usah turun" ucap Raka.
"Yaudah" ucap Alin akhirnya dan tak lama pesanan Raka pun siap. Raka langsung memberikannya kepada Alin dan Alin pun langsung memakannya.
"Kita pulang yah" ajak Raka.
Alin hanya menganggukan kepala nya sementara mulutnya masih asyik mengunyah.
"Nih buka mulut kamu!" Perintah Alin.
"Aku gak mau kan tadi kamu yang pengin" ucap Raka.
"Tapi kamu pesanan kebanyakan aku gak mungkin bisa habisin ini sendiri" keluh Alin.
"Ayok buka mulut nya" sambung Alin ingin menyuapi Raka.
Raka pun akhirnya membuka mulut nya menerima suapan dari Alin yang terus memaksanya. Hingga kini habis dan tak tersisa dan mereka pun kini sudah sampe diapartemennya untuk melanjutkan tidur mereka kembali...
Setelah beberapa hari Alin dengan Raka kini Alin sudah tak meresa takut lagi apalagi semua perhatian dan perlakuan lembut yang Raka berikan membuat Alin merasa nyaman dan tak terbebani. Biarlah berjalan seperti air yang mengalir walau belum ada perasaan satu sama lain namun mereka masih bisa berteman dan masih bisa menjalani hidup tak tekanan.
__ADS_1