
Di kantor Wiguna grup...
"Aku masuk dulu ya mas" pamit Alin setelah mencium punggung tangan Raka.
"Iya" saut Raka lalu menuju basement untuk memarkirkan mobil nya setelah Alin turun.
Sampai nya diruangan Raka langsung disambut oleh Dave yang melakukan panggilan lewat vidio untuk meeting.
Raka pun duduk dikursi kebesarannya sambil melakukan meeting bersama Dave yang masih diluar kota bersama para staf yang lain dikantor cabang. Setelah itu mulai membaca dan menandatangi dokumen-dokumen yang berada dimeja kerjanya...
***
"Makan siang bareng yuk" ajak Raka melalui pesan singkat.
"Maaf mas aku udah janji mau makan bareng Lia, lain kali aja ya?" tolak Alin membalas pesan Raka.
"Yaudah gak papa, oya nanti sore ke rumah mama ya" ucap Raka.
"Iya" singkat Alin.
"Yaudah jangan sampe telat makan" ucap Raka.
"Iya kamu juga ya" balas Alin mengakhiri pesan singkat nya.
Alin sebenarnya bingung kenapa Raka bisa begitu baik dan perhatian kepadanya setelah menikah padahal dulu Raka terlihat dingin dan seperti tidak suka pada Alin sampai tega melakukan hal yang begitu menyakiti Alin hingga Alin harus kehilangan kesucian nya namun setelah menikah Raka malah begitu perhatian dan menghargai Alin sampai-sampai saat meminta hak nya pun Raka izin terlebih dulu bahkan melakukannya dengan sangat lembut berbeda saat mereka melakukannya untuk pertama kali Raka berlaku sangat kasar dan brutal membuat Alin jadi teringat saat mereka sedang melakuan hubungan suami istri yang semalam dan tadi pagi mereka lakukan.
"Senyum-senyum aja neng dari tadi, pasti lagi mikir yang enak-enak ya" tebak Lia sambil menggoda Alin.
"Apaan sih lo" saut Alin mencoba biasa aja.
"Lo udah begituan sama pak Raka, gimana rasanya Lin" bisik Lia.
"Sok tahu" ucap Alin.
"Tahu lah, tuh lihat leher lo aja kek gitu" saut Lia.
Alin pun langsung mengambil ponselnya untuk melihat lehernya.
"Perasaan tadi pagi udah ditutup pakai foundation masa masih kelihatan sih" guman Alin pelan.
"Gimana Lin rasanya" sambung Lia.
"Kepo, udah buruan tuh habisin makan nya" perintah Alin.
__ADS_1
"Alin ayok dong cerita, jangan pelit-pelit sama gue" ucap Lia.
"Maka buruan nikah biar tahu rasanya" saut Alin.
"Boro-boro nikah pacar aja gue belum punya" kesal Lia.
"Emm kacian, kenapa gak sama Dika aja gue lihat dia kaya nya ada rasa tuh sama lo" saran Alin.
"Apa sih lo kita kan cuma rekan kerja doang" ucap Lia.
"Tapi gue sering lihat Dika suka perhatiin lo diam-diam Lia" saut Alin.
"Udah ah balik yo" ajak Lia saat sudah selesai makan dan kembali keruangan mereka untuk melanjutkan pekerjaannya...
***
Raka dan Alin kini sudah berada di mobil menuju ke rumah orang tua Raka.
Tanpa pulang keapartemen dulu karena akan memakan waktu yang lama kalau harus pulang untuk mengganti baju dulu.
"Gak mampir ke toko kue dulu mas?" Tanya Alin.
"Kamu mau beli kue?" Tanya balik Raka.
Raka hanya diam karena biasanya ia hanya keluar masuk doang tanpa harus membawa sesuatu, tapi tetap menuruti kemauan Alin untuk membeli kue untuk dibawa ke rumah orang tuanya.
Sampainya dikediaman orangtua Raka.
Alin dan Raka pun masuk langsung disambut oleh mama Sarah yang tadi sudah menelpon Raka saat berada dijalan tadi.
"Assalammualaikum" ucap Alin dan Raka bersamaan.
"Wa'alaikum salam, ayok masuk sayang" ajak mama Sarah.
Raka dan Alin pun masuk bersama mama Sarah setelah Alin dan Raka mencium punggung tangan mama Sarah lalu Alin memberi kan kue yang tadi dibelinya.
Mama Sarah lalu menyuruh Raka dan Alin untuk naik dulu ke kamar Raka untuk istirahat sebentar sambil menunggu untuk makan malam bersama.
***
"Mau mandi bareng" ajak Raka saat sudah berada didalam kamar.
"Gak, kamu aja duluan" ucap Alin yang mukanya langsung merona.
__ADS_1
"Yakin" goda Raka saat menyadari muka Alin yang memerah.
"Iya buruan" ucap Alin sambil menunduk.
"Yaudah aku duluan ya" ucap Raka yang tak ingin menggoda Alin lagi lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersih diri. Sementara Alin kini sedang duduk disofa yang ada dikamar Raka sambil selonjoran.
Raka yang kini sudah selesai mandi memhampiri Alin yang sedang duduk dengan mata terpejam.
Alin langsung membuka matanya saat tubuhnya terasa melayang karena digendong oleh Raka.
"Kalau cape tidur lagi aja dulu" ucap Raka sambil membaringkan tubuh Alin diranjang.
"Gak aku mandi dulu" saut Alin yang ingin segera mandi karena tubuhnya sudah lengket.
Alin lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Raka pun hanya membiarkannya.
***
"Malam pah...mah" sapa Raka dan Alin bersamaan saat tiba diruang makan.
"Malam Ka...Al" saut papa Bagas.
"Malam sayang" sambung mama Sarah.
Alin dan Raka pun duduk lalu mulai makan malam bersama tanpa ada pembicaraan lagi hanya suara sendok dan piring beradu yang terdengar. Setelah selesai makan kini mereka pun sudah duduk di ruang keluarga...
"Jadi kapan kalian akan melakukan resepsi?" Tanya papa Bagas memulai obrolan. Papa Bagas sudah diberi tahu oleh mama Sarah sebelumnya.
"Raka ikut aja pah terserah Alin" ucap Raka sambil melirik Alin.
"Ak...aku..." bingung Alin.
Namun tiba-tiba Raka menggenggam tangan Alin sambil tersenyum membuat Alin sedikit merasa hangat karena perlakuan Raka yang terlihat tak terlalu menuntut Alin.
"Sayang jangan terlalu terbebani nanti biar mama bantu untuk mempersiapkan nya" ucap mama Sarah.
"Emm Alin terserah gimana baiknya mama sama papa aja" ucap Alin akhirnya walau sebenarnya masih ada perasaan ragu dan takut.
"Gimana kalau minggu depan" tawar papa Bagas.
"Iya sayang ide bagus, nanti biar mama bantu cari WO yang bagus buat acara kalian" sambung mama Sarah.
Raka dan Alin pun hanya mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1