
🌺🌺🌺 inikah yang dinama kan yang saling mencintai akan kalah dengan yang selalu ada ??? 🌺🌺🌺
Keesokan hari nya...
Alin mulai membuka matanya perlahan saat merasa sedikit sesak karena saat ini tangan Raka sedang melingkar diatas perut Alin memeluk nya dengan erat. Alin baru pertama kali tidur dengan Raka dengan posisi sedekat ini bahkan tak berjarak sama sekali karena tubuh keduanya saling menempel padahal biasanya Raka akan tidur diujung ranjang begitu juga dengan Alin namun kini keduanya malah tidur ditengah ranjang dengan saling memeluk. Alin mulai memperhatikan Raka yang terlelap dipandangnya wajah damai Raka yang sedang tertidur pulas dengan alis yang tebal, hidung mancung, pipi tirus, dan rahang yang tegas membuatnya nyaris sempurna. Alin memcoba memindahkan tangan Raka karena ia ingin ke kamar mandi namun hal itu malah membangunkan Raka.
"Ada apa?" Tanya Raka mulai mengerjapkan matanya.
"Lepas dulu aku mau ke kamar mandi" ucap Alin.
Raka pun melepas pelukannya dan menurunkan selimut yang menutupi tubuh keduanya lalu bangun namun tiba-tiba saja Alin menjerit.
"Kenapa?" Tanya Raka yang panik.
"Kamu yang kenapa main tarik aja" saut Alin yang langsung menutupi tubuh polosnya karena selimutnya diturunkan oleh Raka.
__ADS_1
"Aku pikir kenapa? Gak perlu ditutupin juga toh aku udah lihat semuanya" ucap Raka yang kemudian menggendong tubuh Alin.
"Turuni aku mas" ucap Alin yang semakin malu saat Raka menggendongnya dengan keadaan masih sama-sama polos.
"Katanya mau ke kamar mandi??" Bingung Raka.
"Iya tapi aku bisa jalan gak perlu digendong" ucap Alin.
Raka tak mendengarkan Alin dan terus menggendongnya membawanya sampai ke kamar mandi.
"Kenapa harus keluar bukannya biasanya aku juga temenin kamu disini?" Ucap Raka.
"Tapi aku mau pipis mas sekalian mandi" ucap Alin.
"Aku pikir kamu mau muntah" ucap Raka.
__ADS_1
"Yaudah lah aku juga sekalian mau mandi juga" sambung Raka yang malah menutup pintu dan hendak mandi.
Membuat Alin tak bisa berkata apa-apa lagi dan merasa keheranan juga karena pagi ini ia tak merasa mual apalagi muntah. Mereka pun akhirnya mandi bersama-sama membuat Alin semakin malu hingga wajah nya memerah seperti kepiting rebus pasalnya baru kali ini Alin telanjang bulat didepan laki-laki dan mandi bersama walau itu dengan suaminya.
"Kenapa muka kamu memerah? Kamu sakit?" Tanya Raka sambil memegang kening Alin.
"Aku gak papa" ucap Alin semakin menunduk karena Raka semakin dekat.
Raka pun baru menyadari sesuatu setelah melihat dengan jelas tubuh Alin yang penuh dengan kissmark akibat ulahnya membuat sesuatu dibawah sana menjadi bangun kembali. Alin yang sedang menunduk didepan Raka pun melihat dengan jelas belalai Raka yang sudah berdiri tegak membuat nya terkejut dan langsung melihat kearah Raka hingga tatapan keduanya bertemu dan Raka langsung memeluk Alin, menciumnya dan mulai menghisap bibir Alin sambil tangannya yang kini ikut menyusuri dan meremas pelan tubuh Alin. Raka kembali membuat tanda kepemilikannya dileher dan dada Alin sambil terus bermain-main disana. Alin yang mendapat sentuhan lembut Raka pun mulai menikmatinya dan terbuai hingga Raka kembali memasukan belalainya kebagian inti Alin membuat Alin mendesah merasakan nikmat yang Raka berikan.
Hampir satu jam keduaan melakukan kembali ritual suami istri itu hingga akhirnya Raka mengerang karena sudah sampai puncaknya dan menanam kembali benihnya dirahim Alin lalu memeluk dan mengecup kening Alin.
"Makasih sayang" ucap Raka.
Alin pun memeluk tubuh Raka dan menyandarkan kepalanya didada bidang Raka keduanya berpelukan sesaat setelah itu melanjutkan mandi yang tertunda lalu bersiap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1