Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 44


__ADS_3

Tiga hari pun telah berlalu dan kondisi Alin dan kandungannya kini mulai membaik seperti sebelumnya. Namun tidak dengan hubungan Alin dan Raka yang masih penuh salah paham. bukannya Alin egois namun bayangan Raka yang bermesraan dengan wanita lain membuatnya jadi bimbang ditambah lagi dengan kehadiran Reyhan yang juga selalu memberi perhatian seperti dulu membuat Alin jadi punya fikiran ingin bersama dengan Reyhan kembali.


"Al, dokter sudah bolehin kamu pulang" ucap mama Sarah gembira.


"beneran mah?" Tanya Alin yang memang sudah tak betah berada dirumah sakit.


"Iya ini mah juga mau rapihin barang-barang kamu" saut mama Sarah.


"Gak usah mah biar Al aja" tolak Alin.


"Sayang walau sudah boleh pulang tapi kamu juga gak boleh terlalu cape" jelas mama Sarah.


"Iya mah, emm mah Alin boleh minta sesuatu gak?" Tanya Alin ragu.


"Apa sayang?" Balik mama Sarah.


"Boleh gak kalau Alin pulang keapartemen?" Ragu Alin.


"Al mama tahu kamu ada masalah dengan Raka, tapi sayang jika kamu terus menghindar masalah itu gak akan selesai, bukannya mama mau ikut campur tapi kondisi kamu gak memungkinan untuk tinggal diapartemen dan lagi kandungan kamu juga sudah semakin besar mama khawatir kalau terjadi sesuatu sama kamu lagi Al" ucap mama Sarah.


Raka yang ternyata ada dibalik pintu ingin menjeput Alin pun mendengar obrolan menantu dan mertua itu hatinya jadi semakin sakit karena istrinya ingin menjauhinya padahal ia sudah menjelaskannya kepada Alin namun entah kenapa Alin masih belum mau memaafkan kesalahan yang tidak Raka perbuat.


"Assalammualaikum" ucap Raka.


"Wa'alaikum salam" saut mama Sarah dan Alin bersamaan.


"Mah, Yank udah siap?" Tanya Raka setelah masuk dan berpura-pura tak mendengar obrolan itu.

__ADS_1


"Iya Ka ini sudah selesai ko" saut mama Sarah.


Alin pun mulai beranjak ingin turun dari brankar namun tiba-tiba Raka menghampirinya lalu menggendongnya ala bridal sytel.


"Mas turunin, aku bisa jalan sendiri ko" tolak Alin.


"Yank Mas cuma gak ingin kamu kecapean" ucap Raka.


"Tapi aku berat mas, udah turunin ya" ucap Alin yang takut terjatuh.


"Tenang aja mas kuat ko" saut Raka.


"Mah tolongin Al dong kasih tahu mas Raka biar turunin Al" pinta Alin.


"Ka turunin Al! Biar dia duduk dikursi roda aja" titah mama Sarah yang melihat Alin ketakutan.


"Yaudah deh" Raka pun pun akhirnya menurunkan Alin lalu mendudukannya dikursi roda lalu mendorongnya keluar menuju basement rumah sakit dimana mobilnya diparkir.


***


"Rey coba dulu kamu gak kabur pasti bentar lagi mama yang punya cucu" ucap mama Dina.


"Rey juga nyesel mah, coba aja dulu Rey mau dengerin penjelasan Alin pasti gak akan seperti ini" guman Reyhan pelan.


"Yaudah Rey nikahin Alin lagi aja biar mama seneng" ucap Reyhan.


"Jangan gila kamu ya! Alin kan sekarang sudah nikah sama Raka dan bahagia sama sahabat kamu" saut mama Dina yang kesal dengan ide gila Reyhan.

__ADS_1


"Mah aku yakin Alin pasti gak bahagia dengan pernikahannya dan hanya terpaksa" ucap Reyhan.


"Walaupun begitu gak baik juga jadi pebinor, toh dulu kamu juga kan yang ninggalin Alin? Sekarang nyesel sendirikan" cetus mama Dina yang memang tidak tahu cerita sebenarnya.


"Dulu tuh cuma salah paham aja mah dan gak sepenuhnya kesalahan Rey" ucap Reyhan.


"Apapun itu semuanya sudah terjadi Rey dan kamu harus ikhlas" nasihat mama Dina.


"Gimana kalau kamu mama kenalin sama anak temen mama biar kamu bisa cepat merelakan Alin" sambung mama Dina.


"Ogah males banget Rey masih bisa ko cari sendiri" tolak Reyhan.


"Kan cuma kenal Rey gak ada salahnya" bujuk mama Dina.


"Males ahw mama gak asyik mendingan Rey ke kamar" ucap Reyhan yang langsung bangkit.


"Eh Rey mama lupa tanyain kamu, kapan kamu balik ke kantor lagi kasihan papa gak ada yang bantuin" teriak mama Dina karena Reyhan sudah ditengah-tengah tangga.


"Besok mah kalau gak lupa" saut Reyhan lalu masuk kamarnya.


***


Sampainya dirumah mama Sarah pun langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat sedangkan Raka dan Alin kini baru tiba kamarnya dilantai dua.


"Mau langsung tidur atau mandi dulu?" Tanya Raka.


"Aku mau rebahan dulu mas" saut Alin yang merasa pinggangnya pegal.

__ADS_1


"Yaudah mas mandi dulu ya" pamit Raka lalu mencium kening Alin dan masuk kamar mandi.


Sedang Alin kini merebahkan tubuhnya untuk sejenak melepas penat namun malah ketiduran diranjang yang terasa empuk dan nyaman berbeda saat dirumah sakit walau ruangan VIP tapi tetap saja lebih nyaman jika tidur diranjangnya sendiri. Raka yang baru selesai mandi pun juga ikut merebahkan tubuhnya disamping Alin yang telah pulas lalu memeluknya dan ikut terpejam menyusul Alin ke alam mimpi.


__ADS_2