
Sementara itu kini Alin yang baru selesai mandi sudah mengganti pakaiannya dengan baju yang semalam ia pakai kemudian duduk ditepi ranjang sambil memainkan ponselnya dan berbalas pesan dengan sahabat nya. Setelah itu Alin beranjak menghampiri Reyhan dan kedua sahabatnya yang kini sudah berada di ruang tamu dan bergabung bersama mereka duduk disamping Reyhan...
"Sayang aku balik dulu yah" ucap Alin sedikit berbisik pada Reyhan.
"Mau ngapain" saut Reyhan bingung sambil mengerutkan keningnya.
"Aku ada janji sama Lia" jelas Alin.
"Yaudah aku anter aja" ucap Reyhan.
"Gak usah yang kan masih ada temen kamu masa mau ditinggal?" ucap Alin. Reyhan sekilas pun memandang Raka dan Satria yang masih duduk didepannya.
"Yaudah tapi nanti kalau udah selesai kabarin yah! Biar aku jemput" ucap Reyhan pasrah.
Alin pun langsung menautkan jari telunjuknya dengan jempol yang kini membulat tanda oke dan reflek mencium pipi Reyhan setelah itu Alin pamit pada Reyhan dan sahabatnya sambil melambaikan tangan dan menghilang dibalik pintu.
"Mau kemana cewe lo?" Tanya Satria dan Raka bersamaan.
"Muak liat muka lo pada yang bertamu gak tahu waktu" ketus Reyhan.
"Sembarangan lo kalau ngomong, kita kesini juga elo yang ngajakin kemarin" saut Raka.
"Tau nih, bilang aja lo mau mesum kan sama cewe lo" timpal Satria yang kesal.
"Anak orang tuh jangan lo grepe-grepein mulu ntar bunting" sambung Satria.
"Bagus dong jadi biar sekalian gue nikahin" saut Reyhan.
__ADS_1
"Gila...otak lo bener-bener udah gak waras" ucap Raka.
"Bener-bener sinting lo Rey" timpal Satria.
"Yah mau gimana lagi, padahal gue juga udah ngajakin nikah tapi dia nya nolak" ucap Reyhan lesu.
"Serius lo ditolak? Ha..ha..ha" ucap Satria sambil tertawa. Raka pun ikut-ikutan menertawakan Reyhan.
"Udah mending lo pada balik gih daripada bikin gue tambah kesal" usir Reyhan pada sahabatnya yang malah tertawa diatas kegagalannya...
***
Di tempat lain kini Alin sedang berada di sebuah cafe menunggu kedatangan Lia dan Mira yang tadi janjian dengannya. Tak lama berselang kini Lia pun masuk dan menghampiri Alin...
"Sorri ya telat, gara-gara bang Dion sih nebeng" sesal Lia.
"Iya lah siapa tadi yang minta dianterin" saut Lia. Pasalnya tadi Dion minta tolong Lia untuk mengambil mobilnya yang sedang diservis namun ternyata belum selesai jadi akhirnya ikut ke cafe daripada nunggu di bengkel sendiri.
"Gak ko gue juga baru nyampe lagian Mira juga belum keliatan ko" ucap Alin yang tak ingin kakak adik itu saling menyalahkan. Mereka pun akhirnya memesan minuman terlebih dahulu sambil menunggu Mira datang, tak lama setelah minuman tersaji dimeja ponsel Lia berdering...
"Lin gue jemput Mira dulu yah soalnya ban mobil Mira pecah lo ga papa kan" ucap Lia setelah mematikan sambungan telpnya.
"Yaudah kamu hati-hati gue gak papa ko lagian juga kan ada bang Dion" saut Alin. Lia pun langsung meninggalkan cafe untuk menjemput Mira. Semetara itu kini Alin dan Dion mulai bicara tentang pekerjaan, tentang masalah pribadi yang kadang diselingi tawa saat ada yang lucu membahas kebiasan Lia dan tanpa disadari keduanya Raka yang kebetulan berada tak jauh dari sana sedang mengamati mereka dengan intens.
__ADS_1
__ADS_1