
Raka masih kebingungan dengan ucapan Alin barusan padahalkan seharusnya ia yang marah dan kesal karena Alin pergi dengan Reyhan dan bahkan tak pamit tapi kenapa sekarang malah Alin yang marah padanya.
Cekrekk...
"Yank" ucap Raka saat melihat Alin yang baru selesai mandi.
"Aku udah siapin air buat kamu mandi mas" saut Alin dingin lalu menuju meja riasnya.
Raka yang ingin menanyakan sesuatu pun jadi mengurungkan niatnya lalu pergi dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Alin yang sudah selesai menyisir rambutnya menuju ranjang dan berbaring karena merasa lelah hingga tertidur. Raka yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya yang tengah berbaring diranjang lalu mengecup kening Alin dan ikut duduk bersandar disamping Alin...
Tok...tok...
"Den...non sudah ditunggu tuan dan nyonya untuk makan malam" ucap mbok yem dibalik pintu.
"Iya mbok" saut Raka tanpa membuka pintu.
"Sayang... bangun yank makan dulu yuk nanti baru tidur lagi" ucap Raka sambil membelai lembut kepala istrinya.
"Emm" lengkuh Alin yang merasa terganggu.
"Makan dulu yuk udah tunggu sama mama papa" ucap Raka lagi.
"Emm aku udah makan tadi mas, aku mau tidur aja masih ngantuk" saut Alin dengan mata yang masih terpejam lalu menaikan selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Yaudah kalau gitu mas turun dulu ya" pamit Raka sambil mengusap kepala istrinya dibalik selimut lalu beranjak meninggalkan Alin. Entah mengapa Raka tak bisa lama-lama marah dengan istrinya apalagi kondisi Alin kini tengah mengandung buah hatinya dengan perut yang semakin membesar membuat Raka mencoba memaklumi kondisi Alin saat ini dan mencoba untuk menurunkan ego nya dan memilih tak memperpanjang masalah Alin yang pergi dengan Reyhan tadi walau tak bisa dipungkiri kalau Raka merasa tak rela dan sangat cemburu...
__ADS_1
***
"Malam mah...pah" sapa Raka yang tiba di ruang makan.
"Malam Ka" saut papa Bagas dan mama Sarah bersamaan.
"Alin mana Ka? Kenapa gak ikut turun?" Sambung mama Sarah.
"Alin udah tidur mah" saut Raka.
"Terus gak kamu bangunin suruh makan dulu" ucap mama Sarah.
"Udah mah tapi katanya udah makan diluar tadi jadi lanjut tidur lagi" jelas Raka.
"Ohw gitu" ucap mama Sarah. Lalu mulai makan malam kehadiran Alin untuk pertama kalinya membuat Raka jadi tak terlalu berselara untuk makan dan kembali ke kamarnya setelah makan hanya beberapa suap saja lalu ikut merebahkan tubuhnya disamping Alin yang tampak pulas hingga tak menyadari Raka yang tengah memeluknya dan ikut tertidur...
***
Setelah bangun tidur Alin segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menyiapkan air untuk Raka dan keperluan lain. Setelah membangunkan suaminya Alin pergi ke bawah untuk sarapan terlebih dulu karena merasa sudah lapar tanpa membantu Raka seperti biasanya.
"Pagi mah" sapa Alin.
"Pagi Al tumben gak bareng Raka?" Tanya mama Sarah.
"Iya mah mas Raka lagi mandi dan aku udah laper jadi turun lebih dulu" saut Alin.
__ADS_1
"Kamu sih selamam gak turun buat makan malam jadi pagi-pagi udah kelaperankan" tebak mama Sarah.
"Mungkin mah, tapi semalam Al beneran gak laper dan merasa ngantuk mah makanya langsung tidur" jelas Alin.
"Yaidah kamu makan dulu aja kalau gitu nanti cucu mama kelaparan lagi" titah mama Sarah.
Alin pun mengangguk lalu mulai sarapan tanpa menunggu yang lainnya.
"Pagi mah...Al" sapa papa Bagas yang baru tiba.
"Pagi pah, maaf ya pah Al sarapan duluan" sesal Alin.
"Iya gak papa" saut papa Bagas maklum lalu duduk di dekat Alin.
"Kopinya pah" ucap mama Sarah sambil manaruh secangkir kopi dihadapan suaminya.
"Makasih ya mah" saut papa Bagas.
Dan tak lama Raka pun turun ikut bergabung dengan yang lainnya dan mulai sarapan tanpa ada percakapan lagi setelah itu pamit untuk pergi ke kantor dengan sang papa juga yang sama-sama akan ke kantor namun dengan mobil masing-masing.
.
.
.
__ADS_1
π·π·π· HAY PARA PEMBACA SETIA π JANGAN LUPA YAH BUAT SELALU DUKUNG AUTHOOR DENGAN LIKE... VOTE... DAN KOMEN NYA. π€PLIS JANGAN CUMA DILIHAT DAN DIBACA AJA YAH TAPI TOLONG SEMPETIN BUAT LIKE JUGA BIAR AUHOOR TAMBAH SEMANGAT UP TERIMA KASIH π·π·π·