
Didalam mobil...
"Emang harus ya ngadain resepsi?" Tanya Alin.
"Kamu keberatan?" Tanya balik Raka.
"Bukannya keberatan cuma kan pernikahan kita aja hanya sampai anak ini lahir, apa perlu buat ngadain resepsi?" Jelas Alin sedikit ragu.
Raka tiba-tiba menepikan mobilnya membuat Alin kaget dan bingung.
"Ada apa??" Panik Alin.
"Maksud kamu apa ngomong gitu? Kamu nyesel nikah sama aku" kesal Raka.
"Bukan nya waktu itu kamu yang ngomong gitu??" bingung Alin.
"Dulu aku ngomong gitu karena gak ada cara lain buat bujuk kamu, tapi Al aku benaran berharap kita bisa besarin anak ini sama-sama aku gak mau kehilangan kalian" ucap Raka sendu sambil menggengam tangan Alin dan tangan satunya mengelus perut Alin.
"Aku mohon Al kasih aku kesempatan buat bahagiain kamu" sambung Raka penuh harap.
Alin kini hanya diam sambil merenungi semuanya ia juga tak ingin jadi orang egois yang hanya memikirkan diri sendiri apalagi kebersamaan nya dengan Raka beberapa bulan ini yang membuat Alin nyaman dan mulai bergantung pada Raka karena perhatian dan sikap Raka. Ditambah lagi kini dengan kehadiran mama Sarah dan papa Bagas Alin tak mungkin tega membuat mereka kecewa apalagi sebenarnya Alin juga sudah mulai ikhlas menjalani semua yang menimpanya hanya saja ia masih ragu dengan Raka yang memang menginginkan dirinya atau hanya karena bayi yang ia kandung namun setelah mendengar pengakuan Raka tadi yang tak ingin kehilang dirinya dan juga bayi yang ia kandung membuat Alin sedikit yakin dan akan mencoba untuk menerima Raka dan memulai lembaran baru dengan Raka.
"Al kita mulai dari awal lagi ya?" Ucap Raka lagi membuat Alin tersadar dari lamunannya.
"Emm iya" saut Alin.
"Beneran Al??" Tanya Raka memastikan.
"Iya mas" saut Alin sambil menganguk pelan. Membuat Raka tersenyum bahagia dan langsung memeluk Alin.
"Terima kasih sayang" ucap Raka tulus sambil mengecup kening Alin.
"Ya sama-sama mas, yaudah jalan yuk ini udah siang loh" ucap Alin.
__ADS_1
Raka pun melajukan kembali mobilnya setelah melepas pelukannya...
***
Sampainya diperusahaan Raka dan Alin berjalan masuk bersama dengan senyum yang masih terukir dibibir keduanya. Raka dan Alin pun menaiki lift yang sama hingga kini sampai dilantai ruang kerja Alin.
"Aku duluan ya mas" ucap Alin sambil mencium punggung tangan Raka.
"Iya" saut Raka lalu mencium kening Alin kembali dan keduanya pun berpisah.
"Alin gue fikir lo gak masuk" ucap Lia saat Alin baru duduk disampingnya.
"Tadi gue kesiangan terus macet dijalan jadi telat deh" ucap Alin.
Lia pun melanjutkan pekerjaannya kembali begitu juga dengan Alin yang baru bergabung...
***
"Sorri Lia gue udah janji mau makan bareng Raka" ucap Alin pelan.
"Ya masa gue makan makan sendirian tega banget lo" ucap Lia.
"Kan bisa makan bareng bang Dion" usul Alin.
"Bang Dion kan masih tugas diluar kota" jelas Lia.
Dion memang sedang ditugaskan keluar kota untuk menemani Dave dikantor cabang karena Raka yang kembali tiba-tiba dan mereka baru akan kembali lusa.
"Yaudah lo bareng Dika aja" usul Alin lagi.
"Dik kamu gak istirahat?" Tanya Alin.
"Istirahat lah" saut Dika yang sedang membereskan meja kerjanya.
__ADS_1
"Lia mau bareng nih" ucap Alin asal.
"Apaan sih lo Lin" kesal Lia.
"Boleh yuk" ucap Dika yang sudah berdiri.
"Good gue titip sahabat gue ya dahh" ucap Alin lalu meninggalkan mereka berdua.
Membuat Lia sedikit kesal dengan tingkah Alin.
"Yuk" ajak Dika.
"Emm" saut Lia. Mereka pun meninggal ruangan dan berjalan menuju kantin.
***
Raka yang sudah berada diparkiran pun tersenyum simpul saat melihat Alin yang sedang berjalan kearahnya yang sudah duduk didalam mobil.
"Maaf ya lama" ucap Alin saat sudah duduk disamping Raka.
"Aku juga belum lama ko, mau makan apa??" Saut Raka.
"Ayam bakar boleh" ucap Alin.
"Oke" saur Raka lalu melajukan mobilnya menuju restoran yang menjual ayam bakar untuk menu makan siangnya.
.
.
.
TOLONG BANTU LIKE,,, VOTE DAN KOMEN YA BUAT DUKUNG AUTOORNYA TERIMA KASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1