Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 55


__ADS_3

Siang harinya...


Raka yang sedang meeting diluar dengan klien sekalian makan siang pun tanpa sengaja bertemu dengan Sesil yang juga sedang makan di restoran yang sama dengan Raka. Raka awalnya tak tahu kalau Sesil juga satu restoran hingga tiba-tiba Sesil datang menghampirinya yang tengah menunggu Dave yang sedang ke kamar mandi.


"Sayang kamu makan disini juga" ucap Sesil yang tak tahu malu sambil memeluk Raka tiba-tiba.


"Lepas gak!!!" Geram Raka dengan kelakuan Sesil.


"Sayang kamu ko gitu sih" ucap Sesil saat Raka melepas paksa pelukannya.


"Denger baik-baik ya kita sudah tak ada hubungan apa pun lagi dan sekarang aku juga sudah hidup bahagia dengan istri ku jadi gak usah ganggu aku lagi" tegas Raka memperingati Sesil.


"Oke-oke tapi izinin aku peluk kamu sebentar anggap saja sebagai tanda perpisahan kita" ucap Sesil dengan senyum licik nya.


Raka pun diam sambil menimbang-nimbang kemauan Sesil hingga akhirnya Raka setuju dan Sesil tersenyum puas karena Raka menyetujuinya dan tanpa membuang waktu Sesil langsung menghambur ke pelukan Raka dan berbisik di telinga Raka.


"Terima kasih mantan terindah, aku nyesel dulu pernah ninggalin kamu demi ngejar karir yang semu" bisik Sesil.


"Udah lepas" ketus Raka sambil mendorong tubuh Sesil.


Raka lalu pergi meninggalkan restoran itu dan memilih menunggu Dave di dalam mobilnya.


"Maaf pak membuat bapak lama menunggu" sesal Dave yang kini sudah berada didalam mobil bersama dengan Raka.


"Iya, yaudah jalan" saut Raka.


Dave pun mengangguk dan melajukan mobilnya kembali ke perusahaan wiguna grop...


***


Diperusahaan anggara grop...


Reyhan tak kesal setelah mendapat WA dari nomer tak dikenal yang memperlihatkan Raka sedang berpelukan dengan wanita lain.

__ADS_1


"Sialan, brengsek berani-beraninya kamu mempermainkan Alin bahkan masih berhubungan dengan kekasihmu, padahal gue udah berusaha buat relain Alin buat lo dasar brengsek" maki Reyhan sambil mengepalkan tangan dengan kuat. Reyhan tahu Sesil pacar Raka karena dulu mereka sempat bertemu dan berkenalan.


Tut...tut...


"Hallo Rey" saut Alin setelah menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Hallo Lin kamu sedang apa? Bisa ketemu sebentar gak?" Ucap Reyhan to the poin.


"Lagi duduk dan ngobrol bareng mama aja" saut Alin.


"Ada perlu apa? Bukannya semalam baru ketemu ya" sambung Alin.


"Ada yang perlu sampaiin ke kamu penting! Aku ke rumah jemput kamu kita ngobrol bentar diluar?" Tanya Reyhan.


"Kalau emang penting yaudah kamu ke rumah aja soalnya aku gak mungkin keluar sendiri" saut Alin.


"Oke aku jalan sekarang ya bay..." ucap Reyhan lalu memutus sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban Alin.


"Siapa Al?" Tanya mama Sarah yang ada disamping Alin.


"Ohw emangnya gak bisa ngobrol dirumah?" Tanya mama Sarah lagi.


"Al juga gak tahu mah, nanti mama tanya Reyhan langsung aja dia lagi kesini mah" jawab Alin.


Mama Sarah pun tampak ikut bingung sama seperti Alin.


Tak lama mobil Reyhan pun sampai dikediaman wiguna tempat Alin tinggal sekarang.


"Assalammualaikum" ucap Reyhan.


"Wa'alaikum salam" saut mama Sarah dan Alin yang memang sedang duduk santai diteras.


"Tante...Alin..." sapa Reyhan lalu mencium punggung tangan mama Sarah.

__ADS_1


"Tan Rey izin ya ajak Alin keluar sebentar" pamit Reyhan.


"Ada perlu apa Rey?" Tanya mama Sarah.


Sementara Alin hanya jadi pendengar.


"Ada yang perlu Rey omongin sama Alin tan penting! Rey janji gak akan lama dan anterin Alin pulang dengan selamat" jelas Reyhan sedikit memohon.


Mama Sarah yang mendengar itu pun jadi tak enak juga apalagi Reyhan sudah izin dengan baik.


"Yaudah tapi harus hati-hati ya Alin kan hamil besar" ucap mama Sarah akhirnya.


"Iya tan Rey janji akan bawa pulang Alin seperti semula tanpa ada yang kurang" saut Reyhan.


"Yaudah kamu siap gih Al" titah mama Sarah.


Alin pun menurut dan pergi ke kamar untuk mengganti baju dan mengambil tas kecil milik nya setelah itu turun kembali menghampiri mama Sarah dan Reyhan yang sedang mengobrol.


"Mah Al jalan dulu ya kalau gitu" pamit Alin.


"Iya hati-hati ya nak" saut mama Sarah.


Alin dan Reyhan pun pergi setelah pamit dan mencium punggung tangan mama Sarah.


.


.


.


.


.

__ADS_1


MAKASIH YA BUAT YANG UDAH DUKUNG AUTHOOR DENGAN LIKE...VOTE...DAN KOMEN 😗😗😗


JANGAN BOSEN-BOSEN YA BUAT SELALU DUKUNG AUTHOOR TERIMA KASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2