
Keesokan harinya...
Alin yang baru bangun tidur mulai menggeliatkan tubuhnya untuk merentangkan ototnya yang terasa kaku apalagi merasa pinggangnya seakan mau patah karena semalam Raka melakukannya tak hanya sekali. Alin sendiri heran dengan kelakuan suaminya tiap kali mereka berhubungan suami istri Raka selalu melakukannya berkali-kali dengan macam-macam gaya yang ia praktekan dengan alasan agar Alin dapat memilih gaya mana yang membuatnya merasa nyaman apalagi dengan perut yang semakin membesar.
"Pagi sayang ku" ucap Raka yang ternyata sudah bangun lebih dulu dan sedang memandangi istrinya.
"Emm pagi mas" saut Alin dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Cup...cup...cup
Raka menciumi kening, pipi, dan bibir Alin berturut-turut.
"Morning kiss" ucap Raka.
Cup... Alin pun membalas mengecup kilas bibir Raka.
"Ko cuma sekali?" Protes Raka.
"Dari pada gak, lagian bau jigong tahu" ucap Alin.
"Enggak ko" saut Raka.
"Bohong banget mana ada orang bangun tidur gak bau jigong mas" ucap Alin.
"Tapi jigong kamu bikin nagih yank" saut Raka.
Alin yang merasa Raka akan mulai beraksi pun segera beranjak dan menuju kamar mandi agar suaminya tak melakukan hal semalam lagi.
"Istri ku seksi banget sih" ucap Raka yang melihat Alin berlalu ke kamar mandi sambil telanjang membuat adik kecil jadi terbangun kembali.
"Tunggu yank mas ikut" sambung Raka lalu segera menyusul istrinya ke kamar mandi dan mandi bersama...
***
__ADS_1
"Pagi den...non" sapa mbok yem saat melihat Raka dan Alin menuju kearahnya yang sedang menata sarapan dimeja makan.
"Pagi juga mbok" saut Raka dan Alin bersamaan.
"Mama...papa belum bangun mbok?" Sambung Alin yang tak melihat kedua orang tuanya.
"Sudah non tapi masih dikamar belum kesini" saut mbok yem.
Alin pun segera membuatkan kopi untuk suaminya dan susu hamil untuk dirinya sendiri lalu duduk disamping suaminya.
"Pagi Ka...Al" sapa mama Sarah.
"Pagi mah...pah" saut Raka dan Alin bersamaan.
"Tumben mama papa telat?" Sambung Alin karena biasanya mereka lebih dulu berada di meja makan.
"Iya Al mama tadi lagi peking barang, karena mama dan papa akan keluar kota untuk menghadiri kerabat papa yang lagi hajatan" jelas mama Sarah.
"Ohw gitu, maaf ya mah pah Al gak bisa ikut serta" sesal Alin.
Setelah itu mereka pun sarapan lalu mama Sarah dan papa Bagas pun pamit kepada Raka dan Alin untuk pergi keluar kota.
"Yank mas juga berangkat ya kamu hati-hati dirumah kalau ada apa segera hubungi mas" pamit Raka yang merasa khawatir meninggalkan Alin sendiri walau sebenarnya masih ada beberapa pelayan, tukang kebun dan sekuriti yang bekerja disitu.
"Iya mas kamu juga hati-hati ya dijalan jangan ngebut" ucap Alin lalu mencium punggung tangan suaminya.
Raka pun membalas mengecup kening Alin dan berlalu menuju mobilnya untuk pergi ke perusahaan...
***
"Lin jangan lupa ya nanti malam dateng kerumah" pesan singkat dari Lia.
"Ya ampun aku lupa bilang sama mas Raka lagi kalau nanti malam harus ke rumah Lia yang akan tunangan sama Dika" guman Alin setelah membaca pesan dari Lia.
__ADS_1
"Oke pasti dateng ko" balas Alin.
"Good kalau gitu gue kabarin Mira dulu ya" balas Lia.
Alin pun segera menghubungi suaminya yang baru satu jam berangkat.
Tut...tut...
"Hallo yank, kenapa udah kangen ya" ucap Raka disebrang telpon.
"Assalammualaikum mas" saut Alin.
"Iya wa'alaiku salam, ada apa sayang ku" ucap Raka.
"Mas aku tadi lupa bilang kalau nanti malam Lia dan Dika tunangan jadi kita harus kesana" jelas Alin.
"Ohw itu mas udah tahu ko, kan Dika juga undang mas" ucap Raka.
"yaudah deh kalau gitu tadi aku cuman mau kasih tahu itu" saut Alin.
"Itu aja gak kangen sama mas? Padahal mas udah kangen lo sama kamu yank" ucap Raka.
"Ihh gak usah lebay deh kita kan baru gak ketemu satu jam mas" saut Alin yang merasa suaminya semakin bucin.
"Aku tutup ya mas assalammualaikum" sambung Alin.
"Wa'alaikum salam cup" saut Raka dan pangilan pun terputus...
.
.
.
__ADS_1
.
.