Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 25


__ADS_3

Raka benar-benar tak bisa memejam kan mata hingga pagi hari karena sampai saat ini ia belum tahu kabar dan keberadaan Alin membuat nya semakin khawatir. Raka akhirnya bersiap karena sebentar lagi akan ada rapat dan pertemuan dengan klien ia terpaksa harus hadir walau dengan perasaan yang tak menentu terus memikirkan keadaan Alin...


***


Alin kini mulai membuka matanya dan mulai menggeliat meregangkan otot tubuhnya saat bangun tidur yang terasa amat nyeyak karena bisa tidur dikamar nya sendiri berbeda saat tidur dikamar Raka yang terasa masih asing bagi nya ditambah lagi Alin harus selalu memakai piama tidur yang panjang padahal Alin biasa tidur dengan hotpans dan tengtop. Alin langsung beranjak saat tiba-tiba merasakan mual dipagi hari yang kini mulai jadi rutinitasnya setiap bangun tidur. Alin pun mulai mengeluar semua isi perutnya namun hanya cairan bening yang keluar. Tiba-tiba saja Alin memikirkan Raka karena biasanya ada Raka yang selalu memijat tenguk nya dan membuat kan susu untuk nya, selalu menemaninya disaat Alin butuh membuatnya sedikit ketergantungan akan keberadaan Raka disisinya.


Alin kini langsung bersiap setelah merasa baikan dan sarapan sambil memainkan ponselnya ternyata ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Raka, Alin pun menghubungi Raka kembali namun tak ada jawaban. Alin langsung menuju kantor saat sarapan nya telah habis...


***


"Pagi Lin" sapa Dika.


"Pagi juga Dik" saut Alin saat tiba dilobi. Alin dan Dika pun naik ke lift bersama menuju ruangan mereka dan ternyata disana sudah ada Arya.


"Pagi Ar, Lia belum sampai ya?" Ucap Alin.


"Pagi juga Lin, kaya belum aku juga baru sampai soalnya" jelas Arya.

__ADS_1


Alin pun duduk berhadapan dengan Dika yang hanya terhalang skat kaca dan mulai mengerjakan beberapa desain yang belum selesai hingga tak lama Lia pun datang dan bergabung dengan mereka menyelesaikan tugas masing-masing.


"Kantin yuk" ajak Lia saat jam istirahat.


"Yuk" saut Alin.


"Kalian gak ikut?" Sambung Alin bertanya pada Dika dan Arya.


"Ntar aku nyusul deh nih lagi tanggung" jawab Dika.


Lia dan Alin pun menuju ke kantin karena Lia yang tadi pagi tak sempat sarapan menyeret Alin agar berjalan lebih cepat.


"Pelan-pelan kali Lia" ucap Alin.


"Gue keburu kelaparan Lin" saut Lia.


"Lo mah kaya gak makan satu minggu aja" cetus Alin.

__ADS_1


"Gak gitu juga kali tapi gue benaran udah lapar banget nih" saut Lia.


"Yaudah lo pesan dulu deh gue mau ke toilet bentar" ucap Alin.


"Oke lo mau apa pesan apa?" Tanya Lia.


"Bakso aja deh lagi pengen yang seger dan pedas" ucap Alin.


Lia hanya mengacungkan jari jempolnya sebagai jawaban dan kini Alin bergegas ke kamar mandi karena ingin buang air kecil...


***


Sementara itu kini Raka malah melewatkan makan siang nya agar pekerjaan cepat selesai dan bisa segera kembali, ia benar-benar ingin langsung menemui Alin yang tinggal diapatemen sendirian dan memastikan kalau Alin baik-baik saja hingga lupa dengan ponsel yang sejak semalam selalu digenggam nya.


"Dave nanti sore saya akan langsung kembali dan sisanya kamu yang hendel" ucap Raka.


"Baik pak" saut Dave yang sebenarnya ingin melayangkan protes namun enggan. Gimana gak protes harus nya Raka disini satu minggu tapi ini baru dua hari sudah mau pulang aja alamat Dave harus lembur.

__ADS_1


__ADS_2