
Setelah meeting dengan Reyhan, Raka lalu segera menyelesaikan tugas yang masih ada dimeja kerjanya. Setelah membaca dan menandatangi beberapa dokumen ia pun bergegas untuk kembali kerumah...
"Assalammualaikum" ucap Raka.
"Wa'alaikum salam" saut mbok Yem.
"Mama sama Al dimana mbok ko sepi?" Tanya Raka.
"Nyonya sedang diruang tengah sedang non Alin dikamar den" jawab mbok Yem.
"Oh makasih ya mbok" ucap Raka lalu segera keatas menuju kamarnya namun ternyata tak ada siapa pun.
"Yank kamu dimana?" Teriak Raka sambil mencari Alin ke balkon kamarnya namun ternyata juga tidak ada hingga Raka mendengar suara gemiricik air dikamar mandi lalu menghampirinya.
"Astagfirullah mas" ucap Alin yang terkejut karena Raka tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Maaf" saut Raka lalu membalik tubuh Alin agar menghadapnya.
"Mas ngapain disini?" Sambung Alin.
"Mau ikut mandi" saut Raka.
"Tapi lepas dulu bajunya" kesal Alin pasalnya Raka masih memakai baju kerjanya lengakap dengan jas yang masih menempel.
"Kamu bantu lepasin dong" pinta Raka.
"Kenapa sekarang jadi manja gini sih" saut Alin namun tetap membantu Raka melepas pakaiannya.
__ADS_1
"Makasih yank" ucap Raka lalu mencium bibir.
"Emm udah mas" ucap Alin sambil mendorong tubuh Raka.
"Bentar aja" ucap Raka dengan suara tertahan dan mata sayu karena menahan hasratnya. Keduanya pun melakukan ritual suami istri terlebih dahulu sebelum mandi bersama...
***
Malam harinya...
"Malam mah... pah..." sapa Raka dan Alin bersamaan saat tiba dimeja makan.
"Malam Ka...Al..." saut papa Bagas dan mama Sarah.
Mereka pun langsung mulai makan malam tanpa ada yang bersuara lagi hingga selesai lalu pergi keruang keluarga untuk menonton televisi dan sekedar mengobrol.
"Mah...pah kita keatas dulu ya" pamit Raka sambil menggandeng Alin.
"Iya naik lah Alin kan memang harus cukup istirahat" ucap mama Sarah.
Papa Bagas hanya mengangguk menyetujui ucapan istrinya.
Raka dan Alin pun berlalu menuju kamarnya untuk istirahat.
Setelah membersihkan diri dan mengganti bajunya Alin meminum susu hamil yang tadi sudah Raka buatkan lalu duduk selonjoran diranjang dengan bersandar pada ujung ranjang.
"Malam baby boy kamu apa kabar didalam" ucap Raka sambil tiduran dipaha Alin lalu mengelus perut Alin yang semakin besar.
__ADS_1
"Belum tentu dia laki-laki mas, kalau perempuan gimana?" Tanya Alin sambil mengusap rambut Raka.
"Aku yakin kalau dia laki-laki kan tadi udah mas tengok" saut Raka dengan senyum nakalnya.
"Kalaupun perempuan asal itu anak kita aku mas akan tetap menerimanya" sambung Raka lalu mencium perut Alin.
"Gimana kalau besok kita USG biar gak penasaran" ucap Alin.
"Baiklah tapi izinin mas tengok dan ajak main dia dulu" ucap Raka sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Tadi kan udah mas" saut Alin yang pipinya kini sudah memerah.
"Tapi tadikan cuma bentar dianya belum tidur" ucap Raka sambil menunjuk belalainya.
Alin yang tak bisa berkata apa pun dengan kelakuan Raka pun hanya menghela nafasnya dengan kasar karena berdebat dengan Raka pasti tak akan menang apalagi untuk urusan ranjang.
Raka pun mulai merebahkan tubuh dan mengukungnya lalu mulai menciumi bibir, leher dan dada Alin yang mulai padat dan berisi membuat setempel dimana lalu melepaskan semua pakaian yang masih menempel ditubuh keduannya hingga tak ada selehelai benang pun yang tersisa ditubuh keduanya. Raka mulai miringkan badan Alin dan mulai menyatukan belalainya keinti Alin dengan menghentak-hentaknya sambil memeluknya dari belakang lalu mulai menaikkan ritme hentakannya dengan sedikit cepat dan terus memaju mundurkan pinggulnya hingga suara ******* keduanya mulai memenuhi kamar. hingga satu jam lamanya namun Raka belum ada tanda-tanda untuk segera mengakhiri ritual suami istri itu.
"Mass udah ya aku cape" ucap Alin.
"Bentar ya sayang ini mas udah hampir sampai" saut Raka yang mulai mengerang panjang lalu memuntahkan benihnya dirahim Alin dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Makasih yank" ucap Raka lalu mencium tengkuk Alin dan mulai memejamkan matanya tanpa menarik kembali belalainya yang masih berada diinti Alin dan tertidur pulas.
.
.
__ADS_1
.