Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 13


__ADS_3

Kediamanan Anggara...


Setelah pulang kerja kini Reyhan membawa Alin ke rumah keluarga besar nya untuk makan malam dan menentukan hari pernikahanan nya dengan Alin. Keluarga Reyhan pun langsung menyambut kedatanganan mereka dengan gembira karena keluarga Reyhan sudah cukup lama mengenal Alin setelah tiga tahun lalu Reyhan mengenalkan Alin sebagai kekasih hatinya dan orang tua Reyhan pun setuju asal itu bisa membuat anaknya bahagia.


Kini Anggara (papa Reyhan) dan Dina (mama Reyhan) telah duduk bersama Reyhan dan Alin diruang tamu untuk menentukan tanggal dan hari pernikahan.


setelah berunding mereka pun sepakat untuk melaksananya akhir bulan ini yang berati tinggal tiga minggu lagi dan itu cukup untuk mempersiapan semuanya. setelah itu mereka pun langsung makan malam bersama...


"Om... tante... Alin pulang dulu yah" pamit Alin kepada orang tua Reyhan setelah makan malam selesai.


"Loh ko pulang sih, nginep aja disini" ucap Dina.


"Tapi tan..." ucap Alin sedikit ragu.


"Iya kalian nginep aja disini ini sudah larut loh" timpal Anggara. Alin pun hanya diam dan melirik Reyhan sekilas yang menganggukan kepala nya.


"Udah gak usah lirik-lirikan, lagian Reyhan juga udah lama gak pulang" ucap Dina yang tadi sempat melihat Alin dan Reyhan saling pandang.

__ADS_1


"Ayo mama anter ke kamar tamu biar kamu bisa istirahat" sambung Dina yang hendak mengatar Alin ke kamar namun Alin keburu ditarik oleh tangan Reyhan.


"Alin tidur dikamar aku aja mah" ucap Reyhan sambil berlalu meninggalkan orang tuanya.


"Ingat Rey kalian belum sah" teriak Dina karena Reyhan sudah berada ditengah tangga.


"Iya mah kalau gak hilaf" saut Reyhan dan masuk ke kamarnya sambil membawa Alin.


"Tuh pah lihat kelakuan anak mu" adu Dina pada suaminya.


"Anak kita mah" ucap Anggara.


"Bukan gitu mah, lagian Reyhan juga sudah dewasa ko" ucap Anggara yang tahu anaknya gak akan melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu akan akibatnya.


Dina pun hanya menghela nafas nya dan pergi meninggalkan suaminya...


***

__ADS_1


Di kamar Reyhan...


Alin langsung mencubit pinggang Reyhan karena kesal dengan ucapan Reyhan pada mama nya tadi.


"Iihhh sakit yang" pekik Reyhan.


"Kamu tuh kalau ngomong suka asal aja" kesal Alin yang kemudian melepas cubitan nya.


"Asal gimana? coba kalau kamu gak nolak setiap aku ajak----" ucap Reyhan terpotong karena tangan Alin yang menutup mulutnya.


"Kebiasan deh kalau ngomong gak pernah di filter" saut Alin sambil menurunkan tangan nya yang tadi menutup mulut Reyhan.


"Aku gak asal ko, asalkan kamu mau dan aku juga gak akan pernah maksa kamu kalau memang kamu belum siap" ucap Reyhan yang selama ini mencoba menahan hasrat nya untuk tidak melakukan hal lebih dan hanya bisa grepe-grepe. Kemudian Reyhan mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Alin kemudian turun ke pipi dan berhenti dibibir Alin melahap bibir mungil itu dan menghisapnya sambil terus menuntun Alin keranjang tanpa melepas ciuman mereka. Dan kini Alin yang sudah terlentang diranjang berada dibawah kukungan Reyhan namun saat Reyhan akan melakukan lebih tiba-tiba Alin mendorong dada Reyhan karena terlintas kembali bayangan saat Raka berhasil menggagahinya.


Reyhan yang terdorong pun sedikit kecewa karena Alin masih belum mau melakukan itu dengan nya. Reyhan pun segera beranjak hendak ke kamar mandi tapi ditahan Alin yang menggenggam tangannya.


"Sayang ada yang mau bicarain sama kamu" ucap Alin ragu.

__ADS_1


"Sudah gak papa aku ngerti ko, kamu istirahat gih aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Reyhan sambil membelai mesra rambut Alin. Sebenarnya Alin ingin menceritakan masalah yang ia alami namun Reyhan yang terlanjur kecewa malah pergi sebelum Alin bicara. Reyhan pikir Alin masih belum mau melakukan nya dan Reyhan pun tak ingin memaksa toh sebentar lagi mereka akan segera menikah.


Saat keluar dari kamar mandi Reyhan melihat Alin sudah tertidur ia pun ikut merebahkan tubuhnya kemudian mencium kening Alin lalu ikut tidur disamping Alin sambil memeluknya.


__ADS_2