
Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat dan besok adalah hari dimana Alin dan Reyhan akan melangsung kan akad nikah mereka.
Dan kini Reyhan sedang diperjalanan untuk menjemput Alin yang masih diapartemen ke kediaman nya karena acara akad akan dilangsung kan dikediaman Anggara. Jadi malam ini Alin akan menginap disana agar besok pagi tak terlambat...
"Sayang kamu udah siap?" Tanya Reyhan yang sudah diapartemen Alin.
"Udah ko, ayo" jawab Alin.
"Kamu sakit yang muka kamu ko pucat bangat sih?" Tanya Reyhan khawatir sambil menempelkan tangannya dikening Alin.
"Aku gak papa ko, hanya masuk angin dikit mungkin karena kemarin sering lembur" jelas Alin.
"Yaudah kita periksa dulu yah aku gak mau kamu kenapa-napa" ucap Reyhan tegas tanpa mau ditolak.
Alin pun pasrah saat Reyhan membawa nya kerumah sakit untuk diperiksa. Dan kini Alin pun sudah berbaring diranjang pasien rumah sakit dengan dokter yang sedang memeriksa kesehatan nya.
"Bu Alin baik hanya saja anda perlu membawa nya ke dokter obgyn untuk lebih jelas nya" ucap sang Dokter.
"Maksud nya dok?" bingung Reyhan.
"Istri ada kemungkinan sedang mengandung pak dan untuk memastikan nya sebaiknya di periksa oleh dokter kandungan" jelas sang dokter.
Reyhan dan Alin yang mendengar penjelasan dokter pun bagai disambar petir disiang bolong.
"Enggak mungkin ini pasti salah" guman Reyhan dan Alin dalam fikiran masing-masing dan untuk memastikan semuanya salah pun Reyhan membawa Alin ke dokter obgyn. Kini Alin pun berbaring kembali diranjang pasien dengan dokter yang sedikit menaikan baju yang Alin gunakan dan mengoleskan gel diperut Alin kemudian membetulkan kembali pakaian Alin saat selesai.
"Janin nya sehat pak..bu.. umur nya baru mau masuk lima minggu jadi tolong usaha kan agar bu Alin tak terlalu cape! Ini saya kasih vitamin tolong ditebus" jelas dokter yang memeriksa Alin.
__ADS_1
Reyhan dan Alin hanya diam membisu dan mengangguk mendengar ucapan sang dokter karena masih tak percaya dan seperti mimpi buruk...
***
Alin dan Reyhan pun kini sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan Reyhan dengan kecepatan tinggi karena sedang emosi.
"Jangan gini yang aku takut" ucap Alin.
"Tega banget Lin kamu khianatin aku!! Pantas saja selama ini kamu selalu nolak tiap kali aku ingin menyentuh mu ternyata dihati mu ada orang lain" ucap Reyhan tanpa peduli pada Alin yang ketakutan karena rasa kecewa yang begitu besar.
"Yang ini tuh gak seperti yang kamu fikirkan aku bisa jelasin semua nya" ucap Alin.
"Semua nya udah jelas kamu sedang menggandung bayi pria lain" ketus Reyhan.
"Tapi dengerin dulu penjelaskan ku" pinta Alin.
"TURUN" ucap Reyhan dengan emosinya saat sudah tiba di kediaman Anggara karena dari tadi mama nya sudah menyuruh mereka untuk segera pulang.
***
Ke Esokan harinya...
Alin kini sedang dirias oleh MUA yang dipanggil oleh Dina. Sedang kan hati dan fikirannya masih gundah dan gelisa memikirkan Reyhan sebab dari semalam Reyhan tak bisa dihubungi dan Alin pun tak tahu semalam Reyhan pulang jam berapa sebab Alin kini tidur dikamar tamu bukan di kamar Reyhan jadi Alin belum melihatnya dari semalam.
Sementara itu kini sepasang suami istri masih panik dan bingung karena anaknya tak tahu dimana dan tak bisa dihubungi padahal sang penghulu sudah ada dibawah membuat Anggara dan Dina semakin kebingungan...
Tok...tok...
__ADS_1
Raka masuk setelah dapat persetujuan dari sang empu didalam. Dan menghampiri Alin yang sudah cantik sedang duduk didepan cermin.
"Alin tolong izinin aku buat gantiin Reyhan yah" ucap Raka too the poin.
"Maksud kamu apa? Jangan gila kamu" kesal Alin.
"Aku gak gila dan gak ada maksud apa-apa tapi Reyhan sudah pergi" jelas Raka.
Sejenak Alin pun terdiam dan bingung namun ia tahu Reyhan pasti sangat kecewa dengannya.
"Kalau aku gak nikah sama Reyhan bukan berarti aku akan nikah sama kamu" tetus Alin.
"Aku tahu kamu pasti gak mau nikah sama aku tapi tolong seenggak nya kamu pikirin janin yang ada diperut mu" ucap Raka.
"Apa kamu mau dia dipandang sebelah mata karena statusnya yang akan lahir tanpa ayah" sambung Raka.
"Akuu___" bingung Alin tak tahu harus bagaimana karena akan gagal menikah dan hamil diluar nikah.
"Tolong izin aku Lin setidak nya sampai bayi ini lahir" bujuk Raka.
"Tapi gimana sama om Anggara dan tante Dina?" Tanya Alin akhirnya yang melihat ketulusan Raka.
"Kamu tak perlu khawatir om dan tante biar nanti aku yang jelasin" ucap Raka.
Ragu-ragu Alin pun mengangguk dengan masih berat hati tentunya tapi mau gimana lagi disaat seperti ini tak ada pilihan lain...
***
__ADS_1
Setelah berunding Anggara dan Dina pun setuju karena mereka fikir ini semua salah Reyhan yang menghilang tiba-tiba dan mereka pun tak mau kalau sampai Alin menanggung malu akibat ulah anak nya karena Alin sudah mereka anggap seperti anak sendiri...
Acara akad pun kini berjalan lancar setelah para saksi mengucapkan kata sah dan kini Alin dan Raka resmi menjadi sepasang suami istri.