
Alin pun membalas pelukan Sarah sambil mulai meneteskan air mata nya kembali mengenang kedua orang tua nya saat mereka liburan di kota B waktu Alin habis lulus SMP dan saat itu Alin bertemu dengan Sarah dan Bagas (suami Sarah/papa nya Raka) yang kebetulan ada disana juga. Hampir dua minggu mereka menghabiskan waktu bersama hingga saat itu Alin pun dekat dengan Sarah dan Bagas.
"Kamu gak usah sedih lagi ya sekarang ada tante yang akan jadi orang tua kamu jadi kamu gak sendirian Al" ucap Sarah tulus sambil mengelus rambut Alin.
"Iya tan makasih" ucap Alin.
"Sama-sama sayang jadi gak usah sungkan lagi sama tante ya" ucap Sarah sambil melepas pelukannya.
"Ngomong-ngomong kalian beneran sudah menikah bukan cuma alasan kamu aja kan Ka" sambung Sarah.
"Iya mah kapan sih Raka bohongin mamah" saut Raka.
Alin hanya menganggukan pelan kepalanya membenarkan ucapan Raka.
"Al bikinin minum ya buat tante" ucap Alin.
"Boleh sayang, ini siapa yang makan?" Tanya Sarah saat duduk dikursi meja makan dan melihat nasi goreng yang masih utuh.
"Ini tadi Al yang mau makan tapi diganggu sama Raka tan" adu Alin pada Sarah sambil membuatkan minum.
"Ini tan minumannya, Al keatas bentar ya" izin Alin yang ingin mengganti baju nya.
Sarah hanya mengangguk dan Alin pun beranjak ke kamarnya meninggalkan ibu dan anak itu dimeja makan.
"Sekarang jelasin ke mama" ucap Sarah.
Raka pun kini duduk disamping mama nya dan menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Kenapa kamu bisa sampai berbuat seperti itu? Mama gak pernah ya ngajarin kamu kaya gitu" kesal Sarah yang kecewa dengan kelakuan Raka.
"Raka khilaf mah dan juga waktu itu Raka sedang mabuk" sesal Raka.
Sarah pun hanya diam dan tak habis fikir tapi Sarah juga salut karena Raka mau mengakui kesalahanannya dan bertanggung jawab atas perbuatannya dan ada sedikit kebahagian karena gadis itu Alin yang memang hendak ia jodohkan dengan Raka coba saja tidak ada kejadian itu pasti kini yang menikah dengan Alin adalah Reyhan bukan Raka walau cara Raka salah namun Sarah masih sedikit beruntung karena kejadian itu bisa mewujudkan keinginannya dan keinginan orang tua Alin secara tidak langsung.
__ADS_1
"Maaf ya tan lama" ucap Alin saat tiba dimeja makan.
"Gak papa, oya panggil mama jangan tante" pinta Sarah.
"Iya tan eh,, mah" ucap Alin yang ikut duduk bergabung.
"Yaudah mamah pulang ya sudah malam, besok bawa Alin pulang Ka!!" Pamit Sarah sambil memberi perintah ke Raka.
"Iya mah hati-hati" ucap Alin dan Raka bersamaan.
Sarah pun langsung meninggalkan apartemen Raka setelah cipika cipiki dengan Alin.
Alin kembali duduk dan ingin meneruskan makannya yang sempat tertunda.
"Ada lagi gak?" Tanya Raka saat melihat Alin ingin makan nasi gorengnya.
"Ada, kamu mau" tawar Alin.
"Tunggu bentar aku ambilin" ucap Alin.
Mereka pun akhirnya makan dengan diam karena Alin merasa canggung berada didekat Raka.
***
Di dalam kamar...
Kini Raka sedang berada di dalam kamar mandi membersihkan diri dan mengganti bajunya.
Sementara Alin sedang duduk selonjoran bersandar pada ujung ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Asyik banget kayanya" ucap Raka saat sudah duduk disamping Alin.
"Biasa aja" saut Alin.
__ADS_1
"Udah minum susunya?" Tanya Raka.
"Udah ko tadi" jawab Alin.
"Sayang kamu apa kabar disana?" Tanya Raka yang tiba-tiba berbaring dan menaruh kepalanya diatas paha Alin sambil mengusap perut rata Alin.
Hal itu membuat Alin terkejut pasalnya Raka tiba-tiba saja berbaring diatas pangkuanya tanpa bertanya dulu kepada Alin sebelumnya walau ini yang kedua kali nya tapi Alin masih saja terkejut.
"Kenapa??" Tanya Raka bingung.
"Gak papa" jawab Alin.
"Lin boleh gak aku lanjutin yang tadi??" Tanya Raka penuh harap.
"Maksud kamu?" Alin balik tanya.
"Yang tadi diruang makan" ucap Raka ragu-ragu dan kini ia sudah duduk kembali disamping Alin.
"Aku,,,aku,," ucap Alin terbata dan sedikit ragu.
"Aku gak akan maksa kamu kalau kamu emang belum siap" ucap Raka sedikit kecewa tapi gak akan memaksa Alin dan mulai beranjak hendak meninggalkan Alin. Namun tangan ditahan oleh Alin.
Raka pun menoleh kearah Alin. "ada apa??" Tanya Raka.
"Kamu berhak lakuin apa aja yang kamu mau dan aku gak berhak larang kamu" ucap Alin yang sadar kalau sekarang ini ia adalah istri Raka.
"Aku gak akan maksa kamu cukup sekali aja aku lakuin itu dan gak akan ulangin itu lagi" jelas Raka yang merasa bersalah sudah memaksa Alin waktu itu.
Alin yang mendengar ucapan Raka pun luluh karena selama menikah memang Raka selalu menghargainya dan tak pernah memaksa Alin. Lagi pula Alin juga sudah mulai menerima semuanya dengan ikhlas dan Alin tadi juga sudah membalas perlakuan Raka tadi.
Alin pun memberanikan diri mendekati Raka dan mengecup kilas bibir Raka.
Membuat Raka terkejut namun segera menahan tengkuk Alin dan menciumnya sambil tangan satu nya berusaha melepas kancing piama yang digunakan Alin lalu membaringkan tubuh Alin diranjang dan melakukan hubungan suami istri tanpa harus memaksa Alin.
__ADS_1