Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 37


__ADS_3

Malam hari...


Setelah selesai makan malam Raka, Alin, mama Sarah dan papa Bagas sedang berkumpul diruang keluarga.


Raka dan papa Bagas sedang berbincang masalah kantor sedang Alin dan mama Sarah sedang berbincang tentang kehamilan Alin. mama Sarah banyak memberi tahu dan membibing Alin agar Alin bisa paham dan tidak gugup saat akan menghadapi persalinan nantinya. Mama Sarah benar-benar menyayangi Alin seperti putri kandungnya sendiri membuat Alin jadi teringat dengan almarhum kedua orang tuanya karena sudah beberapa tahun Alin hidup sendirian tanpa kehangatan keluarga seperti sekarang walau ada sahabat dan pacar yang selalu menemani Alin namun rasanya tetap berbeda. Hingga tanpa sadar ada cairan bening yang mengalir ke pipinya.


"Loh sayang kamu kenapa?" Tamya mama Sarah saat menyadari keadaan Alin.


Raka dan papa Bagas yang ada disamping pun menoleh dan melihat kearah Alin.


"Yank ada yang sakit?" Ucap Raka lembut.


"Aku gak papa ko mah,,,mas,,, cuma tiba-tiba inget sama ayah dan ibu" jelas Alin yang tak ingin membuat khawatir.


"Sayang gak usah sedih ya! Kan sekarang ada mama, papa dan Raka jadi kamu gak perlu ngerasa sendiri kita kan juga keluarga" ucap mama Sarah lembut sambil memeluk Alin.


"Iya mah" saut Alin membalas pelukan mama Sarah.


"Yank gimana kalau besok kita siarah ke makam ayah,ibu" usul Raka.


"Iya mas" ucap Alin.


"Mama setuju, tapi maaf mama gak bisa ikut" sesal mama Sarah yang sebenarnya ingin ikut.


"Iya Al papa besok ada acara penting gak bisa dicancel dan mama juga harus temenin papa" jelas papa Bagas.


"Gak papa mah,pah kan ada mas Raka yang temenin aku" ucap Alin.

__ADS_1


Raka pun mengangguk karena ia masih cuti dan belum mulai masuk kerja. Sebenarnya Raka ingin mengajak Alin honeymoon tapi karena khawatir tentang kandungan Alin jadi ia urung kan untuk pergi jauh dan hanya akan pergi ketempat yang mudah dijangkau dan tak terlalu memakan waktu perjalanan karena takut akan membuat Alin kecapean dan berpengaruh pada kehamilannya...


***


Sampainya dikamar...


"Baby kamu sedang apa? sudah tidur belum?" Tanya Raka sambil mengelus-elus perut Alin yang makin buncit.


Alin pun hanya tersenyum dengan tingkah Raka sambil mengusap rambut Raka yang tidur dipangkuannya.


"Yank dia gerak loh, dia bisa respon ucapan aku" girang Raka saat perut Alin bergerak-gerak.


"Ahhw" desis Alin saat gerakan didalam perutnya semakin kencang.


"Mana yang sakit?" Tanya Raka khawatir.


"Baby jangan nendang kenceng-kenceng ya kasihan mommy nya kesakitan" ucap Raka lalu memcium perut Alin.


"Susu udah dihabisin Yank?" Sambung Raka.


"Sudah ko" saut Alin.


"Good sekarang giliran aku" ucap Raka dengan senyum nakalnya.


"Maksud nya?" Bingung Alin.


"Tadi kan aku udah kasih susu buat kamu sekarang giliran kamu yang kasih buat mas" jelas Raka.

__ADS_1


"Masss---emm" ucap Alin terpotong. Karena Raka langsung mencium bibir Alin mulai menghisap dan menggigit pelan bibir Alin lalu lidah mulai menjelajah dirongga mulut Alin sambil tangannya yang terus meremas dada dan memainkan ujung dada Alin kemudian mulai membuka satu persatu kancing piyama yang Alin kenakan hingga kini dada Alin yang tak menggunakan bra pun langsung terexpos ciuman Raka pun semakin turun menyusuri leher jenjang Alin dan membuat setempel kepemilikan disana hingga desahan Alin pun lolos dengan indah. Kini giliran Alin yang mulai membuka kancing baju Raka dan meremas-remas rambut Raka. Membuat Raka semakin bersemangat dan ciuamannya terus turun hingga sampai dibagian inti Alin.


"Sayang kamu udah basah" ucap Raka dengan tatapan sayu.


"Emm cepatan masukin mas" saut Alin.


"Iya mas mulai ya" ucap Raka yang sudah mengarahkan belalainya kebagian inti Alin dan mulai menghentakannya agar bisa masuk. "aahhhk" desis Alin saat belalai Raka sudah terbenam diintinya. Raka mulai memaju mundurkan pinggangnya dan kini dengan ritme yang semakin cepat membuat Alin semakin mendesah dibawah kukungannya dan membuat Raka semakin bersemangat hingga ia mulai megerang panjang dan memuntahkan laharnya dirahim Alin setelah pertemuran panjang yang memakan waktu hingga satu jam lebih dan tumbang disamping Alin dengan nafas yang masih naik turun lalu memiringkan tubuhnya dan memeluk Alin sambil mencium keningnya dan mulai terlelap menuju alam mimpi...


***


Keesokan harinya...


Setelah selasai sarapan Alin dan Raka pun bersiap karena akan pergi siarah kemakam orang tua Alin. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam mereka pun sampai di TPU tempat orang tua Alin dimakamkan.


"Assalamualaikum ayah, ibu maaf ya Alin baru sempet jenguk kalian, oya yah, bu ini suami Alin mas Raka anaknya mama Sarah dan papa Bagas kalian pasti tahu kan? Alin sudah nikah dan sekarang juga sedang hamil sekarang Alin juga sudah tak tinggal sendiri lagi jadi ayah dan ibu gak perlu khawatir disana karena Alin sudah bahagia disini Alin harap kalian juga bahagia dan tenang disana" ucap Alin panjang lebar sambil menaburkan kelopak bunga yang ia bawa tadi. Raka yang sedari tadi ada disampingnya hanya mendengarkan ucapan Alin sambil mengusap punggung Alin. "Ayah, ibu kalian tenang aja ya disana karena mulai dari sekarang aku yang akan jagain dan sayangi Alin seperti kalian menyayanginya aku akan selalu berusaha buat bahagiain dia dan tidak akan menyakitinya" ucap Raka didepan makam orang tua Alin. Lalu mereka pun berdoa dan setelah itu mulai beranjak meninggalkan makam.


.


.


.


JANGAN BOSEN-BOSEN YAH BUAT SELALU DUKUNG AUTHOOR DENGAN LIKE,,,VOTE DAN KOMEN. TETAP JAGA KESEHETAN TERIMA KASIH 🤗🤗🤗


 


 

__ADS_1


__ADS_2