Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 10


__ADS_3

Kini Alin hanya bisa meringkuk dibawah selimut sambil terus menangis dalam diam setelah Raka berhasil merenggut kesucian yang selama ini Alin jaga. Sementara itu kini Raka telah tertidur pulas setelah menggagahi Alin hampir satu jam lamanya dan tumbang disamping Alin yang tengah menyesali diri karna tak bisa melawan Raka...


"Ma...Pah...maafin Alin yang sudah kotor" keluhnya pada kedua orang tua yang telah tiada sambil terus menangis.


Setelah cukup tenang kini Alin berusaha bangun dari tempat tidur walau bagian intinya masih sakit dan terasa perih, Alin kemudian mencari pakaiannya yang dilepar Raka entah kemana dan memakainya kemudian bergegas meninggal tempat itu dengan sedikit tertatih...


***


Sampainya diapartemen Alin langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sambil terus menangis karena tak bisa membersihkan bekas kismark yang Raka buat diseluruh tubuhnya hingga terus mengingatkan Alin tentang kejadian naas yang baru dialaminya. Setelah itu Alin memakai pakaiannya dan tertidur setelah lelah menangis...


***


Sementara itu kini Raka mulai membuka kedua matanya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing, perlahan duduk dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan sedikit bingung karena mendapati tubuhnya tanpa sehelai benang, hingga ingatan semalam terlintas dikepalanya namum bingung karena kini Raka sudah tak melihat Alin ia pun segera bangkit dan sedikit terkejut melihat bercak darah yang ada diseprai.


"Oh shit!!! Gak mungkin kan dia masih perawan" guman Raka setelah itu ia bersiap untuk berangkat ke kantor...


***


Dert...dert...


Deringan ponsel membangunkan Alin dari tidurnya yang belum lama.


"Hallo Lin lo dimana? Ko belum masuk sih" tanya Lia disebrang telp.

__ADS_1


"Eemmm tolong ijinin gue yah! Gue lagi gak enak badan nih" ucap Alin.


"Lo sakit apa Lin ko suara lo gitu" tanya Lia lagi yang mendengar suara serak Alin.


"Gak papa cuma lagi gak enak badan aja" ucap Alin tak mau membuat Lia khawatir.


"Yaudah kamu istirahat gih, jangan lupa minum obat yah!" Perintah Lia.


"Iya,, makasih yah" ucap Alin.


"Sama-sama yaudah gue kerja dulu lo istirahat gih" ucap Lia dan mengakihiri sambungan telp nya.


Alin pun memejamkan kembali matanya dan tertidur karena dari semalam Alin memang belum cukup tidur.


***


Tok...tok...


Tak lama kemudian pintu pun terbuka Alin mengajak Lia masuk dan duduk disofa setelah menutup pintu kembali.


"Gimana udah mendingan belum?" Tanya Lia sambil menempelkan tangannya dikening Alin.


"Udah gak panas ko, tapi kenapa muka lo pucet banget dan kenapa mata lo bengkak gitu" sambung Lia.

__ADS_1


"Gue gak papa ko" ucap Alin lesu.


"Lo lagi ribut sama Reyhan?" Tanya Lia yang melihat leher Alin penuh dengan kismark padahal biasanya hanya satu hingga dua.


Alin yang mendengar nama Reyhan pun jadi menangis kembali karena teringat ucapan Raka yang mengatakan kalau Reyhan tak akan keberatan.


Lia pun langsung memeluk dan sedikit mengusap punggung sahabatnya itu untuk menenangkannya.


"Aku bawa bubur nih kamu pasti belum makan kan" tebak Lia.


Alin pun hanya mengangguk.


"Yaudah makan dulu gih" ucap Lia. Alin pun mulai memakannya karena dari pagi ia memang belum makan apapun.


Akhirnya Lia pun menginap di apartemen Alin karena masih khawatir dengan keadaan Alin apalagi Alin hanya sendirian.


"Sebenarnya lo kenapa sih Lin" tanya Lia.


"Gue gak papa ko" ucap Alin.


"Lo ada masalah sama Reyhan?" Tebak Lia.


"Gue sama Reyhan baik-baik aja ko" ucap Alin.

__ADS_1


"Terus lo kenapa? gue yakin lo pasti lagi ada masalah" kekeh Lia.


"Maaf yah gue belum bisa cerita sekarang" sesal Alin. Lia yang tak ingin memaksa Alin pun memilih untuk tidur agar Alin bisa cepat istirahat agar lekas baikan.


__ADS_2