
Setelah selesai belanja dan mengelilingi mall tersebut Alin dan mama Sarah segera bergegas untuk kembali ke rumahnya karena mama Sarah yang takut membuat Alin kelelahan dan sudah banyak juga barang yang mereka beli apalagi sekarang sudah hampir petang.
"Mah Al keatas dulu ya" pamit Alin setelah tiba dirumah.
"Iya sayang mama juga mau mandi habis itu istirahat bentar sambil nunggu Papa dan Raka pulang" saut mama Sarah.
Alin pun segera melangkahkan kakinya dan menuju kamar untuk membersih kan diri dan juga istirahat sebentar seperti mama Sarah...
***
Sementara itu Sesil yang masih berharap kepada Raka pun mulai mencari tahu tentang Raka lewat Satria yang termasuk temannya dan juga sahabat Raka untuk menanyakan kebenaran status Raka yang sudah menikah.
"Emang beneran ya Sat kalau si Raka tuh udah nikah?" Tanya Sesil too the poin saat bertemu Satria di sebuah cafe.
"Yang gue tahu sih gitu, dia nikah sama cewe nya Reyhan" saut Satria yang memang tidak tahu kejadian sebenarnya.
"Cewenya Reyhan? Maksud lo?" Tanya Sesil kebingungan.
"Ya yang gue tahu dulu Alin tuh pacaran nya sama Reyhan tapi entah kenapa juga nikahnya sama si Raka" ucap Satria yang jadi mulai bingung juga.
"Padahal waktu itu gue juga pernah denger kalau Reyhan ingin nikahin Alin karena memang sudah lama pacaran juga namun ditolak sama Alin yang katanya belum siap tapi tahu-tahu malah nikah sama Raka, Reyhan juga sampai sekarang belum ada kabar dan ngilang gitu aja" jelas Satria yang memang belum ketemu Reyhan karena baru pulang dari luar negeri.
Sesil mulai memikirkan sesuatu yang entah itu apa tapi yang jelas membuatnya bahagia hingga tiba-tiba tersenyum.
__ADS_1
"Hai malah bengong lagi, yaudah ya gue cabut dulu masih ada urusan" ucap Satria membuyarkan lamunan Sesil lalu segera meninggalkan cafe tanpa persetujuan dari Sesil yang masih diam di tempat duduknya...
***
"Yank...sayang bangun yank" ucap Raka lembut sambil mengusap pipi Alin.
"Emmm" lengkuh Alin yang mulai membuka matanya.
"Iya bangun dulu yuk, kamu kan belum makan" ucap Raka.
"Emm mas kamu udah pulang" saut Alin dengan suara seraknya.
"Maaf ya aku ketiduran" sesal Alin yang melihat Raka sudah mandi dan mengganti bajunya.
"Iya mas" saut Alin lalu memeluk Raka dengan manja.
"Yaudah makan dulu yuk nanti lanjut tidur lagi" ucap Raka setelah membalas pelukan Alin sambil mengusap punggungnya.
"Aku cuci muka dulu ya" ucap Alin lalu beranjak pergi ke kamar mandi setelah itu turun kebawah bersama dengan Raka untuk makan malam bersama dengan mama Sarah dan papa Bagas setelah itu langsung kembali lagi ke kamar dan segera tidur...
***
Keesokan harinya...
__ADS_1
Rumah mama Sarah pun sudah mulai ramai dengan orang yang datang untuk mulai pengajian dan memberi santunan kepada anak yatim untuk acara tasyakuran tujuh bulanan kehamilan Alin dan setelah itu makan bersama teman, kerabat juga tetangga yang sudah hadir diacara itu.
"Makasih kalian udah hadir, apalagi Mira yang udah sempetin jauh-jauh kesini" ucap Alin pada Lia dan Mira.
"Iya sama-sama Lin" saut Lia dan Mira bersamaan.
"Biar bisa sekalian libur lah" sambung Mira yang memang selalu bekerja untuk menggantikan ayahnya.
"Bagus kalau gitu nanti gue ajak lo jalan-jalan" saut Lia.
"Ogah banget gue ikut lo kalau cuma dijadiin obat nyamuk" cetus Mira yang tahu pasti Lia cuma mau pamerin pacar barunya.
"Hahaha iya Mir mending lo disini aja temenin gue" timpal Alin.
"Sama aja kali lo juga pasti bakal mesra-mesraan sama laki lo yang bener tuh mending lo cari pacar biar gak jomblo terus hahaha" saut Lia.
"Huhuhu jadi lo nyuruh gue kesini cuma buat ejakan kalian doang" ucap Mira yang pura-pura menangis.
"Uuuhh kacian cup...cup jangan berhentinya" ucap Lia dan Alin bersamaan sambil memeluk Mira lalu mereka tertawa bersama sambil melepas rindu.
.
.
__ADS_1
.