Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 58


__ADS_3

Setelah lelah seharian dengan dokumen yang menumpuk di meja kerjanya dan meeting dengan para klien Raka pun segera bergegas untuk pulang dan menemui istri tercintanya yang sedang menunggu di rumah.


"Assalammualaikum" ucap Raka saat sampai di rumah dan langsung masuk kedalam.


"Wa'alaikum salam" saut mama Sarah yang berada di ruang tengah.


"Mah..." sapa Raka lalu menghampiri mama nya dan mencium punggung tangan mama nya.


"Udah pulang nak" saut mama Sarah.


"Iya mah...Al mana mah?" Tanya Raka karena untuk kedua kalinya Alin tak menyambut kepulanganya.


"Di kamar baru naik tadi" jawab mama Sarah.


"Oh kalau gitu Raka naik keatas ya mah" pamit Raka.


Mama Sarah hanya mengangguk lalu kembali melanjutkan membaca majalahnya.


Raka pun segera bergegas ke kamarnya dan masuk saat tiba di depan pintu kamar nya.


Ceklek.....


Alin juga baru keluar dari kamar mandi mandi dan hanya mengenakan bahtrobe nya karena baru selesai mandi.


"Yank" sapa Raka lalu menghampiri dan memeluk istrinya.


"Ihh lepas mas, mandi gih bau tahu" kesal Alin.


"Masa sih? Enggak ko" ucap Raka yang langsung mencium badannya sendiri.


"Udah buruan mandi aku udah siapin airnya juga" saut Alin.


"Mandiin dong, udah lama kan mandi bareng" manja Raka sambil memeluk Alin kembali.


"Aku baru selesai mandi mas gak usah manja deh" ucap Alin sambil mendorong tubuh Raka.


"Tapi mas masih kangen sama kamu yank" saut Raka.


"Kangen aku apa kangen mantan?" Cetus Alin.


"Ko kamu ngomongnya gitu?" Ucap Raka tak suka.


"Emang gitu kan kenyataannya" saut Alin.

__ADS_1


"Jadi ceritanya kamu lagi cemburuin mas nih" goda Raka yang sedikit senang karena istrinya cemburu.


"Nggak siapa yang cemburu" kesal Alin yang masih kesal karena Raka masih belum menjelaskan kejadian kemarin.


"Jangan bohong mas suka ko kalau kamu cemburu" ucap Raka yang merasa senang karena untuk pertama kalinya Alin cemburu dan itu tandanya sayang.


"Jadi kamu sengaja lakuin itu?" Alin semakin kesal karena ternyata Raka sengaja melakukannya.


"Lakuin apa?" Bingung Raka.


"Masih pura-pura lagi" dengus Alin.


"Pura-pura apa sih yank? Mas beneran gak ngerti?" Tanya Raka yang tak tahu arah pembicaraan istrinya.


"Heeh kamu marah aku jalan sama Reyhan tapi kamu sendiri diam-diam temuin mantan kamu" jelas Alin sambil menghela nafasnya dengan kasar.


"Temuin mantan diam-diam? Aku gak pernah lakuin yank" saut Raka yang masih bingung.


"Udah lah mas gak usah pura-pura aku udah tahu ko kalau kemarin kamu ketemuan sama mantan kamu direstoran" ucap Alin.


Deg Raka tiba-tiba teringat sesuatu.


"Yank kamu tuh salah paham lagi, kemarin aku tuh sedang meeting dengan klien direstoran dan dia tiba-tiba aja dateng samperin aku saat aku selesai meeting dan lagi nunggu Dave sungguh yank aku beneran gak tahu kalau dia juga ada disitu" jelas Raka.


"Itu karena dia janji gak akan ganggu aku lagi dan tanda perpisah aku sama dia" jelas Raka.


"Sungguh yank itu cuma salah paham aku gak mungkin macem-macem aku cuma cinta dan sayang sama kamu" sambung Raka.


"Yakin cuma sama aku?" Tanya Alin.


"Iya yank sungguh gak ada yang lain" ucap Raka sungguh-sungguh.


"Sama anak kita gak?" Tanya Alin lagi.


"Sayang juga tapi 40% yang 60% buat kamu" ucap Raka.


"Mana ada kaya gitu" saut Alin.


"Ada yang buktinya mas kerena mas cuma sayang sama kamu" ucap Raka.


Alin pun kehabisan kata untuk menanggapi perkataan Raka yang tak masuk akal itu dan memilih pergi menuju almarinya untuk mengambil baju dan memakainya karena Alin masih mengenakan bathrobe.


"Tunggu yank" cegah Raka sambil menahan tangan Alin.

__ADS_1


"Terserah kamu lah mas mau ngomong apa" ucap Alin.


"Oke terus kalau kamu gimana?" Tanya Raka.


"Apa nya?" Alin balik tanya.


"Rasa sayang buat mas?" Tanya Raka.


"Aku___30% buat mas dan 70% buat anak kita" ucap Alin.


"Ko gitu masa buat mas cuma dikit sih" saut Raka.


"Iya kenapa gak mau?" Tanya Alin.


"Oke gak masalah mas akan buat kamu untuk tambah sayang sama mas" ucap Raka dengan seringai liciknya lalu segera menggendong tubuh Alin ala bridal styel.


"Ahhhww" teriak Alin yang takut terjatuh.


"Mas turunin, nanti jatuh" sambung Alin.


"Kalau gitu pegangan dan jangan banyak gerak" titah Raka.


Alin yang ketakutan pun langsung mengalungkan tangannya keleher Raka dan langsung diam seketika saat Raka membawanya keranjang dan langsung mengukungnya.


"Kamu mau apa mas?" Tanya Alin yang terkejut akan kelakuan suaminya.


"Buat kamu biar lebih cinta dan sayang sama Mas" ucap Raka yang langsung mencium bibir Alin dengan lembut sambil tangannya menarik tali bathrobe yang dikenakan Alin.


"Aku udah mandi mas" ucap Alin sedikit mendorong tubuh suaminya.


"Karena itu mas ingin" saut Raka lalu kembali mencium dan menghisap bibir Alin dengan lembut.


Alin pun membalas ciuman suaminya dan melakukan ritual suami istri dengan perasaan yang menggebu-gebu apalagi tadi salah paham yang baru diselesaikan menjadikan nya sebagai bumbu untuk hubungan keduanya yang menjadikan semakin lengket karena tak ingin kehilangan satu sama lain.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2