
Di rumah sakit...
"Sorri ya Mir tadi gue ke tiduran, nih aku bawain makanan buat kamu" ucap Reyhan yang merasa bersalah karena baru tiba di rumah sakit.
"Iya gak papa aku tadi udah makan ko" saut Mira namun tetap menerima makanan yang Reyhan serahkan.
"Kalau kamu masih cape harus nya kamu juga gak perlu kesini Rey" sambung Mira.
"Gak ko, oya gimana keadaan ayah kamu?" Tanya Reyhan.
"Masih sama Rey" lesu Mira.
"Sabar ya semua pasti akan baik-baik aja" ucap Reyhan sambil menepuk bahu Mira.
"Thanks ya" ucap Mira sambil berusaha tersenyum.
"Udah malem mendingan kamu pulang aja Rey" sambung Mira.
"Ngusir nih aku kan baru nyampe" ucap Reyhan.
"Bukan gitu Rey, aku cuma pengen istirahat kamu juga kan?" Jelas Mira.
"Yaudah kamu tidur aja biar ayah kamu aku yang jagain" saut Reyhan.
"Tapi Rey..." ucap Mira.
"Udah gak papa lagian aku juga kan baru bangun" saut Reyhan yang memotong ucapan Mira sambil mendorong nya menuju sofa yang tak jauh dari brankar. Mira dengan ragu mulai merebahkan tubuhnya diatas sofa dan karena memang sudah lelah dari pagi dan belum istirahat sama sekali dengan mudah Mira tertidur. Reyhan yang melihat Mira sudah terlelap pun mengambil selimut yang ada di lemari kecil dan menyelimuti Mira yang sudah tertidur dan duduk di samping Mira sambil memainkan ponselnya.
Ayah Dimas yang sempat melihat Reyhan sedang menyelimuti putrinya itu pun tersenyum simpul dan tidur kembali.
__ADS_1
***
Di tempat lain...
Setelah selesai mandi bersama kini Raka dan Alin pun turun ke bawah untuk makan malam setelah itu duduk di sofa ruang tengah sambil nonton televisi dan ngobrol untuk kwaliti time.
"Mama papa kapan balik ya mas?" Tanya Alin memulai obrolan.
"Kemaren sih katanya lusa, kenapa?" Saut Raka.
"Gak papa cuma ingin tahu aja" ucap Alin.
"Ohw kirain kenapa, yaudah bobo yuk udah malam juga" ajak Raka sambil menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya ke kamar untuk mengistirahatkan tubuh nya apalagi setelah pertempuran sore tadi di kamar mandi...
***
"Om perlu sesuatu?" Tanya Reyhan yang memang masih terjaga.
"Emm minum" ragu ayah Dimas.
Reyhan pun mengambilkan gelas dan membantu meminumkan nya.
"Terima kasih" lirih ayah Dimas.
"Sama-sama om" saut Reyhan yang sebenarnya masih merasa bersalah.
"Kalau boleh saya tahu sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan putriku?" Tanya ayah Dimas yang penasaran melihat keduanya saling perhatian.
"Kami hanya teman om, dan yang kemarin om lihat itu sungguh salah paham om kami benar-benar tak melakukan itu" jelas Reyhan.
__ADS_1
"Sungguh hanya teman?" Selidik ayah Dimas.
"Iya om" ucap Reyhan.
"Apa kamu sudah punya pacar?" Tanya ayah Dimas.
"Belum om" saut Reyhan.
"Kalau kamu om jodoh kan dengan Mira mau?" Ucap ayah Dimas yang sungguh ingin melihat putrinya menikah.
"Maksudnya om?" Bingung Reyhan.
"Om ingin menjodoh kamu dengan Mira om hanya takut Mira sendirian setelah kepergian om" sendu ayah Dimas yang berharap mereka bisa menikah, mungkin kemarin mereka menolak karena tertuduh dan sekarang ayah Dimas berharap mereka menerima nya karena perjodohan.
"Om pasti akan sehat kembali ko om jadi jangan berfikiran seperti itu kalau Mira denger dia pasti akan sedih om" ucap Reyhan.
"Umur om sudah tidak akan lama nak sebab itu om ingin menitipkan Mira agar dia tak sendirian" lesu ayah Dimas yang memang sudah mengetahui penyakitnya sudah parah.
"Om umur itu sudah ada ngatur jadi berdo'a saja semoga selalu di beri umur panjang om agar bisa terus menemami Mira" bujuk Reyhan yang melihat keputusasaan pada ayah Dimas.
"Lebih baik om istirahat lagi ya biar cepet sembuh" sambung Reyhan berusaha mengalihkan topik pembicaraan yang Reyhan sendiri bingung harus menjawab apa. Ayah Dimas pun akhirnya menurut dan mulai tertidur kembali. Sementara Reyhan malah tak bisa tidur karena teringat ucapan ayah Dimas tadi yang entah kenapa selalu berputar difikiran Reyhan membuat nya semakin gelisah dan tak bisa memejamkan matanya...
.
.
.
JANGAN LUPA UNTUK TETAP DUKUNG AUTHOOR DENGAN LIKE...VOTE DAN KOMEN NYA DAN KALAU BERKENAN BISA TAMBAHKAN KE DAFTAR FAVORIT AGAR TAK KETINGGALAN UP TERBARU NYA TERIMA KASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1