Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 62


__ADS_3

Keesokan harinya...


Mira mulai mengerjapkan matanya saat sinar matahari mulai masuk lewat jendela kamar apartemennya.


"Eemmhhh" lengkuh Mira sambil meregangkan otot-ototnya setelah itu segera ke kamar mandi untuk membersih kan diri dan bersiap untuk kembali ke kota A.


Ting...tong...


Suara bel apartemen Mira berbunyi terus membuat Mira yang baru selesai mandi segera menuju pintu untuk membukanya dan melihat siapa yang datang pagi-pagi ke apartemennya.


"Ayahhh" ucap Mira saat membuka pintu dan melihat sang ayah.


"Ko lama banget bukanya? Dari semalem juga sudah dihubungi" Tanya ayah Dimas yang cemas dengan keadaan putrinya.


"Iya yah Mira sedang mandi tadi, juga semalam handpon Mira habis baterai ayo masuk yah" jelas Mira.


Ayah Dimas pun melihat putrinya yang ternyata baik-baik saja tak seperti mimpi buruk yang ia alami selamam hingga membuatnya sepagi ini datang ke apartemen putrinya yang memempuh waktu 3 jam perjalanan untuk memastikan keadaan Mira lalu masuk kedalam.


"Miraaaa apa yang sudah kamu lakukan?" Teriak ayah Dimas yang melihat ada seorang pria yang tidur di sofa ruang tamu apa lagi sekarang Mira hanya menggunakan bathrobe.


Reyhan yang mendengar suara teriakan pun bangun karena kaget.


"Yah ini gak seperti yang ayah fikirkan, ayah duduk dulu biar Mira jelasin" ucap Mira berusaha menenangkan sang ayah.


Reyhan yang baru bangun pun hanya diam karena bingung dengan keadaan yang sedang terjadi.


"Mau jelasin apa? Pantas dari semalam susah dihubungi dan ternyata kamu sudah berani bawa lelaki masuk ke apartemen" pekik ayah Dimas yang memang over protektif pada putrinya setelah istrinya meninggal lima tahun lalu.


"Gak gitu yah, ayah tenang dulu dia ini Reyhan yah teman aku semalam dia mabuk dan Mira gak tahu tempat tinggalnya makanya Mira bawa kesini yah" jelas Mira.


"Mabuk? Kamu sudah berani mabuk-mabukan, dan mana ada temen yang gak tahu alamat rumahnya" kesal ayah Dimas lalu segera memberi bogem mentah pada Reyhan yang masih kebingungan.


"Brengsek apa yang kamu lakukan pada putri ku hah?" Ucap ayah Dimas sambil memukul perut dan pipi Reyhan.

__ADS_1


"Yah jangan yah sungguh kita gak melalukan seperti yang ayah fikirkan" ucap Mira berusaha menghentikan ayahnya.


Reyhan yang baru bangun dan masih bingung pun hanya diam dan tak membalas.


"Udah yah cukuppp" teriak Mira akhirnya dan itu berhasil karena sang ayah kini mulai berhenti.


"Rey lo baik-baik aja kan?" Panik Mira yang melihat lebam dimuka Reyhan.


"Aku gak papa ko Mir, apa yang terjadi?" Saut Reyhan.


"Ayah aku salah paham Rey karena lo tidur diapartemen gue, karena semalam lo tidur dan gue binggung mau bawa lo kemana" jelas Mira.


Reyhan pun baru sadar kalau ini memang bukan apartemennya dan mulai mengingat kejadian semalam.


"Segera hubungi orang tua kamu suruh kesini sekarang juga!!" Titah ayah Dimas yang sudah mulai tenang dan duduk di sofa single.


"Yah sungguh yah ini hanya salah paham aja kita gak lakuin seperti yang ayah fikirkan" tolak Mira sambil menjelaskan nya lagi kalau ia dan Reyhan memang tidak melalukan apa-apa. Mira semalam tidur dikamar dan Reyhan tidur di sofa ruang tamu.


"Cukup Mir ini juga demi kebaikan kamu dan harga diri kamu" ucap ayah Dimas tak terbantahkan.


"Yah.. ayah gak gagal Mira sungguh gak melakukan itu yah, ayah harus percaya pada Mira" sendu Mira setelah mendengar gumanan sang ayah.


Reyhan yang merasa iba pada Mira pun segera menghubungi orang tuanya seperti perintah ayah Dimas. Apa lagi masalah ini ada karena dirinya dan semalam Mira juga menolongnya...


***


Setelah menunggu hampir 45 menit akhirnya papa Angga dan mama Dina sampai di apartemen Mira.


"Silakan masuk om tante" ucap Mira setelah membuka pintu apartemennya.


"Iya" saut mama Dina.


Mira pun mempersilakan nya untuk duduk lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.

__ADS_1


"Ada apa Rey kamu nyuruh papa mama kesini?" Tanya papa Angga pada putranya.


"Iya nak ada apa? Kenapa wajah kamu memar gini?" Timpal mama Dina khawatir.


"Anak kalian sudah melakukan hal yang gak pantas dengan putri ku" saut ayah Dimas yang baru datang karena tadi habis dari kamar mandi menyela Reyhan ingin menjawab.


"Apaaa" kaget mama Dina dan papa Angga.


"Benar begitu Rey?" Tanya papa Angga memastikan.


Reyhan hanya diam karena bingung dengan keadaan saat ini.


"Rey jawab papa!!" Titah papa Angga.


"Maaf om ini sebenarnya hanya salah paham aja ko" ucap Mira sambil membawa minuman.


"Miraaa kamu mau bikin ayah malu, pokok kalian harus menikah sekarang" pekik ayah Dimas.


Papa Angga dan mama Dina pun menatap putranya meminta penjelasan namun Reyhan hanya diam ia bingung harus berbuat apa kalau dia menolak Mira pasti akan kena masalah karena dirinya tapi kalau dia menyetujui ia sungguh tak ada perasaan apa pun pada Mira.


"Sebenarnya semalam aku gak sengaja lihat Reyhan yang mabuk dan jalan sempoyong jadi aku tawarin buat nyetir dan nganterin Rey pulang tapi dijalan Rey malah tidur dan gak bisa dibangunin jadi aku terpaksa bawa Rey kesini tan om dan kita beneran gak lakuin apa-apa Rey tidur diruang tamu dan aku tidur di kamar" jelas Mira yang tak ingin menikah dengan Reyhan.


"Mira kamu" ucap ayah Dimas lalu ambruk karena kondisinya yang memang belum stabil dan merasa kecewa dengan putrinya.


"Ayah" panik Mira lalu menghampiri sang ayah yang tak sadarkan diri.


"Udah Mir kita bawa ke rumah sakit" ucap Reyhan lalu membopong tubuh ayah Dimas dibantu papa Angga.


"Sabar ya nak semuanya pasti akan baik-baik" bujuk mama Dina lalu menyusul suami dan anaknya ke mobil dan membawa ayah Dimas ke rumah sakit.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2