Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 8


__ADS_3

Kini Lia dan Mira pun sudah berada di cafe bergabung dengan Alin dan Dion. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan Dion yang terpaksa menjadi sopir dadakan untuk Lia yang siap mengantarnya muter-muter menghabiskan waktu hingga petang bersama Mira dan Alin...


"Thanks yah, sampe ketemu besok dah..." ucap Alin yang sudah berada didepan apartemennya sambil melambai pada Mira, Lia dan Dion yang masih didalam mobil yang baru saja mengantarnya.


"Sama-sama Lin kita balik dulu yah dah..." ucap Lia. Mira dan Dion hanya menganggukan kepala nya menyetujui ucapan Lia dan pergi meninggalkan Alin yang kini sedang menuju ke ruang apartemennya membuka pintu dan masuk kedalam...


"Astaga sayang kamu bikin kaget aja sih" ucap Alin yang melihat Reyhan sudah duduk di sofa ruang tamu Alin.


"Kamu udah lama disini" sambung Alin yang kini duduk disamping Reyhan.


"Baru ko, tadi kebetulan lewat sini jadi aku mampir" saut Reyhan.


"Ohw kamu udah makan?" Sambung Reyhan.


"Udah, kamu sendiri?" Saut Alin balik tanya.


Alin pun kini menuju kamar dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah keluar dari kamar mandi Alin pun menghampiri Reyhan yang kini sedang bermain ponselnya ditepi ranjang dan merebahkan tubuhnya disisi ranjang yang lain dan kini giliran Reyhan yang masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu keluar hanya menggunakan celana boxer dan ikut membaringkan tubuhnya disamping Alin kemudian memeluknya dan ikut terlelap...


***


Pagi harinya kini Alin yang sudah bersiap ke kantor pun membangunkan Reyhan yang masih asyik dialam mimpinya.


"Sayang bangun kamu gak ngantor?" Ucap Alin sambil menepuk-nepuk pipi Reyhan.


"Eemmm" lengkuh Reyhan sambil perlahan membuka matanya.


"Pagi sayang kamu udah rapi aja" sambung Reyhan yang kini sudah duduk disamping Alin.

__ADS_1


"Kamu mandi gih udah jam tujuh loh" peritah Alin. Reyhan pun turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.


Sementara itu kini sudah berada didapur membuat kopi panas dan munuang susu cair untuk sarapannya bersama roti panggang. Reyhan yang sudah rapi pun menghampiri Alin dan menikmati sarapannya hening tanpa suara setelah itu Reyhan mengantar Alin sampai depan perusahaan dan sedikit terkejut.


"Makasih yang, aku langsung masuk yah" ucap Alin yang terburu-buru karena jam sudah jam delapan kurang sepuluh menit. Reyhan yang hendak memberi tahunya kalau ini kantor Raka pun urung karena Alin yang sudah menutup pintu mobil dan masuk kedalam.


"Pagi" sapa Alin pada Lia dan Dika.


"Pagi juga Lin" saut keduanya bersamaan.


"Arya mana ko belum kelihatan" tanya Alin sambil mendudukan tubuh dikursi meja kerjanya.


"Dia cuti soalnya nyokapnya sakit" jawab Dika.


"Ohw sakit apa" tanya Alin lagi.


"Gue juga belum tau, oya nanti lo yang gantiin Arya yah temuin klien untuk bahas tender" ucap Dika.


Kring...


"Hallo" ucap Alin mengangkat telp kantor.


"Bisa keruangan saya sebentar" ucap pak Gilang supervisor Alin.


"Iya pak" jawab Alin dan segara munuju ruangan pak Gilang.


Tok...tokk..

__ADS_1


"Masuk" seru suara dari dalam Alin pun masuk.


"Ada apa yah bapak panggil saya" tanya Alin.


"Kamu sudah tahu kalau Arya cuti kan" ucap pak Gilang dan Alin mengangguk.


"Jadi nanti kamu yang gantiin dia ketemu klien dan setelah itu temani pak direktur diperjamuan karena tempatnya dekat" perintah pak Gilang.


"Nanti kamu berangkat sama supir" sambung pak Gilang.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" pamit Alin dan keluar dari ruangan itu menuju ke mejanya lagi dan melanjutkan tugasnya...


***


Sore harinya pukul tiga kini Alin sedang bertemu dengan klien dan mendiskusikan desainnya, bertanya ada yang perlu direvisi atau tidak, namun ternyata kliennya cukup puas dengan desain yang dikerjakan oleh Alin dan teamnya. Kini mereka pun berjabat tangan setelah mendapat kesepakatan dan Alin pun pamit.


Kini Alin sedang berada didepan kantor kliennya menunggu supir yang sedang menjemput sang direktur yang belum Alin ketahui...


Tin...tin...


Sebuah mobil mewah berhenti didapan Alin dan menurunkan kaca pintu mobilnya.


"Bu Alin" ucap sang supir. Membuat seseorang yang duduk dijok belakang pun sekilas melirik Alin.


Alin pun mengangguk dan hendak membuka pintu depan samping sang supir namun terhenti ketika suara barinton menguruhnya kebelakang dan Alin pun pindah membuka pintu belakang dan duduk disamping suara barinton itu.


"Kamu..." ucap Alin yang terkejut setelah melihat wajah orang yang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Maaf pak" sambung Alin profesional. Namun Raka tak menghiraukan nya


"Jalan pak" perintah Raka pada supir. Supir pun melajukan mobilnya menuju tempat perjamuan dilakukan.


__ADS_2