
Sore harinya...
Alin kini sedang berada didapur, sepulang kerja dan selesai mandi kini Alin turun dari kamar Raka karena merasa lapar dan ingin masak nasi goreng ia kali ini pulang ke apartemen Raka kembali dan sedikit merasa leluasa mengenakan tangtop dan hotpans nya kembali karena Raka masih diluar kota. Namun tanpa Alin duga saat ia sedang menaruh nasi goreng nya diatas meja makan ada yang sedang membuka pintu apartemen...
"Raka" guman Alin pelan.
Raka yang melihat Alin berdiri disamping meja makan pun langsung menghampiri Alin dan memeluk nya.
Membuat Alin kaget dan mendorong tubuh Raka, namun Raka malah memeluknya semakin erat.
"Bentar aja Lin, biarin seperti ini" pinta Raka dengan suara pelan.
Alin pun hanya diam dan menurut karena suara Raka terdengar begitu khawatir.
Raka yang kini sudah melihat Alin pun merasa lega karena Alin baik-baik saja.
"Kamu gak papa kan? Gak terjadi sesuatu sama kamu kan??" Tanya Raka masih memeluk Alin.
"Aku gak papa ko" jawab Alin yang merasa bingung.
"Syukurlah kalau gitu, sayang kamu juga baik-baik kan didalam" ucap Raka yang kini berlutut dan mengelus pelan perut Alin lalu menciumnya.
"Kita baik-baik aja ko, emang nya kenapa sih??" Tanya Alin.
"Terus kenapa semalam gak pulang? Kamu dari mana aja?" Tanya Raka yang kini sudah berdiri didepan Alin.
__ADS_1
"Semalam aku pulang ke apartemen karena terlalu jauh kalau harus pulang kesini" jelas Alin.
"Terus kenapa gak kasih kabar dan gak bisa dihubungi?" Tanya Raka lagi.
"Aku ketiduran dan ponsel ku mati" jelas Alin lagi.
"Kamu tahu gak? aku tuh panik banget aku pikir kamu kenapa-kenapa" ucap Raka.
Kini tatapan kedua nya pun bertemu dan entah dapat dorongan dari mana kini wajah Raka dan Alin semakin dekat hingga tiba-tiba Raka mengecup bibir Alin. Membuat Alin membelalakan mata nya terkejut akan perbuatan Raka dan segera mendorong tubuh Raka agar menjauh namun Raka malah memeluk pinggang Alin dan menekan tengkuk Alin semakin menciumnya dengan lembut hingga Alin hanya bisa pasrah karena tak bisa mendorong tubuh Raka yang semakin erat memeluknya. Raka pun mulai menggigit pelan bibir Alin agar Alin membuka mulutnya dan semakin dalam menciumnya menjelajah apa yang ada disana hingga lama-lama Alin semakin terbuai akan perlakuan lembut Raka dan mulai mengalungkan tangannya dileher Raka dan membalas ciuman Raka. Mungkin Alin menolak tapi tubuhnya tak bisa berbohong dan mengingingkan sentuhan lembut dari Raka. Raka yang mendapat balasan dari Alin pun tersenyum simpul karena kini Alin sudah mau menerima nya dan tangannya pun semakin berani yang awalnya hanya menekan tengkuk Alin kini mulai turun mengusap leher Alin dan semakin turun hingga sampai di bukit kembar Alin mulai bermain-main disana meremas dan memainkan ujung bukit itu tanpa melepas ciuman nya.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu membuat Alin tersadar dan segera melepas ciuman nya.
"Ada yang datang mas" ucap Alin.
"Maaasss" desah Alin yang kini mulai meremas rambut Raka karena Raka terus bermain dibukit kembarnya.
"Rakaaaa" teriak seseorang yang baru masuk kedalam apartemen.
Raka dan Alin pun terkejut dan terpaksa menghentikan aktifitas yang sedang mereka lakukan.
"Mama" ucap Raka.
Alin pun terkejut karena wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu adalah mama nya Raka.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan" ucap Sarah yang kini menghampiri Raka dan Alin dimeja makan. Sarah dari sudah mengetuk pintu namun tak kunjung dibuka hingga akhir nya ia pun masuk karena Sarah tahu pasword apartemen Raka.
"Bukannya mama sudah lihat" saut Raka cuek sambil membuka jas yang ia kenakan dan memakaikan nya pada Alin yang terlihat sudah berantakan akibat ulah nya.
"Kamu tuh ya mau mama nikahin gak mau tapi kelakuan mu seperti ini" ucap Sarah yang emosi melihat kelakuan putra nya lalu menjewernya.
"Aduh mah sakit, lagi pula kami juga sudah menikah kok" jelas Raka yang tak merasa bersalah.
"Apa maksud kamu sudah menikah, terus kamu anggap apa mama dan papa sampai tak memberitahu kami hah" kesal Sarah.
"Bukan gitu mah, Raka bisa jelasin lagi pula mama dan papa kan masih diluar negeri kemarin" bela Raka.
"Alesan aja kamu kan bisa telpon mama dan kasih kabar" ucap Sarah.
"Gak kepikiran mah yaudah lepas dulu sakit nih" pinta Raka karena telinganya masih dijewer.
Sarah pun melepas jeweran nya dan melihat Alin yang menunduk karena malu.
"Al ini beneran kamu?" Tanya Sarah yang sedikit terkejut melihat Alin karena dari tadi fokusnya kepada Raka dan kelakuan nya.
Alin pun mendongak melihat kearah Sarah karena mendengar panggilan kecil yang selalu disebut orang tuanya.
"Iya tante" ucap Alin pelan.
"Ya ampun sayang tante sudah cari kamu kemana-mana tapi gak ketemu ternyata diumpetin sama anak tante sendiri" jelas Sarah yang memang sudah mencari Alin sejak ia tahu kabar kalau sahabatnya Tina dan Rama sudah meninggal akibat kecelakaan yang tak lain orang tua Alin dan saat Sarah menghampiri rumah sahabatnya itu ternyata sudah dijual dan tak tahu keberadaan Alin yang ternyata ada didekat putra nya lalu langsung memeluk Alin.
__ADS_1
Sarah memang sudah mencari Alin karena janjinya dulu kalau ia akan menjodohkan Alin dan Raka namun waktu itu Alin baru akan masuk SMA dan sepakat akan menikah kan mereka saat Alin sudah lulus nanti dan itu pertemuan terakhir Sarah dan sahabatnya itu.