Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 21


__ADS_3

Keesokan harinya Alin pun terbangun dari tidurnya karena meresakan mual kembali dan segera berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan makanan yang semalam ia makan.


Hueeekk...hueeekk... suara Alin dari dalam kamar mandi hingga membangunkan Raka yang masih tertidur. Raka pun bangun dan menghampiri Alin.


"Gimana udah baikan" tanya Raka yang masih saja khawatir.


Alin hanya menganggukan kepalanya karena merasa lemas setelah semua isi perutnya ia keluarkan. Raka pun mendekati Alin dan menggendongnya membawanya kembali keranjang dan merebahkan tubuh Alin.


"Tunggu sebentar aku buatin teh manis hangat ya" ucap Raka yang kemudian langsung turun kedapur.


"Nih minum dulu selagi hangat" ucap Raka sambil memberikan teh itu pada Alin.


"Makasih" ucap Alin dan meminum teh buatan Raka.


"Kamu sudah minum vitamin yang dokter kasih?" Tanya Raka.


"Udah ko semalam" ucap Alin.


"Tapi ko kamu masih muntah-muntah?" Tanya Raka kebingungan.


"Aku juga gak tahu" ucap Alin.


"Yaudah kamu tiduran lagi aja gak usah bangun dulu kalau masih lemas" ucap Raka.


"Aku harus keperusahaan bentar kamu gak papa kan kalau aku tinggal" sambung Raka.


"Iya gak papa aku bukan anak kecil ko" ucap Alin.

__ADS_1


"Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu kamu langsung hubungi aku" ucap Raka yang sebenarnya tak tega meninggalkan Alin sendiri.


Alin pun hanya mengangguk menanggapi ucapan Raka.


Raka langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu dan keluar hanya dengan lilitan handuk dipinggangnya karna tadi langsung masuk dan lupa membawa baju gantinya.


Membuat Alin sedikit terpana melihat penampil Raka yang sangat maskulin dengan perut kotak-kotak dan dada bidang nya apalagi dengan rambut yang masih sedikit basah hingga tetesan air itu jatuh didadanya membuat Alin tak bisa mengalihkan pandangannya karena ketampanan Raka yang baru disadari oleh Alin.


Saat Raka akan melihat kearah Alin. Alin pun langsung pura-pura tertidur agar tak ketahuan Raka kalau dari tadi Alin asyik melihatnya saat Raka masih mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Raka pun langsung menuju almari nya untuk mengambil baju dan masuk kembali kekamar mandi untuk memakai baju nya disana...


***


Kini Raka yang sudah berpakaian lengkap pun sudah sampai dikantor nya. Raka memang biasa sarapan dikantor tapi hari ini ia tak melakukannya karena masih kenyang dengan sate yang semalam Alin suapkan.


"Selamat pagi pak" sapa Dave.


"Setengah jam lagi bapak ada rapat pak" ucap Dave.


"Baik kamu siap kan semuanya jangan sampai ada kesalahan" ucap Raka.


"Baik pak kalau begitu saya pamit dulu" ucap Dave dan pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah dapat anggukan dari Raka.


Kini Raka pun sedang berada diruang meeting membahas masalah kerja sama nya dengan para rekan bisnisnya namun tak butuh waktu lama mereka sudah deal dan menandatangi kontrak itu karena sudah beberapa kali bertemu dan mencapai kesepakatan.


"Dave aku langsung pulang untuk masalah lain nya tolong kamu handle" perintah Raka.


Dan Dave mengangguk dengan perintah boss nya...

__ADS_1


***


Raka kini pun sudah berada diapartemen nya namun bingung karena tak menemukan keberadaan Alin didalam apartemen nya.


"Pergi kemana dia?" Guman Raka lalu mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alin.


"Hallo" saut Alin diseberang telpon.


"Kamu dimana?" Tanya Raka.


"Maaf ini siapa ya" tanya balik Alin yang memang tak memiliki nomer Raka.


"Lupa sama suami sendiri" ketus Raka.


"Ohw mas Raka aku lagi makan di restoran sebrang apartemen" ucap Alin namun Raka malah langsung memutus panggilan telpon itu. Membuat Alin kebingungan dan memilih melanjutkan makannya.


Raka yang kini sudah tiba direstoran pun mulai clingak clinguk mencari keberadaan Alin dan menemukan nya di sebuah meja pojokan.


"Kenapa pergi gak pamit?" Tanya Raka saat sudah berdiri didepan meja Alin.


Alin mendongakan kepala melihat siapa yang sedang bicara dengan nya.


"Pamit gimana nomer kamu aja aku gak punya" ucap Alin tanpa dosa.


"Lagi cuma pergi makan itu pun gak jauh" sambung Alin yang bingung dengan Raka.


Raka pun hanya menghela nafasnya mendengar jawaban Alin dan ikut makan bersama Alin...

__ADS_1


__ADS_2