
Setelahnya dari makam Raka tak langsung pulang dan malah membawa Alin untuk nonton, jalan-jalan dan makan sebelum akhirnya kembali kekediaman orang tuanya, sebenarnya masih banyak tempat yang belum mereka kunjungi namun karena tak ingin membuat Alin kecapean akhirnya Raka memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
Dan benar saja saat didalam perjalanan Alin pun tertidur dijok samping kemudi mobil yang Raka kendarai. Raka yang melihat Alin terlihat lelah pun mengendong tubuh Alin ala bridal style membawanya kekamar tanpa membangunkan Alin yang telah pulas lalu merebahkan tubuh Alin perlahan diranjang. Raka terus mengamati Alin yang masih tertidur dengan tatapan yang semakin mendamba walau kini tubuh Alin yang terlihat semakin berisi namun tak terlalu gendut dan pipinya yang terlihat semakin cabi sambil mencium kening dan perut Alin yang semakin membesar.
"Terima kasih karena sudah mau mengandung anak ku walau aku tahu awalnya pasti berat buat kamu untuk menerima semua ini" guman Raka pelan sambil menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah Alin.
"Emm mas" lengkuh Alin yang merasa terusik sambil membuka matanya.
"Maaf Yank mas jadi bangunin kamu" sesal Raka karena jadi membangunkan Alin.
"Gak papa, loh ko kita udah dikamar aja bukannya tadi masih dijalan ya?" Tanya Alin.
"Maaf ya mas aku tadi ketiduran" sambung Alin.
"Gak papa mas tahu pasti kamu lelah jadi kamu istirahat aja" saut Raka.
"Emm aku mau mandi dulu mas ini juga udah sore" ucap Alin yang mulai duduk diranjang dan ingin ke kamar mandi.
"Kamu disini aja biar mas siapin airnya dulu" saut Raka.
"Gak usah mas aku bisa sendiri ko" tolak Alin. Namun Raka tak menghiraukan ucapan Alin dan pergi ke kamar mandi terlebih dulu...
"Yank ayok air sudah siap" ucap Raka yang kini sudah berdiri disamping Alin lalu menggendongnya kembali.
__ADS_1
"Maass turunin aku, gak perlu kaya gini juga" ucap Alin.
"Gak papa mas suka lakuiinnya ko" jelas Raka.
Alin pun kini melingkarkan tangannya dileher Raka karena takut jatuh dan percuma juga ia berdebat dengan Raka karena Alin tak akan menang, sejak mereka menikah Raka memang selalu memperlakuan Alin seperti ratu. Tidak hanya dengan ucapan namun sikap dan berbuatan juga Raka tunjukan.
"Gimana aku gak jatuh cinta sama Raka coba kalau dia selalu memperlakukan aku kaya gini" guman Alin dalam hati.
***
Kini Raka dan Alin sedang makan malam, namun untuk pertama kalinya mereka hanya makan berdua karena papa Bagas dan mama Sarah masih ada acara dan belum kembali.
"Ko gak dihabisin makannya?" Tanya Raka.
"Aku udah kenyang mas" saut Alin.
"Iya mas aku beneran udah kenyang" jelas Alin.
"Yaudah naik yuk" ajak Raka. Alin pun mengangguk dan pergi keatas sambil bergandengan tangan...
***
Ditempat lain Mira kini sedang chatingan dengan Lia yang dengan antusiasnya menceritakan hubungan dengan Dika yang baru saja jadian walau awalnya Lia ragu namun tak ada salahnya juga untuk mencoba membuka hatinya untuk Dika.
__ADS_1
"Gue udah punya pacar loh lo kapan" ucap Lia.
"Ya baru jadian aja udah sombong" dengus Mira.
"Ya dari pada lo masih jomblo aja" ledek Lia.
"Gue mana sempet buat pacaran Li ngabisin waktu aja, sedang kan bokap gue lagi butuhin gue" ucap Mira.
"Iya juga ya, kalau gitu lo semangat kalau jodoh pasti bakal ketemu ko" saut Lia memberi semangat pada sahabatnya.
"Aamiin gue juga maunya langsung nikah aja biar gak bikin dosa hehe" gurau Mira.
"Sialan lo padahal gue udah baik hati do'ain lo eh lo nya malah nyindir gue" kesal Lia.
"Siapa yang nyindir asal lo bisa pacaran dengan sehat aja, inget jangan sampai lewat batas karena masih anget-angetnya" nasehat Mira.
"Thanks udah ingetin gue, yaudah tidur gih besokkan masih harus ngantor" ucap Lia.
"Oke good night, karena yang ngantor bukan cuma gue tapi lo juga" balas Mira mengakhiri chatingannya.
.
.
__ADS_1
.
JANGAN BOSEN-BOSEN YAH BUAT SELALU DUKUNG AUTHOOR DENGAN TETAP LIKE,,,VOTE DAN KOMEN TERIMA KASIH🤗🤗🤗 HAAPY WEEKEND.